Ulasan

Review Bisikan Desa Gringsing: Slow-Burn yang Bikin Misterinya Ngeri Banget

Review Bisikan Desa Gringsing: Slow-Burn yang Bikin Misterinya Ngeri Banget
Poster Film Bisikan Desa Gringsing (Instagram/ bisikandesagringsing)

Desa Gringsing punya aturan ganjil terkait larangan keluar dari gerbang desa. Sekali mencoba pergi, nyawa jadi taruhannya. Dari aturan itu, Bisikan Desa Gringsing kemudian membangun dunia yang jauh lebih menarik, yang nggak sebatas tempat berkumpulnya hantu. Warganya punya cara sendiri untuk bertahan hidup, perekonomiannya punya masalah, masa lalunya ngeri banget, sementara kedatangan orang dari luar desa perlahan mengusik keseimbangan yang selama ini mereka pertahankan. Nah, di titik itu, film horor garapan Ivander Tedjasukmana mulai menarik dibicarakan.

Bisikan Desa Gringsing merupakan film horor misteri produksi kolaborasi Indonesia, Malaysia, dan Singapura dari Legacy Pictures, Mandela Pictures, serta Oceanus Media Global (OMG Studios). Film berdurasi sekitar 108 menit ini skripnya juga ditulis Ivander Tedjasukmana, dengan Aghniny Haque sebagai pemeran utama bersama Fatmah Nahdi, Iyang Darmawan, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Nina Tamam, Mian Tiara, Akun Gege, Shaqueena Medina Lukman, Azkya Mahira, Nizar Umar, Barra Swetajaloe, dan Nazhira Rizka. 

Film berklasifikasi D17 ini tayang di bioskop sejak 24 September 2026, yang mengisahkan kehidupan Hesti. Dia ke Desa Gringsing dalam rangka mencari ayahnya, Darmono, yang sudah menghilang lebih dari seminggu. Pencarian itu membawa Hesti ke desa terpencil yang seperti terputus dari dunia luar. 

Warganya hidup di bawah teror arwah Fatimah. Ada aturan mengerikan yang membuat Desa Gringsing seperti perangkap: siapa pun yang mencoba keluar dari gerbang desa akan dibunuh. Sambil mencari Darmono, Hesti perlahan membongkar asal-usul teror, sejarah desa, persoalan ekonomi setelah pabrik tebu berhenti beroperasi, hingga konflik baru yang muncul setelah seorang pengusaha dari kota datang.

Trauma masa lalu Hesti pun ikut terbuka dan membuat perjalanannya berubah jadi perjuangan bertahan hidup sekaligus pencarian kebenaran.

Ini keren, asli! Serius!

Pendekatan Folk Horror Slow-Burn yang Menarik Banget 

Aku suka dengan bagaimana Desa Gringsing nggak sebatas dijadikan lokasi menaruh hantu. Sistem hidup warganya ikut dibangun, termasuk bagaimana mereka bertahan secara ekonomi dan memenuhi kebutuhan logistik ketika akses keluar desa menjadi ancaman. Detail semacam ini membuat dunia dalam film jadi punya aturan. Dan aku jadi lebih mudah percaya, latar tersebut memang sudah hidup jauh sebelum Hesti datang.

Pendekatan folk horror slow-burn juga menjadi keputusan yang menarik. Teror Fatimah lebih kuat ketika kamera menahan diri, membiarkan pepohonan, kesunyian, dan ruang kosong menciptakan rasa nggak nyaman. Film ini juga memanfaatkan virtual production untuk membangun lingkungan Desa Gringsing. Teknologi tersebut jadi bagian penting dari produksinya, bahkan film ini disebut sebagai film panjang Indonesia pertama yang memakai LED volumetric stage berstandar dunia. Mantap, deh!

Sayangnya, semakin banyak misteri yang ditumpuk, semakin berat pula pekerjaan bagian akhir. Penyelesaian konfliknya jujur saja kurang mulus ketika beberapa keping informasi harus dirangkai dalam waktu yang relatif singkat. Kompleksitasnya menarik, tapi ritme pengungkapannya membuat diriku perlu kerja ekstra untuk menyatukan semuanya di pikiran. 

Meski begitu, Bisikan Desa Gringsing patut banget diapresiasi. Pokoknya, film ini percaya pada ceritanya sendiri. Mulai dari cara set produksi membangun bentuk Desa Gringsing, karakter, aturan, dan atmosfernya sebelum membuat penonton takut. Hasilnya memang bukan horor yang menghantam keras alias minim jumpscare, tapi nggak murahan karena perlahan merayap dan meninggalkan rasa ganjil.

Di luar ekspektasi, film Bisikan Desa Gringsing keren, lho. Sobat Yoursay yakin nggak mau nonton?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda