Ulasan

Ulasan Bapak Paling Jujur: Komedi Politik yang Menertawakan Janji Penguasa

Ulasan Bapak Paling Jujur: Komedi Politik yang Menertawakan Janji Penguasa
Film komedi 'Bapak Paling Jujur'. (Cinema 21)

Bapak Paling Jujur merupakan film komedi garapan Fajar Nugros di bawah naungan Studio Antelope. Film berdurasi hampir dua jam ini diadaptasi dari film Brasil berjudul O Candidato Honesto yang dirilis pada 2014. Ceritanya mengangkat kisah seorang calon gubernur yang mendadak tidak bisa berbohong, hingga berbagai rahasia yang selama ini ditutupi justru terbongkar di tengah kampanye. Film ini resmi tayang pada 15 Oktober 2026.

Andovi Da Lopez dipercaya memerankan Jonas Prakoso dan beradu akting dengan Soleh Solihun. Keduanya didukung oleh sejumlah pemain lain, seperti Claresta Taufan, Benidictus Siregar, Lolox, hingga presenter Indy Barends. Dengan balutan komedi dan sindiran sosial, film ini mengangkat persoalan ambisi, pencitraan, serta kebohongan yang kerap mewarnai dunia politik.

Ketika Janji Politik Berhadapan dengan Kejujuran

Adegan film Bapak Paling Jujur. (YouTube: Cinema 21)
Adegan film Bapak Paling Jujur. (YouTube: Cinema 21)

Kisah di dalam film ini mengajak kita mengikuti perjalanan seorang pria bernama Jonas Prakoso. Pria muda yang ambisius ini sedang berjuang keras memperebutkan kursi nomor satu dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Demi memenangkan hati para pemilih, Jonas bersama pasangannya yang bernama Sambodo rela melakukan apa saja, terutama membangun citra diri yang tampak sempurna, merakyat, dan tanpa cela di depan kamera media.

Sayangnya, semua taktik dan sandiwara politik yang sudah disusun rapi itu mendadak berantakan tanpa diduga. Menjelang hari pencoblosan yang krusial, Jonas terkena sebuah kejadian aneh setelah mendapatkan semacam kutukan dari neneknya sendiri. Kutukan mistis itu anehnya membuat mulut Jonas benar-benar terkunci untuk mengatakan hal-hal yang tidak benar, alias ia mendadak jadi orang yang sangat jujur.

Sejak saat itu, kehidupan Jonas berubah menjadi mimpi buruk bagi tim suksesnya, namun jadi hiburan luar biasa bagi masyarakat. Setiap kali ada wartawan yang menyodorkan mikrofon atau saat ia berdiri di atas panggung kampanye, Jonas selalu keceplosan membongkar semua niat terselubung, taktik kotor, bahkan rahasia pribadinya sendiri yang selama ini disembunyikan rapat-rapat.

Situasi makin tidak terkendali karena Jonas sama sekali tidak bisa mengerem kata-kata yang keluar dari bibirnya. Rekan duetnya, Sambodo, beserta seluruh tim pemenangan harus pontang-panting memutar otak untuk menyelamatkan elektabilitas mereka yang terancam hancur total akibat kejujuran blak-blakan dari sang calon gubernur.

Ulasan Film 'Bapak Paling Jujur'

Salah satu adegan film Bapak Paling Jujur. (YouTube: Cinema 21)
Salah satu adegan film Bapak Paling Jujur. (YouTube: Cinema 21)

Sejak awal, cerita film ini langsung berani menyenggol urusan yang biasanya membuat orang takut bicara terbuka. Panggung politik yang biasanya penuh pencitraan diubah menjadi arena bermain yang sangat kocak. Lucu saja melihat bagaimana sebuah kejujuran yang seharusnya jadi nilai baik, malah dianggap bencana besar buat politisi yang sedang haus kekuasaan.

Andovi Da Lopez di sini tampil mengesankan karena kelihatan total membawakan perannya. Stres dan pusingnya si Jonas langsung tersampaikan saat otaknya ingin berbohong demi menyelamatkan muka, tapi mulutnya malah blak-blakan berbicara jujur dengan suara lantang. Ekspresi wajahnya yang panik dan tertekan itu justru menjadi momen paling menghibur di sepanjang film.

Selain itu, interaksi antar pemain pendukungnya juga seru dan klop, terutama celetukan spontan dari Soleh Solihun. Mereka semua seperti sudah tahu porsi lucunya masing-masing, sehingga komedinya mengalir mirip obrolan seru di warung kopi yang biasa kita dengar tiap hari. Kekacauan dan kepanikan di dalam tim sukses saat menghadapi ulah jujur Jonas juga membuat suasana di dalam cerita jadi lebih kocak.

Bicara soal kekurangan, ada sedikit bagian yang menurutku bikin jenuh di pertengahan film karena alurnya agak lambat dan tebakan lucunya terasa mirip satu sama lain. Pola adegan saat Jonas keceplosan lalu timnya panik sempat diulang beberapa kali, sehingga kejutan lucunya agak berkurang di paruh kedua.

Terlepas dari itu, sindiran yang disajikan di film ini rasanya cocok dengan kondisi asli di sekitar kita sekarang. Beberapa dialog dalam film mengingatkan kita dengan tingkah para politisi yang sering menjadi perbincangan di media sosial. Menonton film ini rasanya seperti sedang menertawakan diri sendiri yang sering terkena harapan palsu dari janji-janji manis.

Overall, film ini punya cara tersendiri dalam menyampaikan pesan tentang kejujuran lewat komedi dan berbagai situasi kocak yang muncul sepanjang cerita. Ketika kebohongan tak lagi bisa disembunyikan, film ini memperlihatkan betapa rumitnya hubungan antarmanusia jika semua orang harus mengatakan apa adanya. Dari situ, muncul pertanyaan menarik tentang apakah kejujuran selalu membawa kebaikan, atau justru bisa menimbulkan masalah baru.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda