Langkah mengejutkan diambil oleh aktris berbakat Prilly Latuconsina yang secara resmi memutuskan untuk mundur dari rumah produksi Sinemaku Pictures. Keputusan tersebut menandai babak baru dalam kariernya, di mana ia merasa sangat antusias untuk coba hal baru di luar zona nyaman yang selama ini membesarkan namanya.
Kabar itu tentu menjadi perbincangan hangat, mengingat Prilly adalah salah satu sosok sentral di balik berdirinya rumah produksi tersebut bersama Umay Shahab. Namun, per Januari 2026, ia memilih pamit demi mencari ruang kreatif yang lebih personal dan menantang.
Prilly yang telah berkarier di dunia hiburan selama lebih dari 15 tahun ini merasa sudah saatnya melakukan eksplorasi. Kariernya yang membentang dari sinetron konvensional hingga layar lebar dan peran di balik layar sebagai produser, kini bergeser ke arah yang tak terduga.
Melalui unggahan di media sosial pada Minggu (25/1/2026), kekasih Omara Esteghlal ini mengumumkan bahwa dirinya kini terbuka untuk mencari pekerjaan di luar industri film. Langkah ini pun bukan sekadar isapan jempol belaka.
Bintang film Danur ini benar-benar menunjukkan keseriusannya dengan mengaktifkan fitur badge #OpenToWork pada platform profesional LinkedIn. Hal ini tentu memicu rasa penasaran publik dan para penggemarnya.
Prilly memberikan penjelasan agar publik tidak salah paham mengenai status pekerjaannya tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil bukan karena ia sedang menganggur atau kekurangan jadwal kegiatan.
"Jangan kaget dulu ya. Aku menyalakan badge #OpenToWork bukan karena kekurangan aktivitas, tapi karena lagi ingin belajar hal baru," tulis Prilly dalam unggahan tersebut sebagaimana dikutip dari suara.com.
Selama ini, publik mengenal Prilly sebagai sosok yang sangat sibuk mengurus manajemen bisnis dan produksi film. Namun, kali ini ia merasa penasaran untuk menjajal kemampuan di sektor yang benar-benar berbeda.
Ketertarikan Prilly saat ini jatuh pada bidang sales atau penjualan. Ia ingin merasakan pengalaman langsung bagaimana sebuah produk bisa sampai ke tangan konsumen melalui interaksi tatap muka.
Transformasi Karier: Dari Sisi "GGS" hingga Menjadi Dosen Tamu
Perjalanan karier Prilly Latuconsina memang sangat dinamis. Dimulai sejak tahun 2009, ia memulai debutnya di program anak-anak seperti Si Bolang dan Koki Cilik sebelum akhirnya namanya meledak di seluruh penjuru negeri.
Popularitasnya mencapai puncak saat ia memerankan karakter Sisi dalam sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (2014-2015). Peran ikonik tersebut tidak hanya melambungkan namanya, tetapi juga membantunya meraih penghargaan Piala Maya sebagai Aktris Pendukung.
Tak berhenti di sinetron, Prilly sukses menaklukkan layar lebar melalui trilogi Danur yang meraup jutaan penonton. Ia juga terlibat dalam film-film berkelas seperti Budi Pekerti yang berhasil tayang di Toronto International Film Festival (TIFF).
Di sisi akademis, Prilly juga membuktikan kapasitasnya sebagai lulusan berprestasi. Ia bahkan sempat dipercaya menjadi dosen tamu di universitas ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Udayana.
Kini, dengan segala pencapaian tersebut, Prilly ingin menantang dirinya di ruang yang lebih praktis seperti offline sales experience. Ia ingin belajar memahami psikologi konsumen secara langsung di lapangan.
"Ketemu orang langsung, ngobrol, memahami kebutuhan mereka, sampai belajar bagaimana sebuah produk benar-benar diterima dan dirasakan langsung oleh konsumen," imbuh Prilly mengenai ambisi barunya.
Saat ini, ia mengaku masih dalam tahap awal eksplorasi. Prilly sangat terbuka untuk berdiskusi dengan pihak-pihak yang sekiranya dapat memberikan pengalaman baru di dunia profesional luar industri hiburan.
"Selama ini banyak berkutat di industri film dan management business. Sekarang aku penasaran untuk menantang diri di ruang yang berbeda, kaya offline sales experience," jelas artis yang juga sukses lewat serial My Lecturer My Husband ini.
Sebagai penutup, langkah berani Prilly Latuconsina ini menunjukkan bahwa sukses di satu bidang tidak lantas membuatnya berhenti belajar. Dengan meninggalkan zona nyamannya di Sinemaku Pictures, Prilly membuktikan bahwa pengembangan diri adalah proses tanpa henti, bahkan bagi seorang bintang besar sekalipun.
Baca Juga
-
Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu
-
'Less Than A Lover' Puncaki Chart Musik Dunia, Jennie Perkokoh Karier Solo
-
Sisi Gelap Drama The East Palace: Ketika Kekuasaan Membutakan Hati Nurani
-
Sisi Lain The East Palace: Banjir Plot Twist, Siapa Arwah Kolam Sebenarnya?
-
Agent Kim Reactivated: Saat Pertengkaran Remaja Sukses Guncang Dua Negara
Artikel Terkait
-
Fresh Graduate Jangan Minder! Pelajaran di Balik Fenomena Open To Work Prilly Latuconsina
-
Keluar dari Zona Nyaman, Prilly Latuconsina Ingin Kerja Jadi Sales
-
Biodata dan Pendidikan Prilly Latuconsina yang Cari Kerja di LinkedIn
-
7 Sumber Kekayaan Prilly Latuconsina yang Aktifkan Open to Work di LinkedIn
-
4 Film Sinemaku Pictures yang Dibintangi Prilly Latuconsina, Wajib Masuk Watchlist!
Entertainment
-
Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul
-
Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83
-
Penulis Novel Misteri Keigo Higashino Wafat, Karya Terakhir Siap Rilis 2026
-
Sinopsis Children of Blood and Bone, Film Adaptasi Novel Laris Tayang 2027
-
Marvel Gandeng Kadokawa, Hadirkan Manga Baru Spider-Man hingga Punisher
Terkini
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum