Ulasan
Misterius, Seksi, dan Berbahaya: Pesona Patch dalam Hush, Hush
Ada alasan mengapa novel Hush, Hush karya Becca Fitzpatrick begitu mudah menarik perhatian pembaca remaja. Dari judulnya saja sudah terasa misterius. Apalagi ketika pembaca mulai mengenal Patch Cipriano, cowok bermata hitam yang penuh rahasia, gemar mengenakan pakaian hitam, dan selalu muncul di saat Nora Grey membutuhkannya. Di antara romansa, fantasi, dan ketegangan, novel ini menawarkan kisah cinta yang jauh dari kata sederhana.
Hush, Hush merupakan novel pertama dari seri yang kemudian berkembang menjadi empat buku. Edisi Indonesia diterbitkan Ufuk Press pada 2009 dengan ketebalan 488 halaman. Becca Fitzpatrick menggabungkan unsur fiksi fantasi, romansa paranormal, misteri, dan thriller remaja dalam sebuah cerita yang berpusat pada Nora Grey.
Sinopsis Novel
Nora digambarkan sebagai gadis cerdas, rajin, pemberani, sekaligus cukup mandiri. Kehidupannya berubah setelah sang ayah meninggal secara tragis. Ibunya kemudian lebih banyak bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka sehingga Nora terbiasa menghabiskan banyak waktu sendirian di rumah. Ia hanya memiliki beberapa teman dekat, terutama Vee, sahabatnya yang berkepribadian jauh lebih ceria dan berani dibandingkan dirinya.
Kehidupan Nora yang relatif tenang mulai berantakan ketika ia dipasangkan dengan Patch Cipriano dalam pelajaran biologi. Nora sebenarnya tidak tertarik berurusan dengan cowok tersebut. Patch justru semakin membuatnya penasaran karena sikapnya yang misterius, percaya diri, dan seolah mengetahui banyak hal tentang dirinya.
Pertemuan keduanya menjadi pintu masuk ke berbagai kejadian ganjil. Patch seperti selalu muncul ketika Nora berada dalam situasi tertentu. Ia dapat membaca pikiran, mengetahui hal-hal pribadi Nora tanpa penjelasan yang masuk akal, bahkan hadir dalam situasi yang seharusnya mustahil. Nora pun mulai bertanya-tanya: siapa sebenarnya Patch?
Pertanyaan itu semakin penting ketika kehidupan Nora dipenuhi kejadian aneh. Ia merasa diikuti, mengalami kecelakaan misterius, mendengar suara-suara dalam kepalanya, dan menyaksikan berbagai peristiwa yang seolah nyata tetapi mendadak menghilang ketika orang lain datang. Bahkan Vee, sahabatnya, menjadi korban sebuah serangan yang membuat situasi semakin berbahaya.
Di tengah semua keganjilan itu, muncul pula Elliot dan Jules, dua karakter yang menambah lapisan misteri. Elliot terlihat ramah dan perhatian kepada Nora, tetapi penyelidikan Nora justru menemukan informasi mengejutkan tentang dirinya. Ia pernah dikaitkan dengan kasus pembunuhan seorang gadis. Dari sinilah cerita berkembang menjadi permainan kecurigaan: siapa yang bisa dipercaya dan siapa yang sebenarnya menyembunyikan sesuatu?
Kelebihan dan Kekurangan
Kekuatan utama Hush, Hush terletak pada karakter Patch. Ia bukan sekadar tokoh laki-laki misterius yang menjadi pasangan romantis Nora. Patch mempunyai latar belakang supranatural yang berkaitan dengan malaikat jatuh dan Nephilim. Dalam dunia novel ini, unsur tersebut menjadi bagian penting dari konflik sekaligus menjelaskan berbagai kejadian aneh yang dialami Nora.
Patch digambarkan sebagai malaikat yang kehilangan sayap setelah jatuh cinta kepada manusia. Ia kemudian harus menjalani kehidupan di dunia fana dengan penderitaan dan keinginan untuk mendapatkan kembali apa yang telah hilang. Kehadirannya membuat kisah cinta Nora tidak sekadar berbicara tentang ketertarikan dua remaja, tetapi juga tentang pengorbanan, pilihan, identitas, dan konsekuensi dari sebuah keinginan.
Menariknya, Fitzpatrick tidak langsung membuka seluruh rahasia tersebut. Pembaca diajak mengikuti rasa penasaran Nora sedikit demi sedikit. Setiap jawaban justru memunculkan pertanyaan baru. Pola semacam ini membuat novel terasa seperti teka-teki panjang.
Bagi pembaca yang menyukai Twilight atau kisah romantis dengan sentuhan supernatural, Hush, Hush menawarkan formula yang cukup menggoda. Cowok misterius, gadis biasa yang terseret ke dunia berbahaya, hubungan penuh tarik-ulur, serta ancaman yang perlahan semakin dekat.
Meski demikian, novel setebal 488 halaman ini membutuhkan kesabaran. Beberapa bagian terasa berputar dan terlalu panjang karena misteri sengaja dipertahankan. Namun, justru permainan antara romansa dan misteri itulah yang membuat Hush, Hush mempunyai daya tarik tersendiri.
Pada akhirnya, Hush, Hush bukan hanya cerita tentang jatuh cinta kepada seseorang yang misterius. Novel ini mengajak pembaca mempertanyakan apa yang sebenarnya terlihat, siapa yang layak dipercaya, dan seberapa jauh seseorang bersedia mengambil risiko demi orang yang dicintainya.
Identitas Buku
- Judul: Hush, Hush
- Penulis: Becca Fitzpatrick
- Penerbit: Ufuk Press
- Tahun Terbit: 2009
- ISBN: 978-602-8224-65-9
- Tebal: 488 halaman
- Genre: Fiksi, Fantasi, Paranormal