Film animasi Pelangi di Mars akhirnya siap menyapa penonton setelah melalui proses produksi selama lima tahun. Karya Upie Guava ini mengisahkan Pelangi, manusia pertama yang lahir di Mars.
Melalui kanal YouTube MahakaryaChannel pada Senin (24/11/2025), Mahakarya Pictures akhirnya merilis official teaser perdana untuk film tersebut. Tayangan singkat itu menampilkan CGI yang ciamik dan langsung menuai respons positif dari warganet.
Menurut keterangan resmi Mahakarya Pictures, Upie Guava memulai proyek tersebut sejak awal tahun 2020 dan menghabiskan lima tahun untuk mendalami proses produksi yang disebutnya sangat rumit. Ia juga menggabungkan animasi dan live action dengan teknologi hybrid yang membuat pengerjaan film ini semakin menantang.
Upie Guava turut memakai teknologi Extended Reality (XR) yang dipadukan dengan Unreal Engine guna menghasilkan visual futuristik dari perpaduan adegan live action dan motion capture.
Di sisi lain, lokasi syuting Pelangi di Mars akan memadukan pengambilan gambar di dalam studio DossGuava dengan beberapa set nyata di lapangan. Mahakarya Pictures menyebut proyek ini sebagai produksi dengan anggaran terbesar dari lima film yang pernah mereka garap.
Kualitas visual dalam teaser tersebut juga terlihat sangat halus hingga membuat penonton merasa sedang menyaksikan film produksi Hollywood. Tak heran jika film ini digadang-gadang menjadi sajian sci-fi yang menjanjikan bagi perfilman Indonesia.
Sinopsis
Berlatar tahun 2100, Pelangi di Mars mengikuti kisah Pelangi (Messi Gusti), manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Merah bersama robot-robot cerdas. Ia kemudian menjalankan misi untuk menemukan mineral ajaib yang diyakini mampu menyelamatkan bumi, dengan sosok sang ibu yang diperankan oleh Lutesha.
Film ini juga dibintangi oleh beberapa jajaran aktris, Myesha Lin Adeeva, Livy Renata, dan Rio Dewanto yang hadir dalam dunia futuristik hasil penerapan teknologi hybrid. Interaksi para aktor live action dengan karakter robot animasi menjadi elemen utama yang membangun semesta cerita tersebut.
Selain berlatarkan tahun 2100, sesuai judulnya, Pelangi di Mars juga akan banyak menempatkan ceritanya di Mars. Persiapan yang dilakukan Upie Guava pun terbilang mendalam, karena ia sudah melakukan penelitian mengenai kebutuhan eksplorasi sejak awal 2020.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Merayakan Perempuan, FISTFEST Hadirkan Ruang Ekspresi Lewat Bunga dan Musik
-
Menebar Kebaikan di Bulan Suci, FISTFEST Berkolaborasi dengan Waroeng Steak
-
Tanam Mangrove dan Berkarya, Kolaborasi Seniman dan Penulis di Pantai Baros
-
4 Rekomendasi Social Space di Jogja untuk Nongkrong dan Diskusi Santai
-
Lagu Digunakan Tanpa Izin, Band Wijaya 80 Laporkan Pelanggaran Hak Cipta
Artikel Terkait
-
Belajar dari Strategi 7 Tahun Jumbo, Ambisi Animasi Lokal Menuju Panggung Global
-
First Look Desta Jadi Dono di Warkop DKI Tuai Sorotan, Begini Tampilannya
-
Doraemon:The New Castle Hadirkan Visual Bawah Laut, Tayang 27 Februari 2026
-
7 Film Anime Ini Lolos Syarat untuk Nominasi Oscar, Ada Chainsaw Man!
-
Dituding Ikut Memenangkan Omara di FFI 2025, Ini Respons Prilly Latuconsina
Entertainment
-
Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!
-
Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia
-
Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV
-
Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress
-
Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini
Terkini
-
Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
-
Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog
-
Warisan Resep Dapur Ibu
-
Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan