Ulasan
Novel Salt to the Sea: Mengenang Tragedi Maritim Terbesar dalam Sejarah
"Tenggelamnya Wilhelm Gustloff merupakan bencana paling mematikan dalam sejarah maritim, dengan korban jiwa melampaui apa yang dialami kapal-kapal terkenal: Titanic dan Lusitania. Tapi sungguh mengherankan karena sebagian besar orang tidak pernah mendengar hal itu." (Salt to the Sea, halaman 357).
Salt to the Sea adalah novel fiksi sejarah populer karya Ruta Sepetys, salah satu penulis fiksi sejarah yang terkenal atas dedikasinya dalam mengangkat tragedi besar sejarah dunia yang jarang disorot media ke dalam latar cerita novelnya. Dalam novel ini, Ruta Sepetys mengangkat tema tenggelamnya kapal MV Wilhelm Gustloff yang menjadi tragedi maritim terbesar sepanjang sejarah karena menelan korban jiwa hingga enam kali lipat lebih banyak dari Titanic, namun jarang diketahui oleh publik.
Dari novel Salt to the Sea, para pembaca menyadari bahwa dengan terjadinya perang baik itu berskala besar maupun kecil, korban terbesar selalu terjadi pada warga sipil terutama anak-anak dan perempuan. Membaca kisah ini menjadi salah satu bentuk penghormatan agar tragedi yang sama tidak pernah terulang kembali di masa depan.
Lalu, setiap empat tokoh utama dalam novel ini membawa rahasia dan trauma mereka masing-masing, membuat para pembaca belajar untuk lebih berempati terhadap sesama karena kita tidak akan pernah tahu apa yang sedang dihadapi dan diperjuangkan oleh orang lain.
Sinopsis Novel Salt to the Sea
Salt to the Sea berlatar di tahun 1945 yang saat itu tengah musim dingin, pasukan Uni Soviet telah menyerang Prusia Timur. Sebelumnya, Hitler mengizinkan para penduduknya untuk mengungsi ke wilayah lain yang lebih aman. Di tahun itu, Uni Soviet telah menguasai jalur darat dan udara. Satu-satunya jalur yang tersisa adalah dengan menggunakan kapal yang akan melewati semenanjung Laut Baltik. Hal itulah yang membuat mereka melakukan evakuasi laut besar-besaran di pelabuhan yang dikenal dengan Operasi Hannibal.
Cerita ini akan berpusat pada kisah dan sudut pandang dari empat orang anak muda dengan latar belakang dan dan rahasia berbeda. Di antara keempat anak itu ada Joana yang merupakan seorang perawat dari Lituania, Florian yang merupakan pencuri dari Prusia Timur, Emilia seorang gadis berusia 15 tahun dari Polandia, dan Alfred si pelaut dari Jerman.
Mereka berempat dipertemukan dalam sebuah kapal besar milik Jerman yang bernama Wilherm Gustloff, sebuah kapal yang diisi oleh pengungsi yang berasal dari berbagai negara di semenanjung Laut Baltik. kapal ini nantinya akan membawa mereka menuju Kiel, sebuah daerah yang dijadikan tempat pengungsian.
Bagaimana akhir dari kisah keempat orang itu? Apakah nantinya mereka akan sampai dengan selamat ke Kiel sebelum bencana kapal terjadi? Apa rahasia yang dimiliki oleh masing-masing empat orang itu?
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Salt to the Sea dinilai menarik karena mengangkat tragedi sejarah yang banyak dilupakan dan dibahas oleh orang lain. Dengan tema yang menarik perhatian dan didukung oleh riset detail sejarah yang akurat serta sentuhan fiksi emosional, membuat para pembaca mendapatkan banyak pengetahuan tanpa terasa membaca buku pelajaran.
Novel ini juga dibangun oleh empat sudut pandang tokoh remaja dengan latar belakang yang berbeda. Penulis mampu menggambarkan narasi dan dialog mereka sesuai dengan sifat dan karakter mereka masing-masing. Selain itu, gaya penulisan yang ringkas dengan setiab bab yang pendek membuat alur cerita terasa cepat, menegangkan, dan membuat pembaca terus merasa penasaran, sehingga sulit untuk berhenti baca di pertengahan novel.
Di sisi lain, mengingat novel ini diangkat berdasarkan sejarah nyata, sebagian pembaca merasa bahwa novel Salt to the Sea memiliki nuansa yang sangat kelam, tragis, dan mampu menguras air mata. Lalu, karena novel ini merupakan fiksi sejarah yang belum banyak diketahui oleh orang lain, sebagian para pembaca merasa bahwa novel ini terasa berat untuk dibaca, apalagi setelah melewati aktivitas seharian yang melelahkan.
Bagi para pembaca yang menyukai fiksi sejarah yang diangkat berdasarkan kisah nyata yang belum banyak diketahui oleh orang lain, alur yang cukup cepat, dan penuh kejadian menegangkan, maka Salt to the Sea akan jadi rekomendasi utama untuk dibaca. Namun, jika para pembaca kurang menyukai latar sejarah yang berat dan ingin membaca bacaan ringan, maka novel ini bisa dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: Salt to the Sea
- Penulis: Ruta Sepetys
- Tahun Terbit: Februari 2018
- Penerbit: Elex Media Komputindo
- Tebal: 384 halaman
- ISBN: 9786020454153
- Genre: Historical Fiction