Alpukat adalah buah yang lezat dan mengenyangkan. Banyak orang yang suka menyantapnya. Kecuali orang-orang yang mengidap penyakit tertentu.
Kita pikir selama ini buah alpukat adalah buah yang ramah dan enak bagi setiap orang. Namun, siapa sangka, buah yang kita anggap mengandung banyak vitamin ini justru berbahaya bagi orang-orang yang sedang mengalami sakit secara khusus.
Dikutip dari situs medicalnewstoday, kandungan dan kebaikan buah alpukat bermacam-macam. Alpukat kaya akan vitamin, di antaranya vitamin C, B6, E dan riboflavin, niasin, folat, asam pantotenat, magnesium, dan kalium. Mereka juga menyediakan lutein, beta karoten, asam lemak omega-3 dan masih banyak lagi.
Banyak juga manfaat buah alpukat. Tapi, tetap saja tidak menghilangkan efek samping terhadap orang yang mengidap penyakit tertentu.
Menyadur dari orami, berikut adalah 5 jenis penyakit yang mengharuskan penderitanya untuk tidak mengonsumsi buah alpukat, di antaranya:
1. Hippersensitivita
Orang yang menderita penyakit Hippersensitivita dilarang makan buah alpukat. Hippersensitivita adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Ia akan bereaksi secara berlebihan ketika menemui zat-zat tertentu, termasuk kandungan zat yang terdapat dalam buah alpukat.
Sistem imun dalam tubuh kita berfungsi untuk menetralisir zat-zat yang berasal dari luar tubuh. Namun, pada penderita Hippersensitivita bisa mengalami kekeliruan dalam mengenali zat-zat tersebut, sehingga ia bisa saja bereaksi berlebihan. Dalam hal ini buah alpukat bisa dianggap sebagai buah yang memiliki zat yang membahayakan.
2. Liver
Buah alpukat juga tidak dibolehkan untuk dimakan orang yang menderita penyakit liver. Pasalnya penyakit liver akan bisa bertambah parah ketika mengkonsumsi makanan yang mengandung estragole dan anethole. Kedua zat tersebut terkandung dalam buah alpukat.
Apalagi bagi orang yang menderita liver kronis, bisa lebih berbahaya akibatnya bila makan buah alpukat. Memang tidak semua jenis alpukat mengandung kedua zat tersebut. Salah satu jenis buah alpukat itu adalah Alpukat Meksiko.
Alpukat Meksiko memiliki bentuh buah yang cukup besar. Ukurannya bisa melebihi dari alpukat pada umumnya. Biasanya disebut sebagai alpukat aligator, karena bentuk ukurannya yang sangat besar.
3. Penyakit pencernaan
Buah alpukat juga tidak baik dikonsumsi bagi mereka yang memiliki permasalahan pada sistem pencernaan mereka. Satu di antara penyakit yang bermasalah dengan pencernaan adalah iritasi gastrointestinal. Bila alpukat ini dimakan oleh penderita penyakit tersebut, justru akan menambah iritasi yang makin parah.
Selain itu, alpukat juga tidak baik dikonsumsi untuk orang-orang yang menderita penyakit asam lambung dan maag. Sebab, buah alpukat dapat menimbulkan kondisi yang tidak nyaman dan mual di perut mereka sehingga dapat membuat asam lambungnya tambah meningkat.
4. Penyakit ginjal
Buah alpukat juga tidak baik dikonsumsi bagi seseorang memiliki penyakit ginjal. Mengutip healthline, mengonsumsi alpukat dalam jumlah yang banyak akan membahayakan kesehatan ginjal. Sebab zat potasium yang cukup tinggi yang dimiliki buah alpukat dapat memperparah penyakit ginjal.
Satu buah alpukat diperkirakan memiliki kadar potasium setara dengan 690 mg. Kandungan tersebut sangat tinggi yang membuat ginjal tidak akan berfungsi dengan baik.
Di samping itu, alpukat juga mengandung kalium yang cukup tinggi. Bila, ingin mencobanya karena rasa kepingin yang tidak tertahankan, sebaiknya dimakan maksimal seperempatnya saja.
5. Obesitas
Kelebihan berat badan atau obesitas juga tidak disarankan untuk mengonsumsi buah alpukat. Buah alpukat adalah buah yang mengandung lemak yang cukup tinggi. Sehingga dapat menambah berat badan obesitas seseorang.
Sebenarnya obesitas ini masih dalam masa perdebatan, apakah ia masuk dalam kategori penyakit atau bukan. Namun, berdasarkan medicalnewstoday.com, American Medical Association telah memutuskan bahwa obesitas itu masuk dalam kategori penyakit. Oleh sebab itu, bagi penderita obesitas, jika ingin makan buah alpukat, harus menjaga berat badan menjadi lebih ideal dahulu.
Buah alpukat memang lezat dan enak. Namun, jika menderita penyakit-penyakit yang sudah dijelaskan di atas, sebaiknya dipikir-pikir dulu, karena dampak buruk yang akan diperoleh jika mengonsumsinya.
Baca Juga
-
Sering Dianggap Buruk, Ini 5 Kelebihan Menjadi Orang Pemalu
-
Diperpanjang Lagi sampai 4 Oktober, PPKM Level 2-3 Berlaku di Jawa dan Bali
-
Jalan Keluar Suatu Masalah Jadi Pemantik Masalah Selanjutnya
-
Gelisah jelang Hari Senin, Ini 5 Cara Jitu Menanggulangi Lunaediesophobia
-
5 Minuman Berkhasiat yang Bisa Membakar Lemak di Tubuh Kamu
Artikel Terkait
-
Waspada Penyakit Ginjal! Ini Tanda-Tanda yang Muncul di Kulit
-
Pasien Jantung Tipe Ini Dilarang Mudik Lebaran Naik Pesawat, Apa Alasannya?
-
Harapan Baru Bagi Pasien Stroke: Operasi Brain Bypass STA-MCA Tingkatkan Peluang Kesembuhan
-
Hotman Paris Sembuh Total dari Infeksi Liver: Saya Janji Kurangi Dansa!
-
Subhanallah, Dokter Ungkap Puasa Bikin Kondisi Pasien Ginjal Kronis Lebih Baik
Health
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
-
Intermittent Fasting vs. Keto, Mana yang Lebih Efektif untuk Panjang Umur?
Terkini
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
4 Tips Kelola THR, Cara Cerdas Supaya Uang Gak Cepat Habis!
-
Anime Solo Leveling: Teori di Balik Sung Jin-Woo Mampu Mengerti Bahasa Monster
-
3 Rekomendasi Film tentang Kakak Beradik yang Mengharukan, Bikin Nangis!
-
Review Surga di Telapak Kaki Bapak: Drama Keluarga Spesial Lebaran