Sebagian besar orang memiliki syndrome ini, iya People Pleaser Syndrome. Penyebabnya sendiri adalah pengalaman dilecehkan secara emosional dan mental, dimanipulasi dan menjadi kambing hitam. Tidak mudah mendeteksi bahwa kita pernah mengalaminya, terutama saat kecil.
Yuk identifikasi, apakah kamu memiliki sindrom ini:
- Sangat mudah bagi orang lain untuk membuat kamu merasa bersalah dalam situasi tertentu.
- Sulit bagi kamu untuk berkata “Tidak”
- Kamu cenderung melakukan apapun, bahkan saat kamu tidak menginginkannya demi menjaga ‘perdamaian’.
- Sulit mengekspresikan kemarahan walaupun dalam situasi tidak adil.
- Sering mengikuti bagaimana orang lain mendikte.
- Sering menutupi orang lain walaupun orang lain tidak akan melakukan hal yang sama.
- Sering menahan diri untuk mengatakan apa yang ada dipikiran.
Jika beberapa poin di atas ada dalam diri kalian, yuk ubah perlahan. Karena di luar sana masih ada orang yang senang memanfaatkan sindrom ini agar dapat memanipulasi pemilik sindrom.
Mengapa menyenangkan orang lain terkesan salah? Ketika kamu memiliki kecenderungan merasa bersalah ketika tidak bisa menyenangkan orang lain kamu akan semakin kehilangan dirimu sendiri. Sangat penting untuk memberi rasa hormat pada diri sendiri, sama seperti yang sudah dilakukan pada orang lain.
Sadarilah kamu juga penting dan berharga. Seimbangkanlah, senangkan dirimu dan juga orang lain. Jangan khawatir kamu akan tetap baik dan menyenangkan orang lain, namun tidak merugikan dirimu sendiri.
Baca Juga
-
Virus Jonas dalam All Of Us Are Dead Sengaja Dibuat, Apa itu Virus Jonas?
-
6 Fakta Thief: The Sound of The Sword, Dikabarkan Berencana Gandeng Seohyun SNSD
-
Sinopsis dan Karakter Pemain Drama Korea 'Adamas,' Jisung Dikonfirmasi Akan Menjadi Pemeran Utama!
-
Maknae Baru! Na In Woo Gantikan Kim Seon Ho dalam 2 Days & 1 Night
-
Junhoe iKON dan Yoshi TREASURE Positif COVID-19, Korea Selatan Alami Lonjakan Infeksi
Artikel Terkait
Health
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
Terkini
-
Menanti Taji BPKP: Saat Prabowo Mulai Bersih-Bersih Rumah Birokrasi
-
Manga GIGANT Karya Hiroya Oku Resmi Diadaptasi jadi Film Anime Layar Lebar
-
Film The Square, Pria Modern yang Sibuk Pencitraan dan Krisis Emosional
-
Review Serial My Royal Nemesis: Suguhkan Intrik Selir dengan Twist Modern
-
Idgitaf dan Hindia Rilis Masih Ada Cahaya, Bawa Pesan untuk Tetap Melangkah