Para komika alias stand up comedian Indonesia sepertinya benar-benar berupaya untuk mengeksplor sisi terjauh dari kemampuan mereka di dunia entertainment. Setelah sukses sebagai stand up comedian, mereka merambah ke dunia perfilman dengan menjadi aktor. Dan tak sampai di sana, mereka pun melebarkan sayap dengan menjadi penulis, produser, ataupun sutradara di dunia perfilman Indonesia.
Setelah Ernest Prakasa sukses menaklukkan dunia seni peran Indonesia dengan film-film ciamik yang ditelurkannya, kini, Muhadkly Acho, salah satu pelopor stand-up comedy Indonesia, mulai mengikuti jejak dari sang kolega menjadi sutradara.
Disadur dari laman filmindonesia, sang stand up comedian ini sejatinya bukanlah sosok yang baru di dunia seni peran. Rekam jejak Muhadkly di dunia perfilman Indonesia pun tak bisa dianggap main-main. Dirinya tercatat telah malang melintang di dunia perfilman Indonesia semenjak tahun 2014 lalu dengan membintangi film Luntang Lantung. Setelahnya, film-film tenar seperti Bajaj Bajuri the Movie, Catatan Akhir Kuliah, Koala Kumal, Cinta Laki-laki Biasa, hingga Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan, juga ada dirinya di dalamnya.
Bulan April 2022 mendatang akan menjadi salah satu bulan yang ditunggu-tunggu oleh Muhadkly. Pasalnya, film perdananya sebagai sutradara berjudul Gara-Gara Warisan, akan dirilis untuk umum. Pada film ini, selain menjadi sutradara, Muhadkly juga memegang peranan sebagai penulis scenario.
Sekadar informasi, pada film Gara-Gara Warisan, Muhadkly berkolaborasi dengan bintang-bintang film laris di Indonesia seperti Oka Antara, Indah Permatasari, Ge Pamungkas, Yayu Unru, dan Ira Wibowo. Sedikit bocoran, film Gara-Gara Warisan ini ceritanya berkutat antara perebutan warisan yang dilakukan oleh tiga saudara yang memiliki hubungan tak akur sedari dulu.
Adam (Oka Antara), Laras (Indah Permatasari), dan Dicky (Ge Pamungkas), harus bersaing memperebutkan warisan dari ayah mereka, Pak Dahlan (diperankan oleh Yaya Unru) berupa Guest House. Tentu saja hal ini membuat keluarga mereka bersedih. Namun, justru dari perebutan warisan inilah, perseteruan, dengki, dan dendam-dendam masa lalu mulai terungkap. Walah, malah jadi unexpected confession, ya!
Nah, untuk lebih lengkapnya, kita tunggu April mendatang, ya. Kita lihat, apakah sentuhan magis dari tangan Muhadkly Acho mampu mendatangkan banyak penonton di film perdananya sebagai sutradara ini? Patut untuk dinantikan bersama, ya. Karena biasanya, film-film ringan seperti ini yang menjadi salah satu favorit masyarakat.
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober
-
Sinopsis Seisei no Uzume, Drama Slice of Life Jepang Dibintangi Imoto Ayako
-
Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3
-
UNIS Ucap Perpisahan Lewat Milky Way: Berharap Bertemu Lagi di Masa Depan
-
Sacrifice Tayang 16 Oktober, Chris Evans Terjebak Kultus Anya Taylor-Joy
Terkini
-
Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak
-
Seni Mematikan Notifikasi: Saat Ketenangan Menjadi Kemewahan Baru bagi Gen Z
-
Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural
-
Review Kaiji: Final Game, Ketika Hidup Hanya Bisa Dimenangkan Orang Kaya
-
Intip Spek Huawei Mate 90 RS Ultimate: Kamera Periskop 200 MP dan Zoom Optik 12x Jadi Sorotan