Aktris Jang Da Ah yang belakangan ini populer lewat drama Korea 'Pyramid Game' telah menyebutkan bahwa ia berencana untuk dikenal publik tanpa embel-embel "Kakak Perempuan Jang Wonyoung IVE".
Hal itu diungkapkan Jang Da Ah dalam sebuah wawancara dengan TV News setelah drama 'Pyramid Game' berakhir.
“Saya sangat bersyukur dan senang memiliki kesempatan untuk memainkan karakter hebat dalam karya yang luar biasa setelahnya. jangka waktu yang lama bermimpi untuk menjadi seorang aktris,” tutur Jang Da Ah seperti dikutip dari KBIZoom pada Kamis (27/3/2024).
Selanjutnya, Jang Da Ah juga berbicara mengenai popularitas adiknya, Jang Wonyoung, yang menjadi tekanan tersendiri baginya yang ingin meniti karier sebagai aktris.
“Saya telah bermimpi untuk berakting sejak lama. Untuk mencapai impian saya, saya kurang memperhatikan hal-hal lain. Sebaliknya, saya hanya fokus menampilkan karakter saya dan memuaskan penonton dengan peran pertama saya. Keluarga saya sangat menikmati ‘Pyramid Game’, jadi tidak ada lagi yang ingin saya katakan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Jelas bahwa saya akan dipanggil dengan sebutan seperti itu (Kakak Perempuan Jang Wonyoung) ketika saya pertama kali debut dengan sedikit pengakuan. Saya menerima dan memahami hal itu, meskipun bukan itu yang saya inginkan.”
Menurut Jang Da Ah, ia akan membangun citranya sebagai aktris yang baik agar terlepas dari gelar "Kakak Perempuan Jang Wonyoung". Ia ingin dikenal oleh publik sebagai aktris yang memiliki talenta tanpa dibayangi oleh ketenaran adiknya.
“Yang paling penting adalah membangun namaku sendiri sebagai seorang aktris, dan begitu aku mencapainya, gelar 'Kakak Perempuan Jang Wonyoung akan hilang dengan sendirinya”, pungkas Jang Da Ah.
Sementara itu, akting Jang Da Ah sebagai Baek Ha Rin dalam 'Pyramid Game' banyak mendapatkan ulasan bagus. Banyak orang yang tidak menyangka bahwa 'Pyramid Game' adalah drama pertamanya.
Jang Da Ah dinilai sangat cocok memerankan karakter Baek Ha Rin. Ia digadang-gadang akan menjadi aktris yang kebanjiran job. Kini, para penggemar pun antusias menunggu proyek selanjutnya dari Jang Da Ah.
Baca Juga
-
Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?
-
Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia
-
Satu Porsi Sehari Bukan Solusi: Logika MBG di Tengah Beban Makan Keluarga
-
Ulasan Red Swan: Kisah Kehidupan Elite yang Dibangun dari Perebutan Kuasa
-
Membaca Daya Beli dari Antrean SPBU: Potret Ekonomi di Balik Pilihan BBM
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis Coyote vs. Acme, Debut dengan Skor Tinggi dan Tuai Pujian Kritikus
-
Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus
-
Gunil Keluar dari Xdinary Heroes, Agensi: Akan Lanjut dengan 5 Anggota
-
Intens Tapi Groovy, NCT 127 Ungkap Pesan dan Energi Positif di Album BLINGY
-
Sukses Besar! Tim Produksi Ungkap Keinginan Buat Sekuel The Breakfast Club
Terkini
-
Arsip Angin dan Janji yang Tertunda
-
Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK
-
Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les