Gelandang Persija Jakarta, Fabio Calonego, baru saja membeberkan target pribadi yang ingin dicapainya demi menyongsong era baru klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Pemain berkebangsaan Brasil ini bertekad untuk terus menempa kemampuannya selama menjalani program latihan.
Langkah ini diambil agar ia bisa memberikan kontribusi maksimal dan membawa timnya bersaing di papan atas.
Saat ini, skuad Persija Jakarta sedang melakoni agenda pemusatan latihan (TC) di Thailand yang dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Selama berada di sana, seluruh penggawa Macan Kemayoran digembleng dengan menu latihan intensif dua kali dalam sehari. Fokus utama dari program ini difokuskan pada penguatan dua elemen fundamental, yakni kondisi fisik serta pematangan taktik.
Pada sesi pagi hari, porsi latihan difokuskan untuk menggembleng fisik dan menguatkan otot para pemain. Sementara itu, sesi sore hari dialokasikan untuk mempertajam skema dan taktik permainan tim. Tim pelatih sangat berharap porsi latihan berintensitas tinggi ini dapat memberikan dampak positif saat tim kembali berlaga di kompetisi resmi.
Selain fokus meningkatkan kebugaran, Fabio Calonego menyimpan dorongan kuat untuk segera menyatu dengan skema permainan tim. Terlebih lagi, Persija saat ini berada di bawah kendali taktik pelatih anyar asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, yang menggantikan posisi Mauricio Souza.
“Saya ingin terus meningkatkan kemampuan fisik maupun taktis serta memahami filosofi pelatih secepat mungkin agar saya dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi tim,” ungkap Fabio Calonego seperti diberitakan Antara News, Kamis (13/8/2026).
Pemain asal Brasil ini juga menyambut baik pelaksanaan pemusatan latihan di luar negeri. Menurutnya, kesempatan ini sangat ideal bagi seluruh anggota tim untuk saling mengenal lebih dekat, merajut chemistry, sekaligus mendongkrak performa kolektif.
Ia percaya bahwa seluruh rekan setimnya memiliki pandangan dan cita-cita yang sejalan. "Saya yakin setiap anggota tim memiliki pemikiran dan tujuan yang sama. Semuanya demi satu target utama, yaitu meraih gelar juara di akhir musim,” tegas Fabio.
Era Baru Macan Kemayoran di Tangan Shin Tae-yong
Langkah Persija Jakarta menatap musim 2026/2027 memang ditandai dengan perubahan besar. Tim secara resmi memulai era baru di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong yang diperkenalkan pada Senin, 8 Juni 2026, di Jakarta International Stadium (JIS). Juru taktik asal Korea Selatan tersebut diikat dengan kontrak berdurasi tiga tahun hingga musim 2028/2029.
Penunjukan Shin Tae-yong ini sekaligus mencatatkan sejarah baru di sepak bola nasional. Ia menjadi pelatih pertama asal Korea Selatan yang menukangi Persija Jakarta sekaligus yang pertama dalam sejarah Liga Indonesia.
Kedatangan Shin Tae-yong diharapkan mampu mengakselerasi agenda regenerasi skuad yang diusung manajemen. Target utamanya adalah mengembalikan kejayaan Macan Kemayoran di jalur juara. Momen ini juga menjadi langkah krusial dalam menyambut dua agenda besar, yaitu HUT ke-500 Jakarta pada tahun 2027 serta HUT ke-100 Persija pada tahun 2028.
Guna memulai era baru ini, pembenahan internal langsung dilakukan. Tim pelatih melakukan evaluasi skuad dan melepas empat pemain lokal sebagai langkah pembersihan tim. Selain itu, susunan tim kepelatihan diformasikan dengan mengombinasikan tenaga ahli dari Korea Selatan dan Indonesia, seperti Cho Byung-kuk, Choi In-cheul, Maman Abdurrahman, dan Yoo Jae-hoon.
Modal berharga sebelum memasuki kompetisi Super League sebenarnya sudah terlihat pada ajang pramusim Piala Presiden 2026. Di turnamen tersebut, Fabio Calonego menjadi salah satu sosok yang tampil sangat konsisten. Ia tidak pernah tergantikan dan selalu mengemas 90 menit bertanding dalam lima laga, berkat stamina prima dan kekuatannya di lini tengah.
Perjalanan Persija di Piala Presiden 2026 sendiri terbilang cukup meyakinkan dengan berhasil mengunci posisi ketiga. Meski sempat kalah 0-1 dari Persebaya dan imbang 2-2 lawan Port FC di fase grup, mereka bangkit menggilas PSMS Medan 4-1 lewat gol Arlyansyah, Victor Dethan, Agi Firmansyah, dan Gustavo Almeida. Hasil itu membawa Persija melangkah ke semifinal sebagai runner-up Grup B.
Setelah takluk 1-2 dari Persib Bandung di semifinal, Persija bangkit dan mengamankan podium ketiga usai menundukkan Arema FC 3-1 melalui gol Witan Sulaeman, Arlyansyah Abdulmanan, dan Victor Dethan. Keberhasilan meraih peringkat ketiga ini menjadi piala pertama bagi Shin Tae-yong bersama Macan Kemayoran. Ditambah lagi, lini serang Persija terbukti produktif dengan mengemas total 10 gol sepanjang turnamen pramusim tersebut.
Kini, seluruh persiapan pramusim ditujukan untuk menyambut laga pembuka Super League 2026/2027. Persija Jakarta dijadwalkan akan memulai perjuangan mereka pada 5 September dengan melakoni laga tandang melawan Borneo FC pada pukul 19.00 WIB.
Dengan modal raihan positif di ajang pramusim serta persiapan matang selama di Thailand, Persija Jakarta optimistis melangkah ke musim baru. Kerja keras seluruh pemain dan jajaran pelatih diharapkan mampu mewujudkan ambisi besar membawa pulang gelar juara ke ibu kota.
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Kata-kata Jujur Oxford United Ikhlaskan Marselino Ferdinan ke Persija Jakarta
-
Kembali ke Indonesia, Marselino Ferdinan Ungkap Target Besarnya Bersama Persija
-
Deretan Momen Manis Shin Tae-yong dan Marselino Ferdinan: Kaki Diinjak hingga Nebeng Pulang
-
Breaking News! Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija Jakarta
-
Manajer Persija Titip Pesan untuk 5 Pemain di Timnas Indonesia: Tunjukkan Kemampuan Terbaik
Hobi
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
Terkini
-
Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam
-
Senja yang Meminjam Fajar
-
Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya
-
Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai
-
Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!