Ulasan

Review Tenzing: Kisah Nyata Perjuangan Pendaki Korban Diskriminasi Everest

Review Tenzing: Kisah Nyata Perjuangan Pendaki Korban Diskriminasi Everest
Poster film Tenzing. (IMDb)

Tenzing merupakan salah satu film drama biografi paling emosional yang rilis di tahun 2026 ini. Diangkat dari kisah nyata yang sangat legendaris, film ini menyoroti lika-liku perjalanan ekspedisi Mount Everest tahun 1953 yang selama ini sejarahnya lebih sering didominasi oleh sudut pandang penjelajah Barat.

Rilis secara global di platform Apple TV pada 16 Oktober 2026, film ini mencoba meluruskan sejarah lama yang sempat timpang. Disutradarai oleh Jennifer Peedom, film ini memasangkan aktor keturunan Tibet, Genden Phuntsok, dengan nama-nama besar Hollywood seperti Tom Hiddleston sebagai Sir Edmund Hillary dan Willem Dafoe sebagai Kolonel John Hunt. Kombinasi para pemeran ini sukses membawa atmosfer pendakian legendaris tersebut terasa begitu personal dan intim di layar.

Mimpi Besar di Tengah Diskriminasi dan Medan Maut

Salah satu adegan dalam film Tenzing. (IMDb)
Salah satu adegan dalam film Tenzing. (IMDb)

Kisah dimulai pada tahun 1920-an, saat Tenzing kecil tumbuh di dataran tinggi Tibet dan terpesona melihat rombongan pendaki asing yang ingin mendaki gunung suci Chomolungma (Everest). Pertemuannya dengan pendaki Inggris, George Mallory, memicu obsesi besar di hatinya untuk bisa berdiri di puncak tersebut suatu hari nanti. Namun, badai penyakit yang menyerang ternak keluarganya memaksa mereka mengungsi dan memulai kehidupan baru yang keras di Nepal.

Di tempat barunya, Tenzing harus menghadapi penolakan karena dianggap sebagai orang asing oleh komunitas Sherpa setempat. Meski berstatus sosial rendah dan buta huruf, impian masa kecilnya tidak pernah padam; ia terus mengasah keahliannya memahami medan gunung. Bakat alaminya mulai terbukti saat ia dipercaya membantu tim ekspedisi Swiss mencapai titik tertinggi yang belum pernah dijamah manusia.

Keberhasilan itu menarik perhatian pihak militer Inggris yang tengah menyusun strategi menaklukkan Everest pada tahun 1953 di bawah komando Kolonel John Hunt. Di tengah sistem hierarki kaku Inggris yang awalnya menempatkan warga lokal hanya sebagai pemikul barang, Tenzing berjuang keras membuktikan kapasitasnya. Berkat kegigihannya, ia akhirnya berhasil dipilih menjadi bagian dari tim inti pendaki.

Tenzing kemudian dipasangkan dengan Edmund Hillary, pendaki asal Selandia Baru yang juga merasa asing di tengah lingkaran elite Inggris. Keduanya berhasil membangun rasa saling percaya yang kuat saat berjuang melewati cuaca ekstrem dan jalur maut Khumbu. Perjalanan melelahkan ini mencapai puncaknya pada 29 Mei 1953, ketika mereka berhasil menapakkan kaki di puncak Everest sebagai pembuktian harga diri dan pemenuhan janji spiritual Tenzing.

Review Film Tenzing

Tom Hiddleston, Genden Phuntsok dan William Dafoe. (IMDb)
Tom Hiddleston, Genden Phuntsok dan William Dafoe. (IMDb)

Waktu pertama kali tahu film ini mau dirilis, jujur aku sempat skeptis. Takutnya film ini cuma bakal jadi drama petualangan klise yang menjual visual badai salju dan aksi heroik yang dilebih-lebihkan seperti film Everest kebanyakan.

Tapi begitu nonton sendiri, ternyata film ini terasa beda karena pembawaannya yang tenang, penuh hormat, dan nggak buru-buru pengen kelihatan keren lewat aksi laga ekstrem. Fokusnya benar-benar ditarik ke aspek manusianya, terutama pergolakan batin Tenzing.

Aku suka dengan cara film ini menggambarkan perbedaan cara pandang antara orang Barat dan masyarakat lokal terhadap gunung. Di saat orang-orang Inggris memandang Everest sebagai wilayah liar yang harus "ditaklukkan" demi nama bangsa dan ego, Tenzing justru melihat gunung itu dengan rasa takjub dan sakral.

Buat Tenzing, mendaki ke sana bukan buat menang atau sok berkuasa atas alam, tapi bentuk ibadah dan penyatuan spiritual dengan sang pencipta. Sudut pandang ini yang bikin nuansa filmnya terasa adem tapi magis di saat bersamaan.

Akting Genden Phuntsok di sini bener-bener keren. Tatapan matanya pas meranin Tenzing kecil sampai dewasa itu dapet banget, penuh determinasi tapi ada sisi kelembutan yang bikin kita sebagai penonton langsung bersimpati. 

Karakter Tenzing di sini juga nggak digambarkan sebagai pahlawan super yang tanpa takut, tapi sebagai manusia yang punya ambisi besar tapi tetap tahu sopan santun dan punya selera humor saat berhadapan dengan keangkuhan orang-orang kolonial.

Hubungan kemitraan antara Tenzing dan Edmund Hillary yang diperankan Tom Hiddleston juga dieksekusi dengan pas. Hiddleston mainnya rapi banget, meranin sosok Hillary yang jujur, apa adanya, tapi sebenarnya punya empati tinggi dan menghormati Tenzing sebagai rekan sejajar.

Konflik ego kelompok dan gesekan sosial di dalam kamp pendakian digambarkan dengan sangat baik, bikin kita paham kalau musuh terbesar mereka di atas sana bukan cuma badai salju, tapi juga kesombongan manusia.

Secara visual, sinematografinya benar-benar memanjakan mata. Keputusan tim produksi buat ambil gambar langsung di area Nepal dan kaki gunung Everest bikin atmosfer dingin dan megahnya terasa.

Sayangnya, ada satu hal yang agak mengganggu, yaitu musik latarnya. Musiknya emang bagus buat membangun tensi ketegangan di awal, tapi lama-lama berasa terlalu berisik di adegan-adegan penting. Pas adegan mereka nyampe puncak gunung, andai musiknya diganti suara angin sunyi, pasti adegan klimaksnya bakal jauh lebih sakral dan bikin merinding.

Yang terpenting, film ini berhasil jadi sebuah penghormatan yang sangat layak buat Tenzing Norgay yang selama puluhan tahun sejarahnya sering kali cuma jadi catatan kaki di bawah nama besar Edmund Hillary.

Kesimpulannya, nonton film Tenzing bikin aku sadar kalau pencapaian tertinggi manusia itu bukan soal seberapa tinggi tempat yang bisa kita daki, tapi seberapa besar kita bisa mempertahankan kemanusiaan dan rasa hormat kita terhadap alam serta sesama selama proses mendakinya.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda