Versi restorasi film dokumenter ikonik The Beatles tahun 1970, "Let It Be", membawa kegembiraan besar bagi para penggemar band legendaris tersebut. Setelah beberapa dekade menghilang dari peredaran, film ini kembali ke hadapan publik dalam bentuk yang telah direstorasi sepenuhnya.
"Let It Be" pada zamannya, diarahkan oleh Sutradara Michael Lindsay-Hogg, yang mana merekam sesi rekaman album terakhir The Beatles dan dirilis hanya beberapa minggu setelah pengumuman pembubaran mereka. Sekarang, dengan versi restorasi yang mengagumkan, sehingga para penggemar dapat kembali menikmati momen-momen bersejarah ‘mereka’ dengan kualitas gambar dan suara yang jauh lebih baik.
Proyek restorasi ini menjadi kenyataan berkat kerja tim produksi Peter Jackson, yang sebelumnya sukses dengan seri mini dokumenter The Beatles: Get Back yang rilis 2021. Dengan campur tangan teknologi canggih ‘alat de-mixing’, yang digunakan dalam The Beatles: Get Back untuk memulihkan footage lama, kini diterapkan pada "Let It Be". Hasilnya sangat mengejutkan. Teknologi canggih itu menghasilkan kualitas gambar dan suara yang nyaris sempit.
Proses restorasinya dijanjikan akan bisa memberikan pengalaman nonton yang lebih imersif bagi penonton, dan memungkinkan penolakan untuk melihat dan mendengar detail-detail yang mungkin terlewatkan sebelumnya.
"Let It Be", sejauh ini, tampaknya nggak hanya sebatas dokumentasi dari proses kreatif The Beatles saat merekam album terakhir mereka, tapi juga menggambarkan dinamika internal yang penuh tekanan di antara anggota band. Film ini tentunya dibuat untuk menyampaikan dan menangkap momen-momen ketegangan dan konflik antar anggota, tetapi juga menampilkan keakraban dan kecintaan ada di antara mereka. Dari diskusi hangat hingga momen-momen musikal yang mengesankan, "Let It Be" seharusnya bisa menawarkan pandangan yang intim dan jujur tentang kehidupan dalam sebuah band legendaris.
Premier versi restorasi "Let It Be" bakal tayang di Disney+ Hotstar pada 8 Mei 2024. Kini, dengan kualitas yang telah ditingkatkan secara signifikan, penggemar baru dan lama dapat menikmati salah satu bab penting dalam sejarah musik dengan pengalaman nonton yang lebih baik.
Bukan hanya sebagai karya tunggal, "Let It Be" dan seri dokumenter "The Beatles: Get Back" dapat dianggap sebagai dua bagian dari satu cerita epik. Dengan "Let It Be" sebagai puncak dari "Get Back", dan "Get Back" memberikan konteks yang sangat dibutuhkan untuk memahami "Let It Be", keduanya saling melengkapi dengan sempurna. Bagi penggemar, ini adalah kesempatan untuk menggali lebih dalam ke dalam dunia The Beatles dan merayakan warisan musik mereka.
Nah, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan kembali momen-momen nggak terlupakan dari The Beatles dalam versi yang telah diperbaharui, ya. Kayaknya bakal seru dan mengandung bawang nantinya. Eh.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
Review Norma - Antara Mertua dan Menantu: Film Selingkuh Menariknya Apa?
-
Review Surga di Telapak Kaki Bapak: Drama Keluarga Spesial Lebaran
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
Artikel Terkait
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
Apa Itu Manten Tebu? Tradisi yang Diangkat dalam Film Pabrik Gula
-
Nonton Film Jumbo dengan DANA Kaget Gratis Hari Ini, Simak Tutorialnya
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?