Ulasan

Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?

Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?
Poster film The Vvaan: Force of the Forrest (IMDb)

The Vvaan: Force of the Forrest merupakan film fantasi thriller berbahasa Hindi India yang disutradarai Deepak Kumar Mishra dalam debut film panjangnya. Film ini dibintangi Sidharth Malhotra sebagai Rishi dan Tamannaah Bhatia sebagai Mamta, dengan dukungan Anup Soni, Sunil Grover, Shweta Tiwari, serta Maniesh Paul. Diproduksi oleh Shobha Kapoor, Ekta Kapoor, Arunabh Kumar, dan Niraj Kothari melalui Balaji Motion Pictures, TVF Motion Pictures, serta 11:11 Productions, film ini terinspirasi dari legenda lokal Van Devi di Bihta dekat Patna, Bihar. Film ini dirilis secara teatrikal pada 25 September 2026 di India dan sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Konflik Ambisi Modernisasi dan Panggilan Tradisi Mistis

Tangkapan layar adegan di film The Vvaan: Force of the Forrest (IMDb)
Tangkapan layar adegan di film The Vvaan: Force of the Forrest (IMDb)

Sinopsis mengikuti Rishi, seorang insinyur rasional asal kota yang kembali ke desa leluhurnya, Devanchal, bersama istri, Mamta, menjelang Chhath Puja dan untuk urusan sengketa tanah. Desa tersebut memiliki aturan ketat: tidak boleh memasuki hutan terlarang setelah matahari terbenam. Menurut legenda, kekuatan gelap (phuddakke) pernah mengancam wilayah itu hingga seorang raja membangun kuil untuk Van Devi, dewi hutan yang melindungi desa selama aturan itu dihormati. Rishi, yang menjadi ateis setelah tragedi kehilangan bayi Mamta saat hamil tujuh bulan, menentang kepercayaan lokal. Ia memasuki hutan pada malam hari dan secara tidak sengaja membangunkan kekuatan ilahi, memaksanya menghadapi realitas di luar logika serta melindungi komunitas dari ancaman kehancuran.

Review Film The Vvaan: Force of the Forrest

Tangkapan layar adegan di film The Vvaan: Force of the Forrest (IMDb)
Tangkapan layar adegan di film The Vvaan: Force of the Forrest (IMDb)

Film ini menggabungkan elemen mitos, aksi, thriller, dan drama keluarga. Visual sinematografi Manu Anand menampilkan hutan dengan tekstur lebat, kabut, dan bayangan yang menciptakan atmosfer menegangkan. Skor musik dari berbagai komposer, termasuk Vishal Mishra dan Tanishk Bagchi, mendukung suasana folklor. Namun, kritikku dari segi penulisan skenario yang tidak merata serta plot yang padat mengencerkan potensi emosional dan misterinya. Meskipun begitu atmosfer dan ide folklor cukup bagus sementara eksekusinya terlalu konvensional atau bertele-tele.

Di bioskop Indonesia, The Vvaan: Force of the Forrest mulai tayang pada 25 September 2026, bersamaan dengan rilis internasionalnya. Informasi jadwal spesifik dapat dicek melalui jaringan bioskop seperti CGV atau Cinema XXI, karena distribusi film Hindi di Indonesia sering kali terbatas pada bioskop tertentu dengan subtitle Inggris.

Adegan aksi paling menegangkan terjadi ketika Rishi memasuki hutan setelah matahari terbenam. Suasana gelap, suara-suara misterius, dan perjumpaan dengan kekuatan supernatural menciptakan ketegangan tinggi. Konflik mencapai puncaknya dalam pertarungan melindungi desa dari ancaman yang dilepaskan, di mana elemen aksi fisik bercampur dengan visual ilahi dan pertarungan antara keserakahan manusia (terkait rencana pembangunan yang mengancam hutan) serta kekuatan alam. Adegan ini memanfaatkan skala visual dan editing untuk membangun rasa bahaya yang intens, meskipun efek visual tidak selalu konsisten.

Adegan paling berkesan setelah menonton adalah transformasi Rishi dari seorang rasionalis yang skeptis menjadi pelindung yang menerima misteri di luar logika. Momen di mana ia menghadapi mimpi tentang Raja Vikramaditya dan memahami keterkaitan dirinya dengan Van Devi, digabungkan dengan refleksi kesedihan Mamta atas kehilangan anak, memberikan kedalaman emosional. Adegan ini menyentuh tema keyakinan, kesedihan, dan harmoni dengan alam, menjadikannya elemen yang paling membekas meski film secara keseluruhan memiliki kelemahan dalam pengembangan karakter dan pacing.

Secara keseluruhan, The Vvaan: Force of the Forrest menawarkan pengalaman folklor India yang ambisius dengan durasi sekitar 165 menit. Film ini menarik buat kamu yang menyukai campuran mitos dan aksi, namun mungkin kurang memuaskan buat kamu yang mengharapkan narasi yang lebih ketat. Dengan rilis yang bertepatan di Indonesia, film ini memberikan kesempatan untuk menyaksikan interpretasi modern atas legenda lokal di layar lebar.

Rating pribadi: 7.8/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda