Dalam dunia peternakan pastinya sudah cukup dikenal mengenai tanaman milet. Milet atau yang dalam beberapa daerah dikenal dengan nama jewawut atau jawawut merupakan salah satu varietas biji-bijian yang seringkali dipergunakan sebagai campuran pakan ternak, khususnya ternak unggas atau pakan burung hias. Meskipun cukup populer sebagai pakan ternak, ternyata beberapa jenis milet sudah digunakan sebagai sumber pangan oleh banyak orang sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu.
Bahkan, di beberapa negara di benua Asia dan Afrika tanaman ini menjadi sumber karbohidrat pokok layaknya nasi di Indonesia. Hal ini tidaklah mengherankan mengingat milet memang menjadi sumber pangan kaya nutrisi yang cukup terjangkau oleh hampir seluruh kalangan masyarakat. Tidak hanya itu, mengkonsumsi milet juga diyakini memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Berikut ini 3 manfaat mengkonsumsi milet bagi tubuh manusia.
1. Menurunkan Resiko Penyakit Jantung
Selain sebagai sumber karbohidrat, milet juga diyakini sangat baik untuk menurunkan resiko penyakit jantung. Melansir dari data yang dirilis oleh USDA National Nutrient, dalam setiap 100 gram milet terdapat sekitar 100-120 mg magnesium yang terkandung di dalamnya. Magnesium merupakan salah satu mineral yang diperlukan oleh tubuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan menurunkan resiko penyakit jantung. Kandungan serat yang cukup tinggi dalam milet juga dapat membantu menurunkan kadar kolestrol jahat dalam aliran darah. Mengganti sumber karbohidrat utama dengan milet tentunya merupakan salah satu pilihan yang bijak bagi seseorang dengan kadar kolestrol yang tinggi.
2. Melancarkan Sistem Pencernaan
Milet memang terkenal sebagai salah satu biji-bijian yang memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Melansir dari Journal of Range Management, kandungan serat dalam milet apabila dikonsumsi secara teratur dapat membantu pelancaran sistem pencernaan dan mengatasi permasalahan seperti sembelit, kembung dan kelebihan gas dalam saluran pencernaan. Selain itu, kandungan serat yang cukup tinggi dalam milet tentunya dapat membuat rasa kenyang lebih lama. Hal tersebut tentunya merupakan sesuatu hal yang cukup baik bagi dirimu yang sedang dalam program penurunan berat badan atau diet. Kadar gula dalam milet juga tergolong rendah dan dapat menjadi pilihan sumber karbohidrat bagi penderita diabetes.
3. Diyakini Dapat Mencegah Perkembangan Sel Kanker
Salah satu manfaat yang cukup jarang diketahui apabila mengkonsumsi milet secara teratur adalah dapat menekan atau mencegah perkembangan sel kaner. Melansir dari situs Skyroots, milet kaya akan beragam nutrisi seperti magnesium, fosfor, potassium dan seng yang berguna untuk mencegah perkembangan sel kanker. Milet juga memiliki efek anti-proliferatif yang cukup baik untuk mencegah pembentukan sel kanker di jaringan pencernaan, payudara ataupun hati tanpa memberikan efek samping bagi tubuh. Kandungan mineral dalam milet juga dapat menangkal radikal bebas yang dapat menyerang tubuh.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Resmi! PSSI Umumkan Skuad Timnas Indonesia Untuk Piala Asia U-17 2025
-
Piala Asia U-17: 3 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Tampil Gemilang
-
Dilema Tristan Gooijer: PSSI Ngebet Naturalisasi, tetapi Sang Pemain Cedera
-
Mathew Baker Nyaman di Tim, Kode Timnas Indonesia Berprestasi di Piala Asia U-17?
-
Rizky Ridho Disarankan Abroad ke Eropa, Ini 3 Liga yang Direkomendasikan
Artikel Terkait
-
5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
-
Hindari Makanan Ini Saat Lebaran Jika Punya Kolesterol Tinggi
-
Persiapan Mudik Bareng Anak: Dokter Sarankan Ini Agar Perjalanan Lancar Tanpa Drama!
-
10 Obat Herbal Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jantung secara Alami
-
7 Ramuan Herbal untuk Meningkatkan Fungsi Hati Secara Alami
Health
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
-
Intermittent Fasting vs. Keto, Mana yang Lebih Efektif untuk Panjang Umur?