Setelah cukup sukses dengan film adaptasi kartun dari Jakarta Pos yang pertama berjudul DOA (Doyok-Otoy-Ali Oncom): Cari Jodoh, film DOA yang kedua pun pada akhirnya dirilis pada tahun 2019 dengan judul DOA 2: Mendadak Kaya. Jika di film pertama lalu jalan cerita utamanya berkenaan dengan usaha tiga sekawan ini dalam mencarikan jodoh bagi Doyok, nah, di film kedua, tema yang diangkat lebih ke permasalahan sosial, ekonomi dan kemasyarakatan. Apalagi kalau bukan permasalahan keluarga, hubungan cinta, dan keuangan.
Di film kedua ini, Ali Oncom (diperankan oleh Dwi Sasono) sedang memiliki permasalahan finansial akut dan menjadi buruan para debt collector. Masalah tersebut semakin bertambah ketika Yuli (diperankan oleh Jihane Almira) sang pacar, ingin agar segera dinikahi karena sudah bosan berpacaran. Sementara Otoy (diperankan oleh Pandji Pragiwaksono), juga memiliki permasalahan yang tak kalah pelik. Dirinya terancam diceraikan oleh Eli (diperankan Nirina Zubir), istrinya, dan diusir dari rumah karena tak pernah emberikan nafkah kepada keluarga. Tak berbeda jauh dengan Doyok (diperankan oleh Fedi Nuril), dirinya juga harus menanggung beban ganti rugi puluhan juta karena secara tak sengaja membakar warung kopi yang menjadi mata pencaharian dari Mang Ujang (diperankan oleh Ence Bagus).
Masalah mereka bertiga sama, yakni finansial alias ekonomi, dan dituntut harus bisa mendapatkan uang dalam waktu yang singkat. Karena tuntutan itulah, maka tiga sekawan kita ini pada akhirnya harus melakukan aksi tipu-tipu, mulai dari menyamar menjadi pengemis, hingga menjadi pengamen waria demi bisa mengumpulkan uang dengan cepat.
Namun, peruntungan mereka berubah, ketika pada suatu hari, mereka yang tengah mencari pekerjaan tetap, terlibat dalam pertarungan dan transaksi misterius antargangster. Sebuah peristiwa yang tak disangka oleh mereka, membuat ketiganya justru pada akhirnya berhasil membawa kabur uang miliyaran rupiah dan mengubah mereka bertiga menjadi kaya secara tiba-tiba. Karena uang tersebut, segala permasalahan yang mereka hadapi pun pada akhirnya terselesaikan, dan bahkan membuat ketiganya menjadi kesayangan warga kampung tempat mereka tinggal.
Dengan singkat, gaya hidup mereka bertiga pun berubah. Mereka berfoya-foya menghabiskan uang yang didapat, dan juga mulai berlagak seperti orang kaya. Namun dibalik semua itu, kekayaan yang mereka dapatkan ternyata membawa dampak yang buruk. Sebuah peristiwa besar berujung petaka, tengah menantikan mereka di kemudian hari. Kira-kira petaka apa ya? Bisakah mereka bertiga menghadapinya dengan baik? Jawabannya ada di film DOA 2: Mendadak Kaya ini ya!
Bagi yang ingin menyaksikan film ini, bisa langsung menuju layanan streaming kesayangan masing-masing ya!
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
Entertainment
-
Laris Manis! Konser EXO Planet #6 'EXhOrizon' di Jakarta Resmi Tambah Hari
-
5 Film Baru di Bulan April, Ada The King's Warden dan Project Hail Mary
-
7 Artis Papan Atas Ini Didapuk Jadi Bridesmaids Syifa Hadju, Siapa Saja?
-
ADOR Benarkan Keberadaan NewJeans di Denmark, Comeback Makin Dekat?
-
Park Shin Hye Hamil Anak Kedua, Siap Sambut Kelahiran pada Musim Gugur
Terkini
-
Economy Hingga Universal Basic Income: Beranikah Indonesia Mengubah Konsep UMR 8 Jam Kerja?
-
"Skripsi yang Baik Adalah Skripsi yang Selesai": Curhat Mantan Mahasiswa Si Paling Perfeksionis
-
Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta
-
Rahasia The Power of Habit, Mengapa Niat Saja Tidak Cukup untuk Berubah Jadi Lebih Baik?
-
Novel Damar Kambang, Mencari Kebebasan di Balik Tabir Adat