Apakah kamu merupakan salah satu yang memiliki kebiasan kecing berlebihan pada malam hari? Mungkin kamu menderita gangguan buang air kecil yang disebut nokturia.
Bagi pengidap nokturia saat tidur tubuh akan lebih sedikit menghasilkan urin kental, sehingga penderita akan terbangun berulang kali pada tengah malam untuk kencing, hal ini tentu akan membuat penderita tidak mendapatkan kualitas tidur yang maksimal.
Nokturia pada umumnya terjadi pada lansia, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada semua orang dengan segala umur.
Melansir health.com, penyebab nokturia disebabkan oleh berbahai kondisi kesehatan, menurut America Urological Association (AUA), pengidap nokturia memproduksi urin dalam jumlah normal, tetapi akan merasakan ingin buang air kecil meskipun kandung kemih mereka masih cukup kosong.
Berikut adalah daftar kondisi medis atau masalah lain yang memungkinkan terjadinya nokturia:
1. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)
Nokturia adalah salah satu gejala BPH atau pembesaran prostat. Pada pria, seiring bertambahnya usia tidak jarang kelenjar prostat mereka membesar. Karena kelenjar membesar maka aliran urin menjadi tersumbat atau terhambat.
2. Edema
Penyakit selanjutnya yang memiliki gejala nokturia adalah edema. Edema adalah penumpukan cairan dalam ruang di antara sel tubuh. Cairan tersebut menumpuk sehingga membuat jaringan tubuh menjadi bengkak, karena hal itu nokturia dapat terjadi.
3. Disfungsi kandung kemih
Masalah kandung kemih dapat terjadi pada pria atau wanita. Hal ini terjadi ketika kandung kemih terlalu aktif sehingga menyebabkan keinginan untuk buang air kecil secara tiba-tiba.
Infeksi umum pada saluran kandung kemih sering kali menyebabkan keinginan tiba-tiba untuk buag air kecil. Menurut The Mayo Clinic, dikutip dari health.com, gejala nokturia pada infeksi kandung kemih akan bersamaan dengan tanda-tanda infeksi lainnya seperti demam, nyeri panggul, atau bagian perut bawah.
4. Obstructive Sleep Apnea
Terbangun beberapa kali di malam hari untuk buang air kecil dapat terjadi pula karena gangguan tidur atau dapat disebut Obstructive Sleep Apnea. Kondisi ini menyebabkan pelepasan atrial natriuretic peptide (ANP) yakni hormon yang menyebabkan ginjal memproduksi lebih banyak urin.
5. Gaya hidup
Siapa sangka jika gaya hidup dapat menyebabkan nokturia. Meminum banyak air setiap malam sebelum tidur dapat pula membuat kamu terbangun untuk ke kamar mandi. Saran dari American Urological Association (AUA), dalam kehidupan sehari-hari, perlu dipertimbangakan minuman yang dikonsumsi, seperti alkohol dan kafein atau minuman lain yang bersifat diuretik, yakni minuman yang mampu meningkatkan produksi urin.
Kalau kamu merasakan gejala dari penyakit lain lebih baik segera periksakan ke dokter.
Baca Juga
-
Makin Blak-blakan, Aaliyah Massaid Akui Bucin Ke Thariq Halilintar: Kamu Juara di Hati Aku
-
Mengenal Li Ran, Princess Eropa dari Asia Pertama, Istri dari Pangeran Charles Belgia
-
Fans Fuji Kecewa Konten Eksklusif Tersebar: Jadi Percuma Bayar
-
Nyanyi 'Cundamani' di Hadapan Happy Asmara, Celetukan Niken Salindry Bikin Ngakak Satu Venue
-
ARMY Next Level! Wanita Ini Pamer Rumah Berkonsep BTS, Semua Serba Ungu
Artikel Terkait
Health
-
Viral Podcast Raditya Dika: Bongkar Rahasia Bertahan Hidup dari Gigitan Ular
-
Bahaya Tersembunyi di Balik Kemudi: Mengenal dan Mencegah Ancaman Microsleep
-
Membedah Fenomena Bedtime Procrastination: Ketika 'Lima Menit Lagi' Merampas Waktu Tidur
-
"Anak Saya Sehat, Perlu Vaksin?" Ini Alasan Mengapa Anggapan Itu Bisa Berbahaya
-
Ancaman Tersembunyi Social Smoking: Dari Ikut-Ikutan Bisa Menuju Ketergantungan Loh!
Terkini
-
Sinopsis Drama 'Ima kara, Shinyu Yameyo ka', Dibintangi Okamoto Natsumi
-
Variety Show Office Worker 3 Siap Tayang, Gong Hyo Jin Jadi Tamu Perdana
-
Piala Dunia 2026 dan Poin Perdana Qatar yang Sejatinya Tak Begitu Membantu Mereka di Kontestasi
-
Review Film A Man Called Otto: Seni Menerima Kehilangan dan Luka Masa Lalu
-
Jay Park Boyong LNGSHOT ke Tur Dunia Bertajuk 'Serenades & Body Rolls'