Mabuk perjalanan biasanya terjadi saat kamu melakukan perjalanan jauh dengan mobil, bus, kereta api, pesawat, atau kapal. Mengutip dari laman RS Unair, mabuk perjalanan terjadi karena ketidakcocokan antara apa yang dilihat oleh mata dengan telinga, yang melibatkan pusat keseimbangan tubuh ketika kamu berada dalam suatu pergerakan. Hasilnya, kamu akan mengalami mual, wajah pucat, keluar keringat dingin, dan muntah.
Setiap orang dapat mengalami mabuk perjalanan, tetapi kepekaan orang terhadap suatu gerakan berbeda-beda. Mengutip dari artikel dalam Jurnal Karger tahun 2013, mabuk perjalanan paling sering terjadi dan menyerang anak-anak berusia 2 hingga 12 tahun, wanita hamil, dan orang-orang yang rentan menderita migrain. Mabuk perjalanan tidak mengancam jiwa. Namun, bisa membuat perjalanan kamu menjadi tidak menyenangkan. Maka dari itu, membuat suatu perencanaan sebelum melakukan perjalanan jauh sangat penting bagi kamu untuk membantu mencegah, menghindari, atau bahkan mengurangi efek dari mabuk perjalanan.
Meskipun tidak mungkin untuk mencegah semua kasus mabuk perjalanan, tips berikut dapat membantu kamu dalam mencegah atau mengurangi keparahan akibat dari mabuk perjalanan.
1. Hindari makanan berat sebelum dan selama perjalanan jauh
kamu perlu memperhatikan konsumsi makanan dan minuman sebelum dan selama perjalanan jauh. Jika merasa lapar, kamu bisa makan dalam porsi kecil sebagai gantinya. Hindari makanan berminyak, pedas, atau asam sebelum atau selama perjalanan, karena hal tersebut dapat memperburuk mabuk perjalanan kamu saat perjalanan jauh.
Mengutip dari artikel dalam Journal of Nutrition College tahun 2020, makanan berminyak, pedas, atau asam dapat memperburuk refluks asam yang membuat kamu merasa cepat mual. Selain itu, hindari banyak meminum air putih agar tidak merasa kembung, cukup usahakan agar kamu tidak dehidrasi.
2. Alihkan fokus pada hal lain
Kontrol pikiran memang memegang peranan penting terhadap tubuh. Apabila rasa mual akibat mabuk perjalanan tiba-tiba muncul tanpa sebab jelas, segera alihkan fokus kamu pada hal lain. Mendengarkan musik bisa membantu kamu mengalihkan perhatian sehingga tidak mudah mabuk perjalanan, terlebih jika mendengarkan musik yang kamu sukai.
Selain itu, kamu juga bisa menenangkan rasa mual dengan makan sesuatu seperti cemilan atau menghisap permen. Selama perjalanan kamu dapat memakan cemilan untuk menghindari perut kosong yang cenderung akan membuat rasa mual muncul. Mengutip dari artikel dalam jurnal EnfermerĂa ClĂnica tahun 2020, permen jahe bisa menjadi terapi yang efektif untuk mengatasi rasa mual.
3. Pilih tempat duduk yang nyaman
Memilih tempat duduk yang tepat rupanya juga akan mempengaruhi kenyamanan saat melakukan perjalanan jauh. Jika bepergian dengan mobil atau bus, kamu bisa memilih kursi penumpang bagian depan untuk mencegah mabuk perjalanan. Mengutip dari artikel dalam Jurnal MDPI tahun 2020, secara umum, semakin baik pkamungan penumpang ke depan jalanan, semakin rendah pula risiko mabuk perjalanan. Mabuk perjalanan lebih mungkin terjadi ketika penumpang duduk di kursi belakang dibandingkan dengan duduk di kursi depan.
Saat naik kapal, sebaiknya kamu memilih tempat duduk tepat di tengah atau duduk di dek luar. Terkadang rasa mual terjadi karena kamu terlalu lama di dalam ruangan tertutup. Jika kamu menggunakan kereta, kursi yang ada tempati harus menghadap ke depan searah dengan perjalan kereta, dan cobalah duduk di dekat jendela agar pkamungan menjadi lebih luas ke jalanan yang dilalui kereta.
4. Menghirup udara luar
Pastikan bahwa kamu mendapatkan cukup udara saat bepergian. Tempat yang sempit dalam kendaraan dapat membuat kamu merasa pusing dan mual. Oleh karena itu, saat dalam perjalanan, pastikan kamu memiliki udara segar. kamu dapat mendapatkan udara segar dengan membuka jendela. Jika jendela tidak dapat diakses, pastikan AC tetap menyala selama perjalanan.
Jika bepergian menggunakan mobil, pastikan kamu cukup istirahat. Hanya dengan berjalan-jalan dan menghirup udara segar di sekitaran rest area, mampu membantu kamu merasa lebih baik dan terhindar dari mabuk perjalanan.
Selain itu, kamu juga perlu menghindari pengharum ruangan dengan aroma jeruk yang cenderung menimbulkan pusing atau mabuk. Sebagai gantinya, kamu dapat memilih pengharum ruangan dengan aroma kopi. Mengutip dari laman Ottencoffee, aroma kopi dipercaya mampu menenangkan pikiran dan menetralisir bau tak sedap.
5. Minum obat sebelum bepergian
Tips terakhir agar saat bepergian jauh tidak merasakan mabuk adalah dengan minum obat. Jika semua cara sudah dilakukan, tetapi kamu masih merasakan mabuk perjalanan kamu bisa minum obat anti mabuk perjalanan. Obat anti mabuk perjalanan umumnya akan membuat kamu merasakan ngantuk. Di sepanjang perjalanan kamu akan tertidur pulas sehingga tidak akan merasakan mabuk perjalanan. Mengutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention tahun 2022, obat mabuk perjalanan terkadang dapat membuat efek sebaliknya untuk beberapa anak, yang menyebabkan mereka menjadi sangat aktif selama di perjalanan.
Perlu kamu ingat, beberapa obat yang digunakan untuk mencegah atau mengobati mabuk perjalanan tidak direkomendasikan untuk anak-anak. Konsultasikan dahulu dengan ahli kesehatan tentang obat-obatan dan dosis obat yang benar untuk mabuk perjalanan untuk anak-anak. Selain itu, mengkonsumsi obat anti mabuk perjalanan secara berlebihan juga sangat tidak dianjurkan.
Mabuk perjalanan memang selalu menjadi momok bagi banyak orang, selain membuat tubuh menjadi tidak fit, perjalanan yang kamu lakukan juga dapat terganggu. Jika merasa mual atau pusing ketika dalam perjalanan jauh, kamu bisa mencoba tips yang sudah dijelaskan di atas.
Tag
Baca Juga
-
6 Mamalia Terkecil di Dunia, Ada yang Terancam Punah Keberadaannya!
-
Jangan Jadi Kebiasaan! Ini 5 Alasan agar Kamu Berhenti Mencabut Bulu Hidung
-
6 Tips Ini Bisa Bikin Kamu Tidur Nyenyak di Malam Hari, Pernah Menerapkan?
-
Peningkatan Status Gizi Anak dengan Ragam Pangan Lokal
-
Mengawal Arah Pemulihan Kesehatan Mental Pasca Pandemi
Artikel Terkait
-
Bye-Bye Mabuk Perjalanan! Ini 10 Jurus Jitu Tetap Segar di Mobil AC
-
Sering Mabuk Perjalanan saat Mudik? Simak Tips dari Dokter Tirta agar Tetap Nyaman di Jalan
-
7 Tips Mencegah Mabuk Perjalanan: Mudik Jadi Nyaman dan Bebas Gangguan
-
Kabar Miring Joey Pelupessy, Pernah Mabuk saat Latihan?
-
Dosa Menggunung? Jangan Putus Asa! Kisah Pemabuk Masuk Surga Berkat Satu Kalimat Shalawat
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?