Ulasan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan
Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan (Gramedia)

Buku Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan karya Teruko Kobayashi menghadirkan pandangan sederhana mengenai cara menjalani kehidupan dengan lebih bahagia dan damai. Melalui pengalaman panjangnya selama lebih dari lima dekade di dunia kecantikan Jepang, penulis menyampaikan berbagai pemikiran tentang kedewasaan, penerimaan diri, serta pentingnya menjaga harapan di tengah kesulitan. Buku nonfiksi yang memadukan memoar dan pengembangan diri ini mengajak pembaca memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari pencapaian besar, tetapi juga dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Awalnya, saya membaca buku ini hanya karena iseng dan ingin mengetahui apa yang sebenarnya dibahas di dalamnya. Saya tidak menyangka bahwa kisah serta pemikiran yang dibagikan Teruko Kobayashi justru memberikan banyak pelajaran berharga.

Pengalamannya selama puluhan tahun berkecimpung dalam industri kecantikan, ditambah pandangannya mengenai kehidupan masyarakat Jepang, membuat saya menyadari bahwa menjalani hidup dengan baik membutuhkan lebih dari sekadar penampilan menarik atau keberhasilan secara materi.

Salah satu hal menarik dari buku ini adalah pembagian prinsip kehidupan menjadi tindakan yang sebaiknya dihindari dan kebiasaan yang patut dipertahankan. Kobayashi mengingatkan pembaca agar tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran keberhasilan pribadi.

Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuat kita sulit menghargai apa yang telah dimiliki. Setiap orang mempunyai perjalanan, kesempatan, dan waktu berkembang yang berbeda sehingga tidak adil apabila semuanya diukur menggunakan standar yang sama.

Selain itu, penulis menekankan pentingnya menjauhi kesombongan, keinginan material yang berlebihan, serta kebiasaan terlalu mengkritik penampilan sendiri. Kita sering kali terjebak dalam keinginan untuk memiliki lebih banyak atau terlihat sempurna demi mendapatkan pengakuan orang lain. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat menguras energi dan mengurangi rasa syukur.

Perasaan iri terhadap keberhasilan orang lain pun tidak akan membawa kemajuan apabila hanya dipelihara. Daripada terus memikirkan pencapaian orang lain, kita dapat menggunakan waktu untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan kemampuan, dan memperbaiki kualitas diri.

Di sisi lain, Kobayashi mendorong pembaca untuk membangun kebiasaan yang mendukung kehidupan lebih positif. Menghargai hal-hal kecil, bersedia menerima pengalaman baru, mempunyai kegiatan yang disukai, serta mempertahankan senyuman ketika menghadapi masalah merupakan beberapa hal yang patut diterapkan. Ia juga mengingatkan pentingnya menyayangi diri sendiri tanpa harus menunggu menjadi sempurna. Bagi saya, pesan tersebut terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari karena terkadang kita terlalu sibuk memenuhi harapan orang lain hingga melupakan kebutuhan diri sendiri.

Buku ini juga mengajarkan bahwa usia bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Selama masih memiliki keinginan untuk belajar dan berkembang, selalu ada kesempatan untuk menemukan pengalaman baru. Masa lalu yang menyakitkan memang tidak mudah dilupakan, tetapi pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengambil keputusan yang lebih bijaksana. Kebahagiaan bukan berarti terbebas sepenuhnya dari kesedihan, melainkan kemampuan untuk tetap melangkah meskipun kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan.

Saya juga menyukai gagasan bahwa kesehatan mental perlu mendapatkan perhatian sebagaimana kesehatan fisik. Pikiran yang terus dibebani penyesalan, kecemasan, dan tuntutan berlebihan dapat membuat seseorang kehilangan semangat. Karena itu, menyediakan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, dan mengevaluasi diri menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan hidup.

Secara keseluruhan, Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan merupakan bacaan reflektif yang menyampaikan nasihat kehidupan melalui bahasa yang mudah dipahami. Buku ini mungkin tidak menawarkan gagasan yang sepenuhnya baru, tetapi kekuatannya terletak pada pengingat sederhana yang sering terlupakan ketika kita menghadapi kesibukan dan tekanan hidup.

Setelah membacanya, saya merasa bahwa hidup bahagia tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Kita dapat memulainya dengan berhenti membandingkan diri, belajar bersyukur, menghargai diri sendiri, dan tetap memelihara impian. Buku ini cocok bagi pembaca yang membutuhkan sudut pandang baru untuk menjalani kehidupan dengan hati yang lebih lapang.

Identitas Buku

Judul: Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan
Penulis: Teruko Kobayashi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020663920

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda