Memiliki banyak uang dan hidup berkecukupan merupakan sebuah impian bagi sebagian besar manusia yang hidup di dunia ini. Berbagai profesi pun memiliki impian yang sama mengenai kemerdekaan finansial yang diidam-idamkan tersebut. Tak terkecuali mereka yang berprofesi di dunia militer, yang tak ada bedanya dengan kehidupan manusia yang memiliki profesi lain. Iya, meskipun profesi yang dilakoninya merupakan profesi yang dipandang oleh masyarakat awam penuh dengan kewibawaan, namun para prajurit personel militer tak bisa menghindari godaan uang melimpah, terlebih jika hal tersebut bisa didapatkan dengan cara cuma-cuma. Dan hal inilah yang menjadi benang merah film produksi Korea Selatan berjudul 6/45.
Film yang bergenre komedi satir ini menceritakan tentang pertemuan tak terduga para prajurit korea Selatan dan Korea Utara di garis demiliterisasi antar dua negara. Seperti hari-hari biasanya, suasana perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan terlihat sepi dan hampir tak ada aktifitas. Hanya para prajurit penjaga saja yang tampak melaksanakan kewajiban mereka terhadap negara.
Namun, ketenangan tersebut terusik ketika sebuah lotere yang berisikan hadiah utama tertiup angin dan melewati Demilitarized Zone atau garis pembatas antara Korea Utara dan Korea Selatan. Kertas lotere yang memiliki nilai hadiah sebesar 5,7 miliar won atau sekira dengan 65 miliar rupiah tersebut tertiup angin dari Korea Selatan ke Korea Utara. Para prajurit Korea Selatan yang mengetahui hal tersebut, tentu saja tak mau melepaskannya begitu saja. Dengan nekat, mereka mengejar kertas lotere tersebut meski mereka harus menembus garis larangan dan masuk ke wilayah demiliterisasi dua Korea. Dan permasalahan mulai timbul ketika ternyata, mereka bertemu dengan para tentara Korea Utara yang secara diam-diam juga masuk ke sana dengan tujuan yang sama, sehingga tercipta ketegangan di antara kedua kubu!
Nah, bagaimana ya akhir dari kisah kedua kubu tentara yang berasal dari dua negara berseberangan ini? Apakah akan tercipta baku tembak, atau baku hantam? Atau justru tercipta momen-momen kocak yang mengocok perut? Tentu saja semuanya akan terjawab di film berjudul 6/45 ini ya teman-teman!
Namun, jika melihat genre dari film 6/45 ini yang terdefinisi sebagai sebuah film komedi, bisa jadi akan terdapat balutan-balutan komedi yang bisa memanjakan kita semua, ya. Namun jangan terlalu yakin dalam menduga, karena seperti yang kita tahu, meskipun genrenya drama, kadang ada twist yang sama sekali tidak kita duga. Jadi, kita tunggu bersama-sama ya perilisan resminya di bulan Agustus 2022 mendatang!
Baca Juga
-
Piala Asia U-17 Matchday 1: Pasukan Garuda Muda Berjaya di Tengah Raihan Minor Wakil ASEAN
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda
-
4 Skema Warisan STY di Timnas U-17 yang Sukses Jungkalkan Korea Selatan, Apa Saja?
-
Piala Asia U-17: Ketika Anak-Anak Garuda Tak Sengaja Permalukan Pundit Sepak Bola Senior
Artikel Terkait
-
Makin Menua, Potret Jackie Chan di Film Karate Kid: Legends Tuai Sorotan
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Start Manis di Piala Asia U-17, Bukti Indonesia Punya Bibit Bertalenta?
-
Sinopsis Film 'Virus', Bae Doona Terjangkit Virus yang Bikin Jatuh Cinta
-
Film Tron: Ares - Saat Dunia Digital Bersanding dengan Dunia Nyata
Entertainment
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Sinopsis Film 'Virus', Bae Doona Terjangkit Virus yang Bikin Jatuh Cinta
-
5 Rekomendasi Anime tentang Karakter Biasa yang Mendadak Jadi Sekuat Dewa
-
Film Tron: Ares - Saat Dunia Digital Bersanding dengan Dunia Nyata
-
4 Drama dan Film China Garapan Sutradara Guo Jingming, Semuanya Booming!
Terkini
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
-
Women in STEM, Mengapa Tidak?