Ulasan

Sisi Lain Anne of Green Gables: Benarkah Dunia Anne Tak Ramah Perempuan?

Sisi Lain Anne of Green Gables: Benarkah Dunia Anne Tak Ramah Perempuan?
Cover Buku Anne of Green Gables (Gramedia)

Pernah baca novel Anne of Green Gables? Jika pernah, apa yang menarik perhatianmu sewaktu membaca novel itu? Keseruan Anne di rumah barunya? Atau Anne yang menyebalkan karena terlalu banyak bicara? 

Saya justru fokus pada diskriminasi gender yang dialami oleh Anne Shirley, sang tokoh utama. Tentu saja ini tak lepas dari karakter periang, keras kepala, dan bicaranya yang ceplas-ceplos. Dari sifat-sifat tersebut, saya melihat jika Anne malah dianggap terlalu berani atau berbeda dari gambaran perempuan ideal pada masanya.

Di sini saya akan membahas sisi lain dari novel Anne of Green Gables selain petualangan Anne di Avonlea.

Anne Dianggap Tak Berguna Hanya karena Dia Perempuan

Ilustrasi Anak Perempuan (unsplash/Salohiddin Kamolov)
Ilustrasi Anak Perempuan (unsplash/Salohiddin Kamolov)

Sejak pertama kali datang ke Green Gables, Anne sudah berhadapan dengan anggapan bahwa dirinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Matthew dan Marilla Cuthbert sebenarnya ingin mengadopsi anak laki-laki untuk membantu pekerjaan di pertanian. Saat tahu kalau yang datang ternyata anak perempuan mereka merasa kecewa bahkan berniat meninggalkan Anne di stasiun dan mengembalikannya ke panti asuhan.

Menurut budaya patriarki yang banyak dianut pada abad 19, perempuan tidak boleh melakukan pekerjaan yang menuntut kekuatan fisik. Mereka diharapkan hanya bekerja di dalam rumah untuk mengerjakan tugas domestik dan mempersiapkan diri untuk menikah. Dengan anggapan ini, Anne tidak akan berguna di Green Gables karena sudah ada Marilla.

Terlalu Berani untuk Seorang Anak Perempuan

Ilustrasi Mengepalkan Tangan (unsplash/engin akyurt)
Ilustrasi Mengepalkan Tangan (unsplash/engin akyurt)

Anne Shirley bukanlah sosok yang mudah diam ketika memiliki sesuatu untuk dikatakan. Ia banyak bicara, berani menyampaikan pendapat, dan sering membela dirinya ketika merasa diperlakukan tidak adil. Berbanding terbalik dengan ekspektasi sikap anak perempuan masa itu yang tenang, penurut, dan selalu menerima keadaan apapun.

Salah satunya saat ia dipanggil "Carrots" oleh Gilbert. Ia tahu panggilan itu merupakan ejekan karena fisiknya. Tak terima, Anne pun membalas dengan memukul kepala Gilbert. Seakan membela tersangka, Mr. Phillip justru memarahi dan menghukum Anne. Ia lebih percaya dengan pengakuan Gilbert dan menganggap Anne terlalu tempramen.

Anne Mencoba Melawan Sistem dengan Mengejar Ambisinya di Bidang Akademik

Ilustrasi Membaca Buku (unsplash/LUM3N)
Ilustrasi Membaca Buku (unsplash/LUM3N)

Persaingan Anne Shirley dan Gilbert Blythe menjadi salah satu bagian yang menarik dalam Anne of Green Gables. Sejak pertemuan pertama mereka di sekolah, keduanya terlibat dalam persaingan akademik yang membuat Anne berusaha keras untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu menandingi Gilbert.

Anne memperlihatkan perlawanan stereotip pada perempuan zaman itu yang tidak peduli dengan pendidikan dan hanya mementingkan pernikahan. Baginya, pendidikan bisa membantunya untuk mengubah masa depan. Ketika pilihan hidup perempuan masih banyak dipengaruhi oleh keluarga, pernikahan, dan peran domestik, keinginan Anne untuk terus belajar menunjukkan bahwa ia membayangkan masa depan yang lebih luas untuk dirinya.

Saya menikmati bagaimana Anne membawa saya berpetualang ke dunianya. Di sisi lain, saya juga menyadari apa yang Anne hadapi di sana tidaklah mudah. Anne dengan pemikiran majunya justru dianggap kelewat batas hanya karena ia perempuan. Seolah-olah, menjadi perempuan yang baik berarti harus mampu menahan diri, bahkan ketika ia memiliki alasan untuk protes. Tapi, hal ini yang membuat Anne of Green Gables menarik, ketika cerita seru tetap merefleksikan realita yang terjadi pada zamannya. Bagian mana dari novel ini yang menarik perhatianmu? 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda