Ulasan

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi
Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi. (Gramedia)

Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi adalah karya fiksi satir besutan J.S. Khairen yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku setebal 328 halaman ini merupakan bagian dari jagat cerita "Kampus UDEL" yang membidik langsung bobroknya dunia kerja modern.

Alur ceritanya menampar romantisasi dunia korporat dengan menyajikan realita burnout, eksploitasi, dan drama pencarian jati diri (coming-of-age) khas masyarakat urban. Genre komedi satir sengaja dipilih penulis untuk menertawakan penderitaan para buruh kantoran yang terjebak dalam lingkaran setan hustle culture.

J.S. Khairen sendiri memang terkenal sebagai penulis Minangkabau yang bermulut tajam dan blak-blakan dalam menyentil isu sosial anak muda. Gaya bahasanya yang ngegas, santai, tapi menohok bikin novel ini sukses jadi "kitab suci" penyelamat bagi mereka yang sedang dihajar fase quarter-life crisis.

Lika-Liku Alumni Kampus UDEL Menghadapi Dunia Kerja

Cerita dalam novel ini mengangkat kelanjutan hidup para alumni dari Kampus UDEL (Universitas Dengan IPK Lumayan) yang sebelumnya berjuang habis-habisan demi lulus di buku pertama. Kini, Ogi, Ranjani, Arko, Juwisa, Sania, dan Gala harus menapakkan kaki di kerasnya aspal dunia nyata.

Mereka yang dulunya idealis saat mengenakan jaket almamater, kini dipaksa menghadapi kenyataan bahwa mencari uang dan mempertahankan harga diri di dunia kerja adalah dua hal yang sangat sulit disatukan.

Dinamika karier mereka digambarkan sangat kontras dan mewakili berbagai profesi anak muda zaman sekarang. Ada yang beruntung masuk ke dunia perbankan namun harus tersiksa oleh target harian yang tidak masuk akal di Bank EEK.

Ada pula yang mencoba peruntungan di jalur birokrasi dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) namun justru terjebak dalam lingkaran kemalasan sistemik, sementara karakter lainnya harus pontang-panting bertahan hidup sebagai pekerja lepas (freelancer) dan perintis usaha mikro.

Konflik mulai memuncak ketika politik kantor dan benturan kepentingan moral mulai menguji integritas masing-masing karakter. Mereka dihadapkan pada atasan-atasan yang manipulatif, rekan kerja yang siap menusuk dari belakang demi promosi jabatan, hingga sistem kerja yang merampas waktu personal mereka.

Istilah "Jongos Berdasi" di dalam buku ini benar-benar digambarkan lewat bagaimana para karakter ini harus membungkuk patuh pada perintah yang tidak manusiawi demi mempertahankan gaji bulanan.

Tidak hanya soal urusan dompet dan karier, J.S. Khairen juga menyelipkan bumbu-bumbu konflik personal dan romansa yang semakin rumit pascakampus. Hubungan asmara yang dulunya terasa manis saat kuliah, kini mulai digerogoti oleh tuntutan finansial, gengsi sosial, dan perbedaan status pekerjaan. Tekanan dari keluarga dan ekspektasi lingkungan sekitar membuat beban mental yang dipikul oleh geng alumni UDEL ini menjadi berlipat ganda.

Pada bagian akhir, buku ini membawa pembaca pada titik balik pemikiran para karakternya tentang apa arti kesuksesan yang sebenarnya. Lewat berbagai kegagalan, PHK, dan keputusan nekat untuk keluar dari zona nyaman (resign), mereka perlahan menyadari bahwa kebahagiaan tidak bisa diukur hanya dari seberapa tinggi jabatan atau seberapa mewah merek dasi yang mereka kenakan. Buku ini ditutup dengan sebuah pesan kuat tentang pentingnya memiliki kendali penuh atas hidup sendiri.

Review Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Membaca novel ini rasanya seperti sedang dicurhati oleh teman dekat sendiri tentang betapa pusingnya isi kepala mereka setelah lulus kuliah. J.S. Khairen benar-benar tahu cara mengemas obrolan seputar dunia kerja tanpa terkesan menggurui atau sok tahu. Bahasanya mengalir santai sekali, bikin kita yang membaca bisa langsung paham sama pesan yang ingin disampaikan tanpa harus mikir keras.

Sisi menarik buku ini ada pada penggambaran karakternya yang terasa nyata. Siapa pun yang sudah pernah mencicipi rasanya magang atau kerja kantoran pasti bakal senyum-senyum sendiri karena merasa familier dengan tipe-tipe orang di dalamnya. Dari urusan bos yang suka kasih tugas mendadak sampai rekan kerja yang hobi cari muka, semuanya ditulis lewat humor segar yang bikin cerita terasa makin hidup.

Alur ceritanya juga terbilang seru dan tidak bikin bosan karena temponya yang pas. Masalah-masalah yang diangkat pun sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari anak muda, mulai dari susahnya mengatur gaji bulanan yang pas-pasan, cemas memikirkan masa depan, sampai urusan asmara yang mendadak jadi rumit karena tuntutan hidup. Kedekatan cerita inilah yang bikin kita betah membaca lembar demi lembar sampai habis.

Meski begitu, ada sedikit bagian yang menurutku agak kurang greget. Karena cerita ini membawa banyak tokoh dari buku pertamanya, kadang fokus pembaca agak terpecah karena ceritanya harus melompat-lompat dari satu karakter ke karakter lain. Selain itu, ada beberapa konflik yang penyelesaiannya terasa agak instan, seolah-olah penulis ingin buru-buru menyudahi masalah tersebut agar cerita bisa terus berjalan.

Satu hal yang istimewa adalah bagaimana buku ini tidak mencoba menjual motivasi kosong agar pembaca nekat keluar dari pekerjaan mereka. Penulis justru mengajak kita untuk melihat realita dengan cara yang lebih dewasa. Kita diingatkan untuk tetap bertanggung jawab dengan pekerjaan yang dipilih, tapi jangan sampai mengorbankan kebahagiaan diri sendiri demi ambisi orang lain.

Kesimpulannya, Kami (Bukan) Jongos Berdasi adalah pilihan bacaan yang pas buat menemani waktu santai. Ceritanya ringan, menghibur, tapi tetap punya isi yang bermakna buat direnungkan. Buku ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah sibuknya mencari uang, kita tetaplah manusia biasa yang punya hak untuk bahagia dengan cara kita sendiri.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda