Dunning Kruger Effect merupakan sebuah fenomena psikologis yang ditemukan oleh dua orang peneliti yaitu David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999. Fenomena ini lambat laun baru kita rasakan dan menjadi trend akhir akhir ini dimana objek penelitian yang mereka lakukan saat itu adalah tentang kemampuan logika, tata bahasa, dan selera humor seseorang.
Hasil penelitian britannica menyimpulkan bahwa peserta dengan hasil yang rendah justru menilai kemampuan mereka secara berlebihan demikian sebaliknya, peserta yang mendapat hasil lebih tinggi justru mereka tidak terlalu percaya diri dengan kemampuan mereka. Sehingga mereka berkesimpulan dan menyusun grafik tentang rasa percaya diri dimana saat fase awal pembelajaran atau pengenalan sebuah kompetensi dimana seseorang yang memiliki kompetensi sangat rendah justru kepercayaan dirinya yang paling tinggi sebaliknya orang yang memiliki tahap kompetensi yang lebih baik justru tidak terlalu percaya diri.
Sehingga tak heran, banyak kita temui kadang setelah kita mengikuti sebuah seminar maka dari sekian peserta pasti ada beberapa peserta yang tampak seolah olah begitu paham dengan lika-liku penjelasan narasumber bahkan dapat menyusun statement tersendiri yang menjadi kesimpulan seminar tersebut. Seolah-olah dialah yang paling tahu. Sementara jika seminar dilanjutkan seringkali malah kesimpulan atau statement mereka itu yang salah dan tidak terbukti. Oleh sebab itu kita harus berhati hati jika berhadapan dengan rekan-rekan seperti ini.
Melansir dari salah satu kanal YouTube Psikologi Indonesia ternama, "Berilmu" berikut adalah masalah yang dihadapi dan ciri dari penderita Dunning Kruger Effect.
Masalah yang dihadapi bagi penderita Dunning Kruger Effect adalah:
- Kekeliruan informasi: baru paham secuil seolah olah menjadi si paling tahu.
- Ketidaksadaran atas kekeliruan: karena kemampuan yang terbatas mereka malah tidak menyadari bahwa mereka keliru dan yang lebih parah nya jika disampaikan bahwa mereka keliru mereka malah kadang bersikap agresif mempertahankan pendapat mereka yang salah tersebut.
Ciri penderita Dunning Kruger Effect:
- Percaya diri berlebihan sehingga bersikap anti kritikan atau masukkan orang lain.
- Menganggap lebih berkualitas dalam bidang tertentu.
- Tidak bisa mengakui kelebihan orang lain.
- Tidak bisa melihat kekurangan diri.
- Cenderung self claim, ini yang sangat berbahaya, kalimat seperti ini umum terdengar” jika tidak ada saya….pasti…”
Nah , jika kita sudah terjebak dalam sikap Dunning Kruger Effect ini bagaimana sih solusinya? Solusinya tidak terlalu susah, asal kita mau, pasti bisa kita lakukan antara lain hindari rasa puas yang berlebih, lebih merasa sebagai team player dan segala sesuatu itu merupakan hasil dari team work, yang ada super team bukan superman atau super woman. Selanjutnya kita harus terus improve diri dengan belajar, membaca dan berlatih, serta mintalah selalu saran dan kritik dari orang lain/mau mendengarkan tidak cukup hanya mendengar. (Hear or listen to).
Selanjutnya sebagai refleksi kita bersama mungkin kita dapat meminjam dan merenungkan kata kata dari Imam Ghozali tentang tipe tipe manusia berikut:
- Orang yang tahu bahwa dirinya tahu: contoh manusia yang sadar diri dan mau berbagi ilmu.
- Orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu: mendorong hasrat belajar dan menggali ilmu.
- Orang yang tidak tahu bahwa dirinya tahu: Harus digali kepercayaan diri nya.
- Orang yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu: kelompok ini orang yang sangat bebal dan menyusahka
Nah, pembaca, termasuk kategori yang manakah kita? Silahkan dijawab sendiri.
Baca Juga
-
Sinopsis Don't Touch My Gang: Kisah Anak Kampung Hadapi Kerasnya Bangkok!
-
Profil Nonnie Pitchakorn, Bintang Baru di Only Friends, Adik Nanon Korapat!
-
Angkat Kisah Kehidupan setelah Kematian, Ini Sinopsis Death is All Around!
-
Relate dengan Guru Muda, Ini Sinopsis Drama Thailand "Thank You Teacher"
-
Sinopsis Serial '6ixtynin9', Dus Mie Instan Berisi Uang yang Berakhir Petaka
Artikel Terkait
-
Dibanding Season 1, Squid Game 2 Lebih Sadis atau Lebih Emosional?
-
Ketika Perjalanan ke Luar Negeri Berujung Interogasi dalam Film Upon Entry
-
Review Anime NegaPosi Angler, Memancing dengan Sentuhan Drama Psikologis
-
Ulasan Film Borderline: Seru, Gelap, dan Bikin Penasaran!
-
Dampak Psikologis di Balik Teror Terhadap Tempo: Trauma yang Tak Selalu Langsung Terlihat
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Piala Asia U-17: Hadapi Yaman, Pasukan Garuda Muda Harus Waspadai Overconfidence
-
Kalahkan LE SSERAFIM dan Jennie, KiiiKiii Menang di Music Core Lewat I DO ME
-
Imbas Capaian Snow White, Produksi Live-Action Tangled Resmi Ditunda
-
Mark NCT Kisahkan Perjalanan Hidup dan Ambisi di Lagu Debut Solo '1999'
-
Lawan Yaman U-17 Tanpa Gentar, Ini 3 Pemain Indonesia yang Diramal Bersinar