Pola makan teratur menjadi hal yang tak boleh terlewatkan. Meski begitu, ada saja orang yang sengaja menunda, mengganti, atau menghilangkan salah satu waktu makan dengan berbagai alasan. Misalnya deadline kerja, tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan makanan, atau sedang menjalani diet penurunan berat badan.
Padahal, kebiasaan negatif ini justru akan mempengaruhi kondisi kesehatan Anda. Nah untuk lebih jelasnya, mari simak pembahasan berikut!
1. Sulit Fokus dan Konsentrasi
Otak manusia membutuhkan asupan gizi yang optimal agar dapat bekerja dengan baik. Jika Anda menunda waktu makan, maka otak tak mampu menunjukkan performa terbaiknya dalam fokus dan konsentrasi.
Kondisi ini tentu akan membuat produktivitas Anda menurun, hingga berdampak buruk bagi kerjasama tim.
2. Mudah Lelah
Selain otak, berbagai organ lain pada tubuh manusia membutuhkan asupan gizi yang optimal agar stamina dan performa tubuh bisa bertahan dalam waktu yang lama. Sebaliknya, menunda atau menghilangkan waktu makan justru membuat tubuh lebih mudah lelah.
Pada kasus yang lebih parah, Anda bisa sampai pingsan karena memaksa tubuh bekerja ekstra tanpa asupan makanan yang cukup.
3. Mudah Sakit
Selain mudah lelah, kebiasaan menunda makan juga berdampak buruk pada sistem imunitas tubuh. Pasalnya, sistem imun membutuhkan asupan gizi yang cukup dan teratur agar mampu melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus, dan parasit lainnya.
Jika kebiasaan buruk ini tak segera dihentikan, risiko penularan penyakit tentu akan meningkat.
4. Perubahan Mood
Terlalu lama menunda waktu makan juga dapat mempengaruhi kadar gula darah Anda. Dampaknya, tubuh harus melepaskan hormon kortisol dan adrenalin untuk menyeimbangkan kadar gula darah tersebut.
Hal ini justru membuat suasana hati menjadi tidak karuan. Inilah alasan kenapa orang yang lapar cenderung lebih sensitif dan mudah marah.
5. Meningkatkan Risiko Obesitas
Beberapa orang menganggap bahwa waktu makan yang sudah lewat bisa dibayar pada waktu makan berikutnya. Misalnya, saat Anda melewatkan waktu sarapan, maka porsi makan siang akan lebih banyak dari biasanya.
Anggapan ini justru memicu kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi melebihi batas kalori harian dapat menimbulkan penumpukan lemak di tubuh. Terlebih jika Anda jarang berolahraga, serta banyak menghabiskan waktu untuk tidur atau berbaring.
Itulah tadi lima dampak negatif telat makan bagi kesehatan. Pedoman Umum Gizi Seimbang merekomendasikan kepada setiap orang untuk mengonsumsi makanan utama sebanyak 3 kali sehari, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam. Selain itu, ada pula waktu makan selingan sebanyak 2 kali sehari. Semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
-
7 Fakta dan Mitos Seputar Mata yang Ditinjau dari Sisi Medis
Artikel Terkait
Health
-
Jangan Asal Lahap! Perhatikan Bahaya Asam Domoat pada Kepiting dan Cumi-Cumi
-
Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Sering Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Bisa Jadi Otakmu 'Kelebihan Muatan'
-
Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri
Terkini
-
Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?