Hayuning Ratri Hapsari | Raysazahra A.M
Serial Carrie (Prime Video)
Raysazahra A.M

Prime Video merilis teaser perdana serial Carrie, adaptasi terbaru dari novel supernatural horor karya Stephen King. Seluruh delapan episode serial ini akan tayang secara bersamaan pada 7 Oktober 2026.

Dalam versi terbaru ini, kisah Carrie White dihadirkan dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kehidupan modern. Ceritanya mengikuti Carrie White (Summer H. Howell), siswi SMA yang selama ini hidup terisolasi di bawah pengawasan ketat ibunya, Margaret White (Samantha Sloyan).

Setelah sang ayah meninggal secara mendadak, Carrie terpaksa menjalani kehidupan di sekolah umum untuk pertama kalinya. Di sana, ia harus menghadapi kerasnya lingkungan baru, perundungan yang viral di media sosial, hingga tekanan dari teman-teman sebayanya.

Bersamaan dengan itu, kekuatan telekinetik misterius yang selama ini terpendam mulai bangkit dan sulit dikendalikan.

Melalui delapan episode, serial ini tak hanya mengisahkan tragedi yang menimpa Carrie, tetapi juga memperluas cerita dengan menggali hubungan antarkarakter, konflik yang berkembang perlahan, serta rangkaian keputusan kecil yang berujung pada satu malam berdarah yang mengubah segalanya.

Kisah tersebut mengangkat tema tentang kebaikan dan kekejaman, sekaligus mempertanyakan apakah Carrie adalah seorang pahlawan, monster, atau sosok yang jauh lebih kompleks.

Serial ini turut dibintangi Samantha Sloyan sebagai Margaret White, Siena Agudong sebagai Sue Snell, Matthew Lillard sebagai Kepala Sekolah Grayle, Alison Thornton sebagai Chris Hargensen, Amber Midthunder sebagai Miss Desjardin, Josie Totah sebagai Tina, Arthur Conti sebagai Billy, Joel Oulette sebagai Tommy, serta Thalia Dudek sebagai Emaline.

Serial Carrie ditulis sekaligus dipimpin oleh Mike Flanagan sebagai showrunner dan sutradara. Ia juga menjadi produser eksekutif bersama Trevor Macy, sementara proyek ini diproduksi oleh Amazon MGM Studios.

Proyek ini pertama kali dilaporkan tengah dikembangkan pada Oktober 2024 sebelum akhirnya mendapat lampu hijau dari Amazon pada April 2025.

Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly di San Diego Comic-Con, Mike Flanagan mengatakan versi serial garapannya memiliki ruang untuk berkembang karena tidak sepenuhnya terikat pada alur novel maupun adaptasi-adaptasi sebelumnya.

"Keuntungannya adalah kami tidak harus terpaku pada buku atau versi adaptasi yang sudah ada. Dunia dan karakter-karakter di dalamnya memungkinkan cerita ini dipandang bukan sebagai kisah yang selesai dalam satu musim," ujar Mike Flanagan, dikutip pada Selasa (28/7/2026).

Meski melihat adanya peluang untuk melanjutkan cerita, Mike Flanagan mengaku belum memikirkan arah season berikutnya ataupun keputusan yang akan diambil Amazon MGM Studios.

"Prioritas saya adalah membuat delapan episode ini sebaik mungkin dari awal hingga akhir," katanya.

Mike Flanagan juga mengisyaratkan bahwa serial Carrie akan memiliki keterkaitan dengan universe karya Stephen King yang lebih luas.

Menurutnya, para penggemar setia Stephen King memahami bahwa berbagai novel sang penulis sebenarnya saling terhubung, termasuk melalui konsep The Dark Tower.

Ia mencontohkan, jika Carrie White bertemu karakter tertentu dari karya Stephen King di tempat dan waktu yang berbeda, kekuatan telekinetik yang dimilikinya kemungkinan akan disebut sebagai the shining, merujuk pada kemampuan supranatural yang muncul dalam novel The Shining.

"Semua kisah itu saling terhubung. Menemukan benang merah di antaranya adalah salah satu hal yang paling menyenangkan sebagai penggemar Stephen King. Sebagai penggemar berat, saya sangat antusias membayangkan bagaimana Carrie bisa menjadi bagian dari cerita besar yang selama ini ia bangun," tutur Mike Flanagan.

Novel Carrie karya Stephen King sendiri telah beberapa kali diadaptasi ke layar. Versi paling ikonik adalah film tahun 1976 yang meraih dua nominasi Oscar. Kisah tersebut kemudian berlanjut lewat The Rage: Carrie 2 (1999), diikuti film televisi pada 2002, serta remake yang dirilis pada 2013.