Ulasan

Ulasan Dear Hyeri: Saat Kepribadian Ganda Jadi Pelarian dari Realita

Ulasan Dear Hyeri: Saat Kepribadian Ganda Jadi Pelarian dari Realita
Poster drama Korea Dear Hyeri (Instagram/channel.ena.d)

Pernah merasa begitu lelah dengan tekanan hidup sampai-sampai rasanya ingin menjadi orang lain saja? Sensasi lelah yang teramat sangat itu mungkin sering kita rasakan sebagai bentuk kejenuhan sesaat. Namun, bagi sebagian orang, pikiran bawah sadar bisa mengambil langkah yang jauh lebih ekstrem untuk menyelamatkan jiwa yang hampir runtuh.

Hal inilah yang ditangkap secara apik dan emosional oleh drama Korea Dear Hyeri. Drama sepanjang 12 episode ini tidak sekadar menyuguhkan kisah romansa biasa, melainkan menyelami bagaimana trauma berat dan tumpukan duka yang dipendam bisa memicu mekanisme pertahanan diri yang luar biasa kompleks.

Lewat karakter Joo Eun Ho, penonton diperlihatkan bahwa alter ego yang super ceria bisa lahir begitu saja dari rasa sakit yang sudah tidak sanggup lagi ditampung oleh jiwa aslinya.

Lantas, sejauh mana drama ini berhasil mengeksplorasi isu kesehatan mental tersebut di tengah pro dan kontra yang mewarnai perjalanannya? Simak ulasan lengkapnya.

Sinopsis Singkat Dear Hyeri

Dear Hyeri menceritakan Joo Eun Ho (Shin Hye Sun), seorang penyiar berita senior yang sudah 14 tahun berkarier namun namanya tak kunjung dikenal publik. Di balik kehidupannya yang sepi dan dipenuhi rasa lelah, Eun Ho menyimpan luka batin yang sangat dalam akibat kehilangan adik kandungnya serta patah hati dari hubungan 8 tahun bersama sang mantan, Jung Hyun Oh (Lee Jin Uk).

Beban trauma yang menumpuk itu akhirnya memicu terbentuknya kepribadian ganda dalam dirinya. Saat tertidur, jiwa Eun-ho berganti menjadi Joo Hye Ri, sosok alter ego super ceria dan penuh semangat yang bekerja sebagai tukang parkir.

Cerita berlanjut saat Eun Ho kembali dipertemukan dengan Hyun Oh, membuat keduanya terpaksa berhadapan dengan luka masa lalu masing-masing demi menemukan jalan menuju penyembuhan.

Kalau bicara soal gangguan identitas disosiatif atau DID di dalam drama atau serial televisi, biasanya alurnya langsung dibawa ke ranah medis yang kaku atau kasus kriminal yang menegangkan.

Namun, drama ini mengambil jalur yang jauh lebih sunyi dan menusuk perasaan karena menyoroti bagaimana jiwa manusia bisa begitu putus asa mencari jalan keluar dari rasa sakit yang menumpuk.

Meski penggambarannya tidak seratus persen akurat secara klinis, pendekatan emosional yang disajikan terasa sangat manusiawi. Kita diajak merenung bahwa gangguan mental semacam ini sering kali berakar dari hal-hal kecil yang diabaikan dalam waktu lama.

Ekssekusi Visual Estetik dan Totalitas Akting Shin Hye Sun

Bicara soal kekuatan utama drama ini, rasanya tidak sah kalau tidak membahas performa sang pemeran utama yang benar-benar memikul separuh nyawa cerita.

Memerankan dua jiwa dengan kepribadian yang bertolak belakang tentu bukan perkara mudah. Shin Hye Sun berhasil menampilkan transisi yang sangat halus namun tegas antara seorang penyiar senior yang letih, kaku, dan penuh beban hidup, dengan sosok alter ego yang berjiwa bebas tanpa beban.

Paruh awal drama ini juga dipuji karena keberaniannya bereksperimen dengan estetika visual. Sutradara seolah sengaja membedakan palet warna dan atmosfer di sekeliling kedua kepribadian tersebut, membuat penonton sempat merasa kebingungan di beberapa episode awal.

Hanya saja, transisi narasi yang maju-mundur sempat memicu perdebatan karena menuntut kesabaran ekstra dari penonton, tapi justru di situlah letak daya tarik utamanya bagi mereka yang menyukai teka-teki psikologis.

Sayangnya, kekuatan akting yang luar biasa ini harus berbenturan dengan beberapa keputusan naratif di paruh kedua cerita. Dengan durasi yang terbilang singkat yaitu 12 episode saja, alur penyelesaian masalahnya jadi terasa tergesa-gesa.

Dilema Hubungan Toksik di Tengah Proses Penyembuhan Trauma

Selain isu kesehatan mental, salah satu elemen yang paling banyak memancing perdebatan di kalangan penonton adalah hubungan asmara antara Eun Ho dan sang mantan kekasih, Jung Hyun Oh.

Diperankan oleh Lee Jin Uk, karakter pria ini sukses membuat penonton geregetan. Alasan di balik keengganannya untuk menikah akibat trauma masa lalu sering kali dinilai terlalu egois.

Sikap dan cara komunikasinya terhadap Eun Ho di masa lalu kerap memicu kritik tajam karena dianggap kurang peka dan menjurus ke arah pelecehan emosional.

Sayangnya, penyelesaian trauma di drama ini terlalu bergantung pada kisah cinta yang kerap terasa toksik, padahal penyembuhan sejati menuntut penerimaan diri lebih dulu.

Secara keseluruhan, Dear Hyeri adalah jenis drama yang sangat bergantung pada selera penontonnya. Bagi kamu yang menikmati eksplorasi batin, akting papan atas, serta perenungan mendalam tentang bagaimana manusia bertahan hidup di tengah hantaman realita, drama ini tetap menawarkan pengalaman menonton yang membekas di kepala.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda