Ulasan

The Revolt of Arabia: Mengenal Revolusi Arab dan Perubahan Kekuasaan di Hijaz

The Revolt of Arabia: Mengenal Revolusi Arab dan Perubahan Kekuasaan di Hijaz
The Revolt of Arabia: Sejarah Revolusi Arab (Doc.Pibadi/Habibah)

Mempelajari sejarah Islam, terutama sejarah Timur Tengah, bukan sekadar mengetahui siapa yang berkuasa dan siapa yang kehilangan kekuasaan. Di dalamnya terdapat kisah tentang agama, nasab, politik, dan kepentingan wilayah yang saling berkaitan. Salah satu buku yang mengajak pembaca melihat persoalan tersebut adalah The Revolt of Arabia: Sejarah Revolusi Arab, karya Snouck Hurgronje yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Bagus Dwi Hananto.

Buku setebal 92 halaman ini memang tergolong tipis. Namun, pembahasannya tidak sesederhana jumlah halamannya. Pembaca diajak melihat pergolakan politik di Hijaz pada awal abad ke-20, terutama mengenai kedudukan Syarif Makkah dan hubungannya dengan Turki Utsmani.

Salah satu pembahasan menarik dalam buku ini adalah mengenai Syarif Makkah. Gelar Syarif berkaitan dengan keturunan Nabi Muhammad Saw., khususnya dari jalur Hasan bin Ali. Karena kedudukan tersebut, keluarga Syarif memiliki kehormatan sekaligus pengaruh penting dalam kehidupan masyarakat Makkah. Salah satu keluarga yang pernah berkuasa di Makkah adalah klan Syarif Katadah.

Kita dapat melihat bahwa kekuasaan politik di dunia Islam pada masa itu tidak selalu berjalan secara terpusat. Turki Utsmani memang memiliki kekuasaan atas wilayah yang luas, tetapi para penguasa lokal tetap mempunyai kewenangan dalam mengurus wilayahnya. Hubungan antara kekuasaan pusat dan penguasa lokal kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan politik Hijaz.

Pergolakan semakin terlihat ketika Syarif Hussein bin Ali melakukan pemberontakan terhadap Turki Utsmani pada 1916. Peristiwa yang dikenal sebagai Pemberontakan Arab tersebut berlangsung ketika Perang Dunia I sedang terjadi. Karena itu, perubahan politik di Jazirah Arab tidak dapat dipisahkan dari situasi internasional yang turut memengaruhinya.

Perjalanan kekuasaan Syarif Hussein kemudian mengalami perubahan besar. Setelah Khilafah Utsmani dibubarkan pada 1924, ia menyatakan dirinya sebagai khalifah. Namun, klaim tersebut tidak memperoleh dukungan luas. Kekuasaan Syarif di Hijaz akhirnya berakhir setelah Abdulaziz bin Saud menguasai Makkah pada 1925. Peristiwa ini menjadi salah satu bagian penting dalam munculnya kekuasaan keluarga Saud di Jazirah Arab.

Membaca pergolakan politik di Hijaz pada masa itu terasa masih relevan untuk direnungkan sekarang. Sejarah menunjukkan bahwa kekuasaan tidak pernah benar-benar abadi. Kedudukan yang tinggi, kehormatan karena garis keturunan, ataupun hubungan dengan penguasa besar tidak otomatis mampu mempertahankan sebuah pemerintahan ketika keadaan politik berubah.

Dari sini, kita dapat belajar bahwa sejarah tidak cukup dibaca untuk menghafal nama tokoh dan tahun terjadinya suatu peristiwa. Sejarah mengajarkan bagaimana manusia berhadapan dengan kekuasaan dan perubahan zaman. Kisah Syarif Hussein memperlihatkan bahwa politik sering kali tidak sederhana. Di dalamnya terdapat kepentingan wilayah, hubungan antarkekuatan, ambisi kekuasaan, dan keadaan masyarakat yang terus berubah.

Lebih jauh lagi, sejarah semacam ini mengingatkan agar tidak terburu-buru menilai peristiwa hanya berdasarkan keadaan yang kita lihat. Setiap zaman memiliki persoalan dan tantangannya sendiri. Apa yang terjadi di Hijaz lebih dari seabad lalu mungkin terasa jauh, tetapi jejak perubahan politiknya masih dapat dirasakan dalam perkembangan dunia Arab hingga sekarang. Dengan memahami latar belakangnya, kita dapat memandang berbagai persoalan dengan lebih utuh dan tidak mudah terjebak pada penilaian yang sederhana.

Pada akhirnya, The Revolt of Arabia: Sejarah Revolusi Arab bukan sekadar buku tentang Pemberontakan Arab. Buku ini mengajak pembaca melihat perjalanan panjang Hijaz serta perubahan kekuasaan yang membentuk sejarah Jazirah Arab. Dari masa lalu tersebut, kita dapat belajar untuk tidak berlebihan mengagungkan kedudukan dan kekuasaan. Sebab, sejarah berkali-kali memperlihatkan bahwa kekuasaan dapat berubah, sementara jejaknya tetap diwariskan kepada generasi berikutnya. Selamat membaca.

Identitas Buku

Judul: The Revolt of Arabia: Sejarah Revolusi Arab
Judul asli: The Revolt of Arabia
Penulis: Snouck Hurgronje
Penerjemah: Bagus Dwi Hananto
Penerbit: IRCISOD
Penerbit edisi asli: Knickerbocker Press, New York
Tahun terbit edisi asli: 1917
Cetakan: Pertama, Januari 2025
Tebal: 92 halaman
Ukuran: 14 x 20 cm
ISBN: 978-623-8108-80-0

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda