Isu dugaan skandal pajak yang menyeret nama Cha Eun Woo tak hanya mengguncang dunia hiburan Korea Selatan, tetapi juga berdampak langsung pada relasi komersialnya.
Sejumlah merek yang selama ini menjadikan member ASTRO tersebut sebagai wajah utama promosi bergerak cepat merespons situasi demi menjaga citra bisnis masing-masing.
Sebagai salah satu selebritas dengan nilai kontrak iklan tertinggi, setiap isu yang melibatkan Cha Eun Woo otomatis berpengaruh besar terhadap persepsi publik terhadap brand yang bekerja sama dengannya.
Meningkatnya tekanan dan sorotan dari masyarakat membuat perusahaan memilih langkah preventif sebelum situasi berkembang lebih jauh.
Respons cepat ini dinilai wajar mengingat skala kontrak yang melibatkan Cha Eun Woo terbilang besar.
Statusnya sebagai ikon iklan membuat potensi risiko reputasi menjadi perhatian utama, bahkan sejak isu pajak tersebut pertama kali mencuat.
Avive Jadi Brand Pertama yang Bertindak
Avive tercatat sebagai merek pertama yang mengambil langkah nyata setelah kabar dugaan pajak itu beredar luas.
Dalam waktu singkat, video iklan yang menampilkan Cha Eun Woo di kanal YouTube resmi Avive diubah ke mode privat.
Tak hanya itu, unggahan media sosial yang sebelumnya mengumumkan Cha Eun Woo sebagai duta global Avive juga dilaporkan telah dihapus.
Langkah ini dinilai sebagai upaya cepat untuk meredam potensi reaksi negatif dari publik digital.
Subway Korea Fokus Amankan Area Fisik
Berbeda dengan Avive, Subway Korea memilih pendekatan lain. Jaringan restoran cepat saji tersebut dilaporkan menurunkan poster serta banner promosi Cha Eun Woo di sejumlah gerai.
Strategi ini disebut bertujuan menghindari reaksi emosional konsumen di ruang publik yang sulit dikontrol.
Dengan mengurangi eksposur visual secara langsung, Subway Korea berupaya menjaga kenyamanan pelanggan sekaligus citra merek di tengah isu sensitif.
Sinyal Kewaspadaan bagi Brand Lain
Keputusan cepat Avive dan Subway Korea dianggap sebagai sinyal kuat bagi merek lain untuk bersikap lebih waspada.
Dalam dunia periklanan, satu langkah kecil bisa berdampak besar pada persepsi konsumen, terutama ketika menyangkut figur publik dengan popularitas global.
Isu ini pun memicu diskusi luas mengenai risiko ketergantungan brand pada satu figur selebritas, betapapun kuatnya daya tarik komersial yang dimiliki.
Shinhan Financial Group Lakukan Peninjauan Internal
Nama Shinhan Financial Group turut menjadi sorotan publik. Sebagai institusi keuangan, isu pajak yang menimpa duta mereknya dianggap bertolak belakang dengan nilai transparansi dan kepatuhan yang selama ini dijunjung tinggi.
Pihak internal bank dilaporkan tengah melakukan peninjauan menyeluruh terkait kontrak kerja sama tersebut, termasuk potensi implikasi reputasi yang bisa timbul apabila isu ini berlarut-larut.
Ricoh Tunda Kampanye Sambil Tunggu Kepastian
Sementara itu, Ricoh mengambil jalur menunggu dengan menangguhkan peluncuran kampanye visual terbaru yang semula dijadwalkan akhir Januari 2026. Penundaan ini dilakukan hingga ada kejelasan mengenai status hukum proses peninjauan pajak Cha Eun Woo.
Langkah menunda dinilai lebih aman dibandingkan menarik kampanye yang telah dipersiapkan dengan biaya besar. Strategi ini mencerminkan sikap konservatif brand teknologi dalam menghadapi risiko skandal figur publik.
Dior Masih Bertahan, Situasi Dipantau Ketat
Berbeda dengan sejumlah merek lain, Dior hingga kini masih mempertahankan konten yang menampilkan Cha Eun Woo di berbagai platform resminya.
Meski demikian, sumber industri menyebut tim manajemen global memantau perkembangan situasi dengan tingkat urgensi tinggi.
Sikap ini menunjukkan kehati-hatian khas brand mewah yang cenderung menunggu kepastian sebelum mengambil keputusan besar.
Skechers Batasi Interaksi Publik
Skechers memilih langkah moderat dengan menutup kolom komentar pada unggahan yang menampilkan bintang drama True Beauty tersebut.
Tujuannya untuk menjaga stabilitas algoritma media sosial sekaligus mencegah konflik terbuka antar pengguna.
Pendekatan ini dianggap sebagai cara aman untuk mempertahankan konten tanpa memperkeruh situasi di ruang digital.
Klausul Moralitas Jadi Penentu
Dalam praktik industri, kontrak selebritas papan atas umumnya memuat klausul moralitas yang mengatur risiko hukum dan reputasi.
Jika terbukti ada unsur kesengajaan kriminal, brand memiliki hak untuk memutus kontrak dan menuntut ganti rugi dalam jumlah besar.
Saat ini, mayoritas merek memilih strategi menunggu sambil membatasi eksposur publik Cha Eun Woo. Keputusan final akan sangat bergantung pada hasil peninjauan pajak yang tengah berlangsung.
Jika status hukum memburuk, gelombang pemutusan kontrak berpotensi terjadi secara beruntun.
Namun, apabila kasus ini dinyatakan sebagai kesalahan administratif semata, sebagian brand diperkirakan akan kembali melanjutkan kerja sama seperti sediakala.
Baca Juga
-
Kronologi Meninggalnya Lula Lahfah: Kamar Terkunci hingga Temuan Surat
-
Intip 4 Mix and Match OOTD ala Bang Jeemin izna yang Cocok Buat Hangout!
-
Harga Kalung Pertunangan Syifa Hadju Disorot, El Rumi Dinilai Totalitas
-
Mulan Jameela Panik, Ahmad Dhani Spill Bulan Nikah El Rumi dan Syifa Hadju
-
Ahmad Dhani Beri Wejangan dengan Cara Berbeda pada El Rumi usai Lamaran
Artikel Terkait
-
Dispatch Buka Suara: Kronologi Agensi Keluarga Cha Eun Woo dan Dugaan Penggelapan Pajak
-
Kena Skandal Pajak, Deretan Brand Mulai Tinggalkan Cha Eun Woo
-
Cha Eun-woo Terseret Dugaan Penggelapan Pajak, Agensi Siap Ikuti Hukum
-
Nominalnya Rp230 Miliar, Seberapa Serius Skandal Pajak Cha Eun Woo?
-
Geger! Cha Eun Woo Diduga Kemplang Pajak Rp240 Miliar, Begini Kronologinya
Entertainment
-
Sinopsis Bloody Flower, Pembunuh Berantai dengan Kemampuan Penyembuh
-
Daftar Harga Tiket Fan Meeting Hearts2Hearts Jakarta 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Diambil dari Kisah Nyata, Film The Big Fix Gaet Mark Wahlberg Jadi Pemain
-
Kronologi Meninggalnya Lula Lahfah: Kamar Terkunci hingga Temuan Surat
-
Sekuel Film Primitive War Resmi Digarap, Ini Bocoran Ceritanya
Terkini
-
UMK Naik, Hidup Tetap Berat: Ketika Angka Tak Pernah Mengejar Realitas
-
4 Serum Lokal dengan Ginseng Efek Anti-Aging Atasi Kulit Kendur dan Kerutan
-
Dua Dini Hari: Noir Lokal tentang Konspirasi dan Nasib Anak Jalanan
-
Jordi Amat Beberkan Pesan Manis dari John Herdman, Ada Harapan Khusus?
-
Psikologi di Balik Hadirnya Do Ra-mi dalam 'Can This Love Be Translated?'