Ulasan
Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta
Karya penulis Brian Khrisna pada novel ‘‘Sisi Tergelap Surga’’ berhasil membuat saya seketika langsung jatuh cinta. Novel fiksi ini menjadi novel pertama yang saya baca dari tulisan Brian Khrisna. Setiap kata, kalimat, halaman menyimpan kisah pelajaran hidup tersendiri.
Novel ini mengisahkan bagaimana kehidupan masyarakat kecil yang tinggal di sebuah perkampungan di kota metropolitan dengan berbagai perjuangan yang telah dilakukan demi menyambung hidup.
Penulis menyajikan alur cerita dengan indah, kata demi kata dirangkai dengan sesederhana mungkin agar pembaca dapat menyelami kisah dari setiap tokoh cerita. Novel ini memiliki jalan cerita maju dan mundur, namun penulis tetap menyajikan dengan runtut dan jelas.
Sepanjang cerita, novel ini selalu memiliki cara sendiri dalam memikat pembaca untuk terus menantikan bab-bab selanjutnya dengan rasa penasaran yang amat mendalam. Terlebih, Brian menyuguhkan cerita ini yang diambil dari kisah nyata dan terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.
1. Ilustrasi Gedung Tinggi yang Tampak Megah
Pada sampul novel, pembaca disuguhkan dengan ilustrasi bangunan gedung yang berdiri megah di antara bangunan-bangunan kecil lainnya. Kemudian disisipkan seorang laki-laki dengan gaya pakaian khas anak muda yang tengah memikul gitar di belakangnya sambil memandangi megahnya bangunan tinggi.
Menurut saya, ilustrasi pada sampul buku ini merupakan representasi dari kehidupan sebenarnya kota metropolitan yakni Jakarta. Selain itu, kata ‘‘Surga’’ juga merujuk pada Ibu kota Jakarta yang selalu tampil megah dengan khas bangunan gedungnya. Tampaknya memang menakjubkan, namun siapa sangka banyak cerita mengenaskan di balik semuanya.
Jika pembaca tidak asing dengan kota metropolitan di kehidupan nyata, maka kemungkinan akan langsung menebak dengan benar ketika disuguhkan dengan sampul novel tersebut. Lagi-lagi penulis menyajikan ilustrasi dengan halus.
2. Kejutan dalam Setiap Bagian
Brian menyajikan tiap bagian cerita dengan sangat apik. Setiap tokoh diceritakan bagaimana perjuangan mereka dalam menjalani kehidupan. Ah, saya benar-benar kagum dengan cara penyampaian penulis yang begitu ringan.
Semua tokoh tentu memiliki kepribadian yang berbeda-beda, namun Brian tetap menyampaikan sesuai porsinya dan tidak berlebihan. Selain itu, pada tiap bagian ia juga mendeskripsikan cerita dengan detail sehingga membuat saya semakin terbawa suasana dalam cerita yang dibuatnya.
Saya semakin kagum dengan bagaimana Brian menyampaikan pelajaran hidup yang terselubung ke dalam tiap bagian cerita. Saya rasa novel ini dibuat agar pembaca semakin memahami tentang usaha manusia dalam perjalanan hidupnya.
3. Belajar Menghargai Pekerjaan Manusia
Novel ini membuat saya semakin melek dengan kehidupan di negeri ini. Selama ini saya memandang khususnya Kota Jakarta dengan gaya hidup yang serba mewah dan indah. Namun, saya salah karena di balik megahnya kota tersebut ternyata banyak menyimpan fakta yang menyedihkan.
Umumnya, kebanyakan masyarakat datang di kota metropolitan dengan sejuta harapan untuk memenuhi kebutuhan, tapi kenyataannya tidak semudah membalikkan tangan.
Brian mengingatkan kembali bahwa hidup ini memang keras. Kita tidak pernah tau seberapa keras atau berjuangnya orang bekerja. Mungkin saja sebagian orang bekerja di pekerjaan tersebut bukan karena keinginan mereka, tapi memang itulah cara mereka untuk tetap bertahan hidup.
Kita semestinya memang harus bersyukur segala nikmat rezeki yang diberikan dalam bentuk apa pun itu. Mendapat lingkungan pekerjaan yang nyaman atau sekadar dikelilingi orang-orang baik juga merupakan rezeki yang patut disyukuri. Selain bersyukur, kita sebagai manusia yang hidup berdampingan juga sudah seharusnya untuk menghargai pekerjaan sesama manusia.