Aktor Park Sung Hoon baru-baru ini menerima kritikan keras terkait kolaborasi terbarunya dengan Burger King.
Menyusul kesuksesan drama Korea 'Queen of Tears' dan 'The Glory' yang membuat namanya naik daun, Park Sung Hoon mendapatkan banyak tawaran proyek baru, termasuk kolaborasi iklan dengan merek-merek terkenal.
Pada tanggal 1 Juli lalu, sang aktor mengumumkan kolaborasinya dengan jaringan makanan cepat saji Burger King. Park Sung Hoon mengumumkannya melalui video Instagram, dengan tulisan "Coming Soon" dan menunjukkan kemampuan aktingnya dalam klip tersebut.
Meskipun suara berat sang aktor sangat mempesona, namun banyak penggemar yang kecewa karena Burger King merupakan salah satu brand yang masuk ke dalam daftar boikot BDS untuk mendukung gerakan pro Palestina.
Mengutip dari KpopStarz, jaringan waralaba Burger King Israel menyediakan makanan gratis kepada militer Israel saat mereka melakukan serangan mematikan terhadap warga sipil di Jalur Gaza, Palestina.
Video unggahan Park Sung Hoon pun dibanjiri oleh komentar bernada kecewa dari penggemar dan mendesaknya untuk menghormati boikot terhadap brand tersebut.
“Maaf Oppa, aku tidak bisa mengikutimu lagi, kamu pilih mereka, aku pilih Palestina,” tulis salah satu penggemar.
"Aku ingin mengatakan aku mencintaimu tetapi kamu mengecewakanku," sahut penggemar yang lain.
"Kamu berkontribusi dalam pembunuhan anak-anak itu. Kamu telah dibenci," penggemar lainnya menimpali.
Kritik tersebut tidak hanya menyebar di Instagram, tetapi juga ke platform media sosial lainnya seperti X (sebelumnya Twitter).
Beberapa pihak mengklaim bahwa merek-merek yang ada dalam daftar boikot secara khusus menargetkan industri hiburan Korea, mengingat basis penggemar K-pop dan drama Korea yang militan.
Beberapa waktu yang lalu, boy grup NCT juga mendapat kritikan keras lantaran berkolaborasi dengan Starbucks. Baru-baru ini, aespa juuga membuat penggemar kecewa setelah mengumumkan kerja sama dengan McDonald's Jepang dan terang-terangan mempromosikan item terbaru mereka.
Para penggemar merasa bahwa agensi hiburan di Korea tidak peduli dengan isu kemanusiaan yang terjadi di belahan dunia lain dan hanya memikirkan keuntungan pribadi. Bagaimana menurutmu?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Bitter Sweet Hell: Saat Dua Perempuan Menjadi Garda Terdepan Melawan Teror
-
Seandainya Saya Dipercaya Menjadi Penulis Naskah Pidato Presiden
-
Keliru Jika Menganggap Pembeli Kopi Rp30 Ribu Harus Diam Saat BBM Naik
-
Larangan Tumbler: Saat Kebiasaan Ramah Lingkungan Berhenti di Pintu Bioskop
-
The Art of Negotiation: Saat Merger dan Akuisisi Jadi Pertarungan Strategi
Artikel Terkait
-
McDonald's Jepang Umumkan Kolaborasi dengan aespa, Fans Beri Reaksi Negatif
-
Imbas Dukung Israel, Konser Bruno Mars di Malaysia Diboikot Netizen
-
Pro Israel, Konser Bruno Mars di Jakarta Terancam Batal
-
Boikot Produk Israel Salah Sasaran, Suplier Lokal Merana
-
Survei Global: Sepertiga Konsumen Boikot Produk yang Dukung Israel
Entertainment
-
Ulang Tahun ke-20, BIGBANG Siap Gelar Konser di JIS 2027!
-
Anime Fantasi Chii Fuyo Resmi Tayang Oktober 2026, Ungkap 9 Pengisi Suara
-
Sinopsis Maa Behen, Film Terbaru Madhuri Dixit dan Triptii Dimri di Netflix
-
The Greatest Magicmaster's Retirement Plan Umumkan Anime dan Manga Prekuel
-
Tampil Ceria, BabyMonster Unjuk Kesuksesan Diri di Lagu Sugar Honey Ice Tea
Terkini
-
Teori Konspirasi dan Friendship Manis dalam Anime Mr. Love: Queen's Choice
-
Sejarah Baru! Piala Dunia 2026 Gebrak Dunia dengan 3 Tuan Rumah dan 48 Tim Peserta
-
Self-Reward atau Pelarian? Kenapa Belanja Online Sering Jadi "Obat" Stres Gen Z
-
Menelusuri Jejak Sunan Giri dalam Balut Sejarah di Novel Saga dari Samudra
-
Kopitiam Murni 99, Spot Kuliner 24 Jam di Jambi dengan Cita Rasa Autentik