Keloid adalah kondisi kulit yang sering kali dianggap sebagai bekas luka yang tidak biasa. Ketika jaringan kulit mengalami kerusakan akibat cedera atau operasi, proses penyembuhan alami dimulai dengan membentuk jaringan parut.
Namun, pada beberapa individu, jaringan parut ini bisa tumbuh secara berlebihan dan melampaui batas luka awal, membentuk keloid. Keloid dapat memengaruhi penampilan fisik seseorang dan menjadi sumber ketidaknyamanan.
BACA JUGA: 7 Manfaat Olahraga Lari di Tempat untuk Kesehatan, Bisa Kurangi Stres Lho!
Penyebab Keloid
Meskipun penyebab pasti keloid belum sepenuhnya dipahami, beberapa faktor yang diketahui dapat mempengaruhi risiko keloid adalah:
- Riwayat keloid dalam keluarga
Jika ada anggota keluarga yang menderita keloid, risiko Anda untuk mengembangkan keloid juga lebih tinggi.
- Jenis kulit
Keloid lebih umum terjadi pada individu dengan jenis kulit yang lebih gelap.
BACA JUGA: 4 Manfaat Susu Kambing bagi Kesehatan, Bantu Cegah Penyakit Jantung
- Jenis luka
Luka yang lebih dalam, seperti luka bakar, luka operasi, atau luka jerawat yang parah, memiliki risiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi keloid.
- Lokasi luka
Daerah tubuh tertentu, seperti dada, bahu, dan daun telinga, lebih rentan terhadap pembentukan keloid.
- Faktor hormonal
Perubahan hormon selama kehamilan atau pubertas dapat mempengaruhi risiko keloid.
BACA JUGA: 5 Cara Mengatasi Sakit Ulu Hati Malam Hari, Tidur Jadi Tidak Terganggu!
Bagaimana Pengobatan Keloid?
Dilansir dari buku Blog Dokter, berikut ini beberapa tindakan pengobatan keloid yang sering dilakukan oleh dokter.
1. Injeksi dengan kortison
Metode pengobatan yang aman dan minim rasa sakit adalah melalui injeksi kortison. Biasanya, injeksi ini diberikan secara bulanan hingga manfaat maksimal tercapai. Kortison, yang termasuk dalam kelompok steroid, membantu meratakan keloid dengan meningkatkan fungsi pembuluh darah di area yang terkena keloid.
2. Operasi
Tindakan operasi memiliki risiko tinggi karena sayatan pisau dapat menyebabkan keloid baru tumbuh. Beberapa ahli bedah sering mengombinasikan pengobatan dengan injeksi kortison dan operasi untuk mencapai hasil yang optimal.
3. Laser
Pengobatan dengan laser telah terbukti efektif dalam meratakan keloid dan mengurangi warnanya. Namun, metode terapi ini masih jarang digunakan meskipun aman dan minim rasa sakit.
4. Salep silikon
Penggunaan salep silikon untuk menutup keloid memberikan hasil yang bervariasi. Beberapa orang berhasil menggunakannya, namun ada juga yang tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.
5. Pembekuan
Pembekuan keloid dengan menggunakan nitrogen cair bisa menyebabkan daerah keloid menjadi lebih gelap.
Itulah cara mengatasi keloid, semoga membantu.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kuliah di Luar Negeri Tanpa Ribet Syarat Prestasi? Cek 6 Beasiswa Ini!
-
Jangan Sembarangan! Pikirkan 5 Hal Ini sebelum Pasang Veneer Gigi
-
6 Beasiswa Tanpa Surat Rekomendasi, Studi di Luar Negeri Makin Mudah
-
Belajar dari Banyaknya Perceraian, Ini 6 Fase yang Terjadi pada Pernikahan
-
Tertarik Kuliah di Luar Negeri Tanpa TOEFL/IELTS? Simak 5 Beasiswa Ini!
Artikel Terkait
-
Berburu DANA Kaget Terbaru dengan 3 Tips Aman Ini
-
Rezeki Nomplok Buat Kamu, Yuk Klaim Saldo DANA Kaget Hari Ini
-
Masuki Akhir Pekan, Simak Link Saldo DANA Gratis Terbaru Hari Ini
-
Liburan Usai, Mood Ambyar? Kenalan Dulu Sama Post Holiday Blues
-
Cara Mudah Dapat Saldo DANA Gratis Hari Ini Lewat Link Dana Kaget Terbaru
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?