Mampukah kita hidup tanpa masalah? Jawabannya jelas tidak mungkin. Karena kehidupan kita ini sejatinya merupakan serangkaian masalah demi masalah yang tidak memiliki tepi.
Masalah adalah sesuatu yang menghambat kita dalam melakukan suatu hal. Kamu bisa saja menamakan masalah dengan sebutan persoalan, tantangan, kesulitan, hambatan ataupun isu. Apapun namanya, yang pasti masalah akan selalu ada mendampingi kita. Dan hal itu pertanda baik.
Apa yang harus kita lakukan setelah mengetahui bahwa hidup kita tidak akan lepas dari masalah? Tugas kita, tidak lain dan tidak bukan adalah menerima realita tersebut dan tentu saja berusaha untuk mencari jalan keluarnya. Dibalik perjuangan dalam pencarian solusi atas suatu masalah, kita malah akan menemukan makna hidup.
Setelah upaya dan usaha kita membuahkan hasil, bukan berarti masalah sudah hilang begitu saja dari hidup kita. Justru jalan keluar suatu masalah adalah pemantik masalah selanjutnya.
Sebagai contoh, masalahnya adalah belum menikah, padahal usia sudah kepala tiga. Apa jalan keluarnya? Ya dapat jodoh, kemudian menikah.
Setelah kita menikah, lantas masalah jadi hilang? Oh tentu saja tidak. Memang masalah sebelumnya sudah dapat teratasi dengan menikah. Namun, mengarungi bahtera rumah tangga butuh keahlian, karena akan muncul sederet persoalan rumah tangga. Misalnya, cekcok dengan pasangan karena berbeda pendapat, cekcok dengan mertua, istri cemburu buta, belum dikaruniai anak, setelah punya anak, giliran suami yang kurang penghasilannya dan lain sebagainya. Jadi, solusi satu masalah menjadi pemicu masalah yang lain.
Contoh lain, misalnya orang yang jadi pengangguran, belum dapat pekerjaan. Bagi orang tersebut tentu saja hal itu jadi masalah. Kemudian, dia melamar pekerjaan kesana kemari, setelah ratusan lamaran pekerjaan, akhirnya dia pun diterima jadi pegawai.
Apakah masalahnya selesai, karena dia tidak lagi nganggur? Tidak juga. Sebab, akan datang rentetan permasalahan yang dia dapatkan dari tempat kerjanya. Sehingga yang biasanya dia santai, kini dia harus rajin berangkat kerja pagi hari, mengerjakan pekerjaan dari pagi hingga petang, belum lagi kesalahan yang ia buat di minggu-minggu pertama ia bekerja dan lain sebagainya. Ternyata jalan keluar suatu masalah menciptakan masalah lain yang harus dihadapi.
Sesungguhnya masalah itu tidak akan pernah hilang dalam hidup kita. Ia hanya berubah atau naik levelnya. Oleh karena itu, kita jangan berharap untuk hidup tanpa masalah, sebab tidak ada di dunia ini hidup yang demikian. Sebaliknya, dalam hidup ini sebaiknya kita berharap agar diberi kekuatan dan kemampuan untuk mengatasi dan menyesuaikan diri dari setiap masalah yang ada.
Baca Juga
-
Sering Dianggap Buruk, Ini 5 Kelebihan Menjadi Orang Pemalu
-
Diperpanjang Lagi sampai 4 Oktober, PPKM Level 2-3 Berlaku di Jawa dan Bali
-
Gelisah jelang Hari Senin, Ini 5 Cara Jitu Menanggulangi Lunaediesophobia
-
5 Minuman Berkhasiat yang Bisa Membakar Lemak di Tubuh Kamu
-
Gangguan Bipolar dan 3 Perawatannya yang Perlu Kamu Tahu
Artikel Terkait
-
Kenali 5 Masalah Kulit Setelah Mudik dan Cara Mengatasinya
-
Solusi Top Up DANA Gagal di Alfamidi
-
OVO PIN Error? Begini Cara Mudah Mengatasi Invalid OVO PIN dengan Cepat
-
Punya Masalah Selesaikan, Bukan Cuma Nge-repost Quotes TikTok yang Relate!
-
Xiaomi Atasi Masalah Pengisian Baterai yang Lambat, Termasuk di Indonesia
Kolom
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda