Keputusan besar diambil oleh penjaga gawang andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes. Meskipun saat ini menjadi penjaga gawang andalan dari FC Dallas di pentas Major League Soccer, namun kiper berusia 27 tahun tersebut berani untuk keluar dari zona nyaman.
Seperti yang dilansir laman Suara.com (3/2/2026), penjaga gawang yang sukses mematahkan penalti pemain Arab Saudi di laga debutnya bersama Timnas Indonesia itu memilih untuk memulai tantangan baru dengan berpindah ke klub raksasa Liga Belanda, Ajax Amsterdam.
Maarten Paes sendiri selama ini menjadi penjaga gawang utama di FC Dallas, lantas, bagaimana kans pemain bernama lengkap Maarten Vincent Paes tersebut di klub barunya itu? Apakah dia akan tetap menjadi pilihan yang utama di tim sekelas Ajax Amsterdam?
Jika ada pertanyaan seperti ini mengemuka, saya pribadi tentunya akan menjawab dengan cukup yakin bahwa Maarten Paes berpotensi akan menjadi penjaga gawang utama di Ajax Amsterdam nanti.
Hal ini tentunya tak lepas dari beberapa alasan, termasuk kondisi internal sektor penjaga gawang yang kini dimiliki oleh de Amsterdammers tersebut.
Berdasarkan data dari laman transfermarkt.com, dengan bergabungnya Maarten Paes ke Ajax Amsterdam, klub yang menjadi representasi kekuatan sepak bola di ibu kota Belanda itu secara total memiliki empat penjaga gawang.
Selain Paes, ada Vitezslav Jaros, Joeri Heerkens dan Paul Reverson. Di antara keempat penjaga gawang tersebut, hanya Maarten Paes yang saat ini berada di usia emas seorang penjaga gawang yang biasanya terentang mulai usia 26 tahun hingga 36 tahun.
Selain itu, jika dibandingkan dengan tiga pesaingnya di Ajax, Maarten Paes juga menjadi yang paling matang. Memang, di tubuh Ajax sendiri saat ini ada Vitezslav Jaros yang berstatus sebagai pemain pinjaman dari Liverpool.
Namun patut untuk diingat, Jaros akan kembali ke Anfield pada 30 Juni 2026 mendatang, sehingga akan sangat riskan jika kubu Ajax benar-benar memberikan tempat utama di sektor ini kepadanya.
Karena nantinya, ketika Jaros ditarik kembali ke Liverpool, maka mereka akan mengalami "reset" posisi penjaga gawang karena sebelumnya bergantung pada si Jaros.
Berkenaan dengan hal itu, bukankah lebih baik jika Ajax memberikan tempat utama di sektor penjaga gawang kepada Paes? Karena jika nantinya Jaros pergi, hal itu tak akan memberikan kerugian yang signifikan bagi tim.
Selain Jaros, di Ajax juga masih ada Joeri Heerkens. Namun, penjaga gawang yang satu ini masih sangat minim pengalaman. Dengan usianya yang masih berada di angka 19 tahun, tentunya Joeri masih memerlukan banyak waktu dan pengalaman bertanding untuk bisa menjadi penjaga gawang yang matang.
Tak berbeda jauh dengan Joeri, Paul Reverson juga masih belum cukup matang untuk dijadikan penjaga gawang utama Ajax. Dengan usianya yang baru 21 tahun, Reverson masih memerlukan banyak waktu untuk berproses agar dirinya bisa menjadi penjaga gawang yang bisa diandalkan di kompetisi kasta tertinggi Liga Belanda sekelas Eredivisie.
Jadi, dengan situasi internal di Ajax Amsterdam yang seperti itu, kans Maarten Paes untuk mengambil alih posisi penjaga gawang utama tentunya akan terbuka sangat lebar bukan?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Maarten Paes Resmi Berseragam Ajax Amsterdam, Investasi Bagus?
-
Profil Jonathan Sirois: Kiper Rp5 Miliar Pengganti Maarten Paes di FC Dallas
-
Kedatangan Maarten Paes Bikin Suporter Ajax Kecewa Berat, Lho Ada Apa?'
-
Eks Pelatih Calvin Verdonk dan Eliano Reijnders Dirumorkan Bakal Latih Maarten Paes di Ajax
-
Efek Domino Maarten Paes, Ajax Amsterdam Korbankan Kiper Muda Berbakat
Hobi
-
Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS
-
Jadwal MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Kejar Hattrick, Aprilia Mengintai!
-
Prediksi Indonesia vs Thailand Malam Ini, Siapa Lebih Berpeluang Juara?
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?
-
Berharap Seri, Hull City Justru Bikin MU Kalah dan Putus Rekor 52 Tahun
Terkini
-
Mengenal Sisi Ramah dari Kegelapan Lewat Buku Bergambar Karya Lemony Snicket
-
Power Crazy Ms Wiz: Petualangan Kocak yang Mengajarkan Arti Kekuasaan
-
Dari Tepian Barito ke Atap Warga: Jeritan Bekantan yang Kehilangan Habitat
-
Masjid Agung Kota Kediri: 200 Tahun Berdiri, Meski Berkali-kali Renovasi
-
Review Petualangan Sherina: Nostalgia Masa Kecil yang Tak Lekang oleh Waktu