Toksin merupakan zat beracun yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti keracunan makanan, penyakit jantung, hingga kanker. Di sekitar kita banyak sekali ditemukan makanan yang memiliki senyawa toksin akibat kesalahan dalam pengolahan makanan, kemasan makanan yang mengandung toksin, ataupun terdapat secara alami dari bahan makanan tersebut. Untuk itu di artikel kali ini, kita akan membahas tentang berbagai senyawa toksin yang terdapat pada makanan.
Melansir dari laman Healthline.com, berikut empat diantaranya.
1. Bisphenol A (BPA)
Bisphenol A (BPA) merupakan bahan kimia yang ditemukan pada wadah plastik pembungkus makanan atau minuman kemasan serta terdapat pula pada kemasan makanan kaleng. Studi dari National Institutes of Health, menyebutkan bahwa BPA yang terdapat pada kemasan plastik atau kaleng tersebut dapat larut kedalam makanan atau minuman sehingga akan berdampak buruk bagi kesehatan.
BPA dinilai dapat meniru fungsi estrogen sebagai hormon dengan mengikat ke situs reseptor, sehingga akan mengganggu fungsi hormon tersebut. Selain itu, pada penelitian praklinis menyebutkan, bahwa paparan BPA berisiko menyebabkan masalah reproduksi dan meningkatkan risiko kanker payudara dan prostat. Selanjutnya, beberapa penelitian dengan metode observasional juga menemukan fakta bahwa tubuh yang terkontaminasi kadar BPA tinggi berpotensi meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan obesitas.
Untuk itu kita perlu mengganti kemasan makanan plastik dengan kemasan lain yang lebih ramah lingkungan serta tidak mengandung BPA, seperti kemasan stainless steel, gelas kaca, ataupun bambu.
2. Lemak Trans Buatan
Lemak trans buatan dibuat dengan memompa hidrogen menjadi minyak tak jenuh seperti minyak kedelai dan minyak jagung untuk mengubahnya menjadi lemak padat serta digunakan dalam berbagai makanan olahan, seperti margarin dan makanan ringan. Namun, penelitian praklinis dengan metode observasional telah berulang kali menunjukkan bahwa konsumsi lemak trans dapat menyebabkan peradangan dan memiliki efek negatif pada kesehatan jantung.
Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan setiap komposisi pada makanan kemasan, dan pilihlah yang tidak mengandung lemak trans untuk meminimalisir risiko kesehatan yang akan terjadi.
3. Hidrokarbon aromatik polisiklik
Senyawa Hidrokarbon aromatik polisiklik berasal dari bahan makanan yang dipanggang terutama daging merah, ayam, ataupun ikan. Prosesnya adalah, Ketika daging dipanggang atau diasapi pada suhu yang tinggi, lemak yang terbakar akan menetes ke permukaan wadah memasak seperti teflon ataupun bara sehingga menghasilkan menghasilkan zat hidrokarbon aromatik polisiklik yang mudah menguap. Ketika zat tersebut menguap, maka akan kembali terserap pada daging yang sedang dipanggang. Para peneliti menyebutkan bahwa zat hidrokarbon aromatik polisiklik beracun dan berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara, ginjal, usus besar, dan kanker prostat.
4. Merkuri pada Ikan
Pada dasarnya ikan merupakan salah satu sumber protein terbaik, terutama ikan laut. Namun, penelitian menyebutkan bahwa beberapa jenis ikan laut, seperti swordfish dan mackerel memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi di dalam tubuhnya. Senyawa merkuri ini merupakan logam berat yang bersifat neurotoksin sehingga dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf janin. Untuk itu, ada baiknya memilih jenis ikan air tawar yang minim merkuri, ataupun jenis ikan laut yang kadar merkurinya relatif lebih rendah, seperti ikan sarden, tuna, tongkol, serta salmon.
Itulah tadi empat senyawa toksin yang teradapat pada makanan. Semoga bermanfaat!
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
-
Cacar Monyet Masuk Indonesia, Jokowi Minta Segera Siapkan Vaksin
-
Zodiak Kesehatan Hari Ini Rabu 24 Agustus 2022: Taurus, Tingkatkan Asupan Kaya Yodium Ya!
-
Menkes Budi Sebut Orang Kelahiran 1980-an ke Bawah Mungkin Terproteksi dari Infeksi Cacar Monyet, Ini Sebabnya
-
Gegara Anaknya Nggak Suka Nasi Dingin, Ibu Ini Putar Otak Berkreasi, Hasilnya Wow!
-
Buat Kesehatan Kita Semua Nih, Simak 7 Manfaat Telur Ayam Kampung
Health
-
Begadang Demi 'Me Time'? Awas Jeda Palsu yang Bikin Makin Lelah
-
Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda
-
Titik Koma di Ibu Kota: Tempat Semesta Menyelamatkan Kita dari Ketergesaan
-
Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?
-
Sering Mengasihani Diri Sendiri? Jangan-Jangan Kamu Lupa Mengambil Jeda
Terkini
-
The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali
-
Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia
-
Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan
-
Sinopsis Akka, Angkat Kisah Gangster Perempuan di India Era 1980-an
-
Anti-Kusam! Ini 5 Rekomendasi Skin Tint Lokal yang Bebas Oksidasi