Kalau lagi bahas salah satu webcomic berjudul "a Stepmother's Marchen", pasti langsung bakal keinget sama sosok hebat Marchioness Shuli Von Neuschwanstein. Andai kata ada nominasi untuk menobatkan sosok ibu terkeren di dunia per-manhwa-an, Shuli bisa jadi salah satunya nih.
Bergenre kerajaan, komik satu ini punya gaya art yang cukup serius dan detail banget. Penggambaran karakter juga cukup realistis. Meskipun begitu, komik satu ini punya alur yang seru dan gak ngebosenin. Terutama kalau kamu udah ketemu sama empat sosok anak tiri Shuri.
Menceritakan tentang kehidupan Shuri yang berakhir tragis di kehidupan pertamanya, Shuri kembali mengalami kehidupan keduanya. Tak mau lagi mati sendirian dan dibenci anak tirinya. Di kehidupan kali ini Shuri bertekad untuk mendapatkan kasih sayang anak-anaknya.
Punya cerita yang sama dengan kehidupan pertamanya. Shuri yang hanya anak biasa, dijodohkan dan menikah dengan bangsawan bernama Yohanes saat usianya 14 tahun. Shuri yang dinikahi pria yang jauh lebih tua darinya, punya pembawaan yang jauh lebih dewasa dari anak seusianya.
BACA JUGA: Rekomendasi 5 Webcomic dengan Plot Super Seru dan Gokil Abis!
Di usia ke-16 tahun, Yohanes meninggal dan menyerahkan kekuasaannya pada Shuri sebagai pemimpin keluarga. Ia yang dulunya begitu berjarak dan renggang dengan anak-anaknya, kini mulai mendekati mereka.
Punya usia yang hanya berbeda 2 tahun saja dari anak tiri pertamanya, Jeremy, mungkin itu yang membuat keduanya cukup canggung di awal pendekatan Shuri sebagai ibu. Namun, karena kedewasaan Shuri, ia pun akhirnya berhasil mendapatkan hati anak-anaknya.
Mulai dari Jeremy si anak sulung yang gampang emosi kalau ketemu Nora tapi pembawaannya cukup kalem di hari biasa; Elias si tipe humoris-romantis tapi songongnya gak ketulungan; serta dua bocil kembar pengantin yakni Leon dan Rachel yang aktifnya di luar nalar.
Setelah dekat dengan keempat anak tirinya, masalah Shuri tak berhenti di situ saja. Ia yang seorang Marchioness juga cukup sibuk memikul tanggung jawab yang berat sebagai pemimpin. Belum lagi para bangsawan yang memandangnya rendah dengan niat jahat terselubung yang begitu kentara.
Tapi di balik setiap masalah itu, ada sosok Nora von Nürnberg, anak dari sahabat Yohanes yang usianya sama dengan Jeremy, anaknya. Berbeda dengan Jeremy, Nora tumbuh dengan pembawaan yang lebih dewasa dan membuat Shuri memandangnya sebagai teman sebaya.
Kalian bakalan speechless pas melihat bagaimana Jeremy dan Nora, serta 3 anak tengil Shuri melindungi ibunya dari si pangeran hidung belang Theobald von Baden Bismarck. Perjuangan Shuri dalam menjadi sosok ibu tunggal juga nggak main-main kerennya. Pokoknya komik satu ini nggak boleh kelewatan deh!
Baca Juga
-
Efisiensi atau Diskriminasi? Membaca Ulang Preferensi Rekrutmen Perusahaan
-
Perjuangan Orang Tua di Balik Antrean PPDB: Antara Pendidikan Anak dan Dompet yang Menipis
-
Satu Makan Siang dan Kenangan Cinta Pertama di Buku Makan Siang Okta
-
Sekolah Bukan Pabrik Nilai, Melainkan Tempat Menumbuhkan Potensi
-
Duka Bukan Pesta: Sudahi Kebiasaan Membebani Keluarga yang Berduka
Artikel Terkait
-
Ibu Julia Perez Pendarahan di Otak Akibat Ditabrak Pemotor, Kepala Sri Wulansih sampai Disuntik Dokter
-
CEK FAKTA: Pangeran Arab Wariskan Benda Ini untuk Ibu Ida Dayak Sebelum Pulang ke Indonesia?
-
CEK FAKTA: Tukul Arwana Hadiahi Umrah Ibu Ida Dayak Usai Sembuh
-
Cek Fakta : Akibat Ulah Pesulap Merah, Ibu Ida Dayak Berhenti Mengobati Pasien!
-
CEK FAKTA: Raffi Ahmad Bawa Ibu Ida Dayak untuk Sembuhkan Lesti Kejora
Entertainment
-
Park Ju Hyun Berpeluang Bintangi Drakor Sigor Amour Bersama Kim Ji Hun
-
Akhirnya! Film Wicked: For Good Resmi Hadir di Netflix Mulai 20 Juli
-
Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Ada Jakarta! T.O.P Rilis Jadwal Tur Fan Meeting Asia, T.O.P PRE-STUDIO 2026
Terkini
-
Cengkeraman Penjajah dan Cita-cita Seni: Konflik Batin Pangeran dari Timur
-
Review Film Tuner: Thriller yang Menyeimbangkan Drama dan Aksi Kriminal!
-
Tim Favorit Justru Paling Tertekan di Piala Dunia 2026, Benarkah?
-
Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim
-
Satu Program, Seribu Panggung: Jejak Narasi MBG dalam Pidato Prabowo