Imbas dari video tertawakan upacara HUT ke-78 RI, Mayang dilaporkan oleh seorang pengacara ke pihak yang berwajib lantaran dinilai penghinaan dan merendahkan simbol-simbol negara.
Pengacara Jaenudin mengungkapkan bahwa Mayang telah dilaporkan ke polisi terkait videonya bersama rekan-rekannya yang tengah menonton siaran langsung upacara kemerdekaan RI di televisi dan terlihat tertawakan upacara tersebut.
“Kedatangan saya ke Polda terkait somasi terbuka yang sudah saya layangkan sebelumnya lewat media juga. Hari ini saya telah melaporkan saudara Mayang dan Lolly, dan tadi juga diterima dengan baik oleh tim penyidik. Dan akhirnya laporan sudah kita terima ya dengan dugaan penghinaan," ujar Pengacara Jaenudin, dikutip dari unggahan akun instagram @lambe_turah pada Minggu (27/8/2023) lalu.
"Karena bagaimana pun dalam video tersebut sedang berlangsung upacara 17 Agustus dan di dalam itu juga terdapat simbol simbol negara seperti lagu kebangsaan, bendera, bahkan di situ juga ada presiden,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tingkah laku Mayang dan teman-temannya dalam video tersebut dinilai tidak semestinya dan terkesan tidak menghargai upacara bendera yang sedang berlangsung tersebut.
“Seperti yang kita ketahui di dalam video itu, mereka mereka ini telah melakukan tindakan tindakan yang tidak semestinya, pada saat penghormatan bendera merah putih. Jadi sudah resmi kita laporkan, bisa diperlihatkan laporannya ini,” ujar Pengacara Jaenudin lebih lanjut sembari memperlihatkan surat laporan tersebut kepada awak media.
Pengacara Jaenudin juga menambahkan ancaman hukuman berupa penjara dan denda berdasarkan pasal yang dilanggar oleh Mayang cs.
“Jadi kita laporkan dengan dugaan penghinaan dan merendahkan simbol-simbol negara, Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 pasal 66 dengan ancaman 5 tahun penjara ataupun denda 5 miliar rupiah,” jelas Pengacara Jaenudin kemudian.
Hal ini pun mendapat tanggapan yang ramai dari para netizen. Banyak yang menyampaikan rasa keberatan mereka dengan aksi Mayang dan teman-temannya yang dinilai tidak bisa menghargai kemerdekaan.
“Peringatan kemerdekaan ditertawakan oleh warganya sendiri yang menikmati kenyamanan kemerdekaan. Siapa pun orangnya ‘Anda tak bermoral, pendidikan, dan etikamu buruk,’” ujar seorang netizen dengan nama akun @d***.
“Yang banyak cengengesan sama nertawain yang video, yang jadi headline si Mayang, sebenernya mungkin kalo gak ke up ini bukan masalah, masalahnya ini di-up media ya pastilah, apalagi banyak yang gak suka Mayang,” ujar pemilik akun @a***.
Baca Juga
-
Ikuti Perjalanan Hampa Kehilangan Kenangan di Novel 'Polisi Kenangan'
-
3 Novel Legendaris Karya Penulis Indonesia, Ada Gadis Kretek hingga Lupus
-
Geram! Ayu Ting Ting Semprot Netizen yang Hujat Bilqis Nyanyi Lagu Korea
-
Haji Faisal Akui Sempat Syok dengan Konten Atta Halilintar yang Disebut Netizen Sentil Fuji
-
Outfit Bandara Seowon UNIS Jadi Sorotan, K-netz Perdebatkan Usia Debut
Artikel Terkait
-
Mendak Tirta dan Pradaksina: Makna Mendalam Ritual Umat Hindu di Prambanan Jelang Nyepi
-
Usai Ngaku Punya Anak dari Ridwan Kamil, Lisa Mariana Kini Ribut dengan Jeje Slebew
-
Mayang Bantah Outfit di Dubai Tiru Jennifer Coppen: Aku Cari-Cari Sendiri
-
Outfit Mayang Saat Main di Gurun Pasir Dubai Dituding Jiplak Jennifer Coppen
-
Arti Tepung Tawar Perdamaian, Tuntutan Dari Sultan Palembang untuk Willie Salim
Entertainment
-
4 Drama Jepang yang Tayang Bulan April 2025, Siap Masuk Watchlist Kamu
-
Sinopsis Drama Shine on Me, Drama Romantis yang Dibintangi Zhao Jin Mai
-
3 Drama China yang Dijadwalkan Tayang April 2025, Mana yang Kalian Tunggu?
-
Choo Young Woo Digaet Bintangi Drama Korea Garapan Sutradara Crash Landing on You
-
Ada Lagu Loser, Mark NCT Usung Vibe Easy Listening di Album The Firstfruit
Terkini
-
Film 6/45: Perebutan Tiket Lotere yang Berakhir Serangkaian Negosiasi Kocak
-
Ulasan Film China Just for Meeting You: Manisnya Romansa Remaja saat SMA
-
Review The Residence: Serial Whodunit Seru dengan Sentuhan Komedi
-
Capai Semifinal Piala FA, Pelatih Nottingham Forest: Kami Sangat Bahagia!
-
Jalan Terjal Politik Ki Hajar Dewantara: Radikal Tanpa Meninggalkan Akal