Film horor selalu punya cara untuk menggali ketakutan yang lebih dari menampilkan sosok menyeramkan. Ada unsur manipulasi, ujian keimanan, dan perang batin antara yang baik dan yang jahat.
Hal itu pula yang tampaknya akan dihadirkan dalam "Muslihat", film horor terbaru garapan Sutradara Chairun Nissa. Ini bukan film horor biasa, karena "Muslihat" menandai debut film panjangnya lho.
Chairun Nissa bukan nama baru di dunia perfilman Indonesia. Dia tuh sutradara dan penulis skenario yang banyak mengeksplorasi isu sosial dan kemanusiaan dalam karya-karyanya. Sebelumnya, dia lebih banyak berkutat di ranah dokumenter, menghasilkan film-film yang mendapatkan apresiasi di berbagai festival film internasional. Misalnya, film dokumenter: Purnama di Pesisir atau Full Moon, tugas akhirnya di Institut Kesenian Jakarta, yang mendapatkan Special Jury Mention dari Rome Independent Film Festival, Roma, Italia. Mantap deh!
Nah, debutnya dalam "Muslihat" tentu jadi sesuatu yang patut dinantikan, terutama bagaimana Chairun Nisa menerapkan pendekatan dokumenternya dalam membangun atmosfer realisme di dalam film horor ini.
Pemain dan Karakter
Film Muslihat menghadirkan jajaran pemain yang cukup menarik, mulai dari Edward Akbar, Asmara Abigail, Tata Janeeta, Ajeng Giona, Ence Bagus, Fatih Unru, Keanu Azka, Athar Barakbah, Aditya Lakon, Matthew Ivander, dan masih banyak lagi. Para pemain ini punya kemampuan akting yang kuat, dan kehadiran mereka tentu diharapkan bisa memperkuat ketegangan serta emosi dalam film.
Sekilas tentang Film Muslihat
Sebuah panti asuhan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak yatim malah berubah jadi ladang permainan kekuatan jahat. Iblis yang bersemayam di sana nggak cuma menakut-nakuti, tapi menggunakan tubuh anak bernama Syafa (Ajeng Giona) sebagai medium untuk menjalankan muslihatnya.
Seiring waktu, kehadiran iblis ini mulai mengancam nyawa manusia, membuat Jihan (Asmara Abigail) dan Gustaf (Edward Akbar) berusaha keras mengusirnya. Namun, semakin mereka berjuang, semakin besar bahaya yang mengintai mereka dan anak-anak di panti itu.
Apakah mereka benar-benar bisa menyelamatkan Syafa? Ataukah mereka justru hanya bidak dalam permainan iblis yang lebih licik dari yang mereka kira? Dan apa yang membuat Film Muslihat menarik untuk Sobat Yoursay tonton?
Horor yang Bermain di Wilayah Tipu Daya dan Manipulasi
Berdasarkan pemilihan judulnya: "Muslihat". Kata ini memiliki makna yang sangat dalam, bukan sekadar "trik" atau "siasat", tapi lebih mengarah pada tipu daya yang dilakukan untuk menyesatkan seseorang. Jika kebanyakan film horor menampilkan iblis sebagai sosok yang menyerang secara langsung—menakut-nakuti, merasuki, atau meneror—Film Muslihat tampaknya memilih jalur yang lebih licik.
Tipu daya iblis dalam film ini bisa saja berbentuk ilusi, pengaruh psikologis, atau bahkan ujian iman bagi karakter-karakter di dalamnya. Ini membuka banyak kemungkinan narasi spekulasi. Apakah Jihan dan Gustaf benar-benar melawan iblis? Atau justru mereka dipermainkan dan dibuat percaya bahwa mereka berada di pihak yang benar?
Konsep semacam itu mengingatkan pada berbagai kisah klasik dalam film horor-religi, di mana kejahatan nggak selalu datang dalam bentuk yang jelas, tapi justru menyusup perlahan, membuat orang-orang kehilangan kewarasan.
Nah, sebagai orang yang terbiasa menangkap realitas dalam lensa dokumenter, Chairun Nissa kemungkinan besar akan menghadirkan nuansa yang lebih realis dalam "Muslihat". Bukan hanya mengandalkan efek khusus atau jumpscare, tapi membangun suasana mencekam melalui tata cahaya yang suram, penggunaan warna yang mendukung suasana tegang, serta sound design yang membuat penonton merasa seolah-olah sedang berada di dalam panti asuhan yang penuh dengan misteri ini.
Selain itu, film ini berpotensi menghadirkan aspek psikologis yang lebih dalam. Bisa jadi, ketakutan terbesar yang dihadapi para karakter bukan hanya sosok iblis itu sendiri, melainkan bagaimana kehadirannya mempengaruhi pikiran dan keyakinan mereka. Ini menjadikan "Muslihat" sebagai film horor yang lebih berbobot secara naratif.
Apakah "Muslihat" akan berhasil membawa ketegangan yang sesuai dengan ekspektasi? Kita akan tahu jawabannya saat film ini tayang di bioskop mulai 17 April 2025!
Baca Juga
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
Review Norma - Antara Mertua dan Menantu: Film Selingkuh Menariknya Apa?
-
Review Surga di Telapak Kaki Bapak: Drama Keluarga Spesial Lebaran
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
Artikel Terkait
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
Apa Itu Manten Tebu? Tradisi yang Diangkat dalam Film Pabrik Gula
-
Nonton Film Jumbo dengan DANA Kaget Gratis Hari Ini, Simak Tutorialnya
Entertainment
-
MBC Resmi Tunda Penayangan Drama 'Crushology 101', Ternyata Ini Alasannya
-
Lee Shin Young Akan Bergabung dalam Drama 'The Moon Flows Over the River'
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
Terkini
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana