Upaya damai melalui jalur restorative justice (RJ) antara DJ Panda dan Erika Carlina kembali bergulir. Setelah sempat menemui jalan buntu pada akhir Oktober, DJ Panda kini kembali mengajukan proses RJ kedua, sebuah langkah yang sangat dinantikan publik untuk menyelesaikan kasus dugaan pengancaman dan pelanggaran privasi yang sensitif.
Pertemuan Restorative Justice yang kedua ini merupakan kelanjutan dari proses mediasi sebelumnya yang gagal mencapai kesepakatan. Kala itu, seperti diungkapkan pengacara DJ Panda, Michael Sugijanto, proposal perdamaian belum ada dari kedua belah pihak, termasuk poin-poin yang akan disepakati.
Kini, situasi tampak sedikit berbeda. Kedua pihak dikabarkan telah menyerahkan proposal perdamaian masing-masing. Namun, dari sisi Erika Carlina, prosesnya masih belum mencapai tahap finalisasi mengenai syarat damai yang akan diterima.
"Kalau, kalau syarat, kita belum memfinalkan kepada syarat itu," ungkap Mohammad Faisal, kuasa hukum Erika Carlina, di Polda Metro Jaya, Jumat (14/11/2025) sebagaimana diungkap suara.com.
Menurut Faisal, fokus utama dari pertemuan Restorative Justice yang kedua ini adalah untuk mendengarkan dan memahami tawaran konkret yang diajukan oleh pihak DJ Panda. Ini adalah langkah krusial sebelum memutuskan arah perdamaian.
"Lebih kepada, pada RJ kedua ini kami pengin tahu dulu nih, apa yang ditawarkan oleh yang bersangkutan," tambahnya.
Faisal juga secara tegas menepis adanya spekulasi atau kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya mengajukan permintaan yang bersifat subjektif atau di luar konteks permasalahan utama yang terjadi.
"Dari pihak Erika sama sekali nggak mengarah kepada syarat-syarat yang sifatnya mengarah hal-hal yang subjektif," tegas sang kuasa hukum.
Inti dari proses RJ yang diharapkan oleh Erika Carlina, menurut Faisal, adalah adanya pengakuan tulus atas kesalahan yang dilakukan oleh DJ Panda, bukan sekadar pembelaan diri atau upaya menyanggah materi perbuatan.
Kunci Damai: Ketulusan Hati dan Pengakuan Kesalahan
"RJ itu secara prinsip, mengampuni perbuatan demi hukum karena atas ada kebijaksanaan melalui perdamaian, bukan lebih kepada menyanggah materi-materi perbuatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan," papar Faisal lagi.
Prinsip tersebut menjadi fondasi bagi Erika Carlina untuk mempertimbangkan perdamaian. Oleh karena itu, peluang tercapainya kesepakatan damai akan terbuka lebar jika DJ Panda dapat menunjukkan itikad baiknya secara nyata dan tulus.
"Artinya, kalau yang bersangkutan dalam hal ini DJP berkenan secara sukarela, ketulusan hatinya untuk meminta maaf secara terbuka atau memulihkan hak-hak dari pihak klien kami, mungkin saja itu dapat diindahkan terkait dengan RJ," pungkasnya.
Kasus yang melibatkan Erika Carlina dan DJ Panda memang telah menarik perhatian publik, terutama karena isu sensitif mengenai pengancaman dan pelanggaran privasi yang terkait dengan kondisi kehamilan Erika. Publik secara umum berharap agar proses hukum berjalan transparan dan adil, sehingga dapat memberikan kepastian hukum.
Selain itu, upaya mediasi antara keduanya juga sangat dinantikan sebagai langkah untuk menyelesaikan masalah ini secara damai tanpa harus memperpanjang konflik. Konflik yang berlarut-larut tentu berdampak negatif pada karier dan kesejahteraan keduanya.
Baca Juga
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Our Sticky Love: Saat Gangster Berhati Lembut Selamatkan Cinta Pertamanya
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?
Artikel Terkait
-
Muka Masam, DJ Panda Bungkam Usai Mediasi Kedua dengan Erika Carlina, Apa yang Terjadi?
-
Buka Peluang Damai, Erika Carlina Hanya Ingin DJ Panda Tulus Akui Kesalahan
-
Status Damai dengan Erika Carlina Belum Jelas, DJ Panda Terancam 5 Tahun Penjara
-
Nasib DJ Panda Menggantung, Erika Carlina Belum Berpikir Cabut Laporan Meksi Buka Peluang Damai
-
Sempat Buntu, DJ Panda Akhirnya Sodorkan Proposal Damai untuk Erika Carlina
Entertainment
-
Intens Tapi Groovy, NCT 127 Ungkap Pesan dan Energi Positif di Album BLINGY
-
Sukses Besar! Tim Produksi Ungkap Keinginan Buat Sekuel The Breakfast Club
-
Anime Glasses with a Chance of Delinquent Siap Tayang Tahun 2027
-
Susul Jeongyeon, Chaeyoung TWICE Umumkan Hengkang dari JYP Entertainment
-
Our Sticky Love: Saat Gangster Berhati Lembut Selamatkan Cinta Pertamanya
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong