Kulit bawang kerap kali dianggap sebagai sesuatu yang tidak berguna atau limbah maupun sampah. Tidak jarang orang setelah mengupas bawang, akan langsung membuang kulitnya ke tempat sampah. Hal ini umumnya juga seringkali dilakukan oleh para pengusaha bawang goreng.
Baik bawang merah maupun bawang putih. Namun, ternyata kulit bawang yang dianggap tidak berguna memiliki beragam manfaat yang jarang diketahui. Berikut 3 manfaat dari kulit bawang.
1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Kulit bawang yang seringkali dianggap limbah ternyata memiliki khasiat untuk mencegah risiko penyakit jantung. Melansir dari situs klikdokter.com, kulit bawang, khsususnya bawang merah memiliki kandungan flavonoid dan senyawa yang dikenal dengan nama quercetin yang dapat menurunkan resiko penyakit jantung.
Melansir dari artikel dalam jurnal “British Journal of Nutrition”, kandungan quercetin yang banyak terdapat di kulit bawang merah ternyata mampu menurunkan resiko peradangan pada pembulih darah yang berisiko menjadi penyebab dari penyakit jantung. Selain itu, kandungan serat yang terdapat pada kulit bawang dipercaya dapat membantu peradangan usus atau saluran pencernaan.
2. Mampu Mengobati Jerawat dan Mencerahkan Kulit Wajah
Kulit bawang ternyata juga dapat berperan sebagai obat anti jerawat. Melansir dari artikel jurnal berjudul “Therapeutic Uses and Pharmacological Properties of Shallot (Allium ascalonicum): A Systematic Review”, kulit bawang, khususnya bawang merah dan bawang bombai ternyata memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi dan dapat membantu penyembuhan jerawat. Selain itu, senyawa sulfur yang terkandung di dalamnya dapat mencegah resiko iritasi akibat jerawat di wajah.
Selain sebagai obat jerawat, kulit bawang juga dapat mencerahkan kulit. Melansir dari jurnal “Food Technology & Biotechnology”, kandungan serat, protein, vitamin dan senyawa antioksidan yang terdapat di kulit bawang dapat membantu meregenerasi sel-sel kulit wajah sehingga membuat wajah lebih cerah.
3. Bahan Pestisida Organik
Selain bermanfaat untuk kesehatan, kulit bawang ternyata dapat digunakan sebagai bahan pestisida atau anti hama alami. Melansir dari situs undip.ac.id, kulit bawang yang kaya akan kalium, sodium, folat dan beragam senyawa lainnya ternyata dapat digunakan sebagai pestisida alami yang tentunya ramah lingkungan.
Cara pembuatan pestisida dari kulit bawang ini cukup mudah. Siapkan kulit bawang merah sekitar 500 gram-1 kg lalu rendam di air steril selama 2-3 hari hingga air tersebut berubah warna. Kamu bisa juga menambahkan sekitar 1-2 sendok makan gula untuk membantu proses fermentasi tersebut. Lalu, saring larutan rendaman kulit bawang tersebut dan pestisida organik dari kulit bawang siap untuk digunakan. Pestisida ini cukup ampuh untuk menghalau pertumbuhan jamur ataupun kutu tanaman.
Nah, itulah beberapa manfaat dari kulit bawang yang kerap kali dianggap sampah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
Artikel Terkait
-
Transformasi BPJS Kesehatan, Dulu Dicaci Kini Dicari
-
Menkes Buat Protokol 6M 1S Untuk Hadapi Polusi Udara, Apa Itu?
-
Mampu Tingkatkan Vitalitas Pria, Ini 5 Manfaat Tanaman Purwaceng bagi Tubuh
-
Beban Pikiran Numpuk? Cek 4 Tips Ini Biar Gak Kewalahan
-
Berdayakan Petani Muda, Ongkos Produksi Ditekan Lewat Program Electrifying Agriculture
Health
-
Saat 'Diterima Teman' Lebih Penting dari Kesehatan: Membedah Psikologi Remaja Pengguna Vape
-
Radiasi di Balik TWS: Seberapa Aman Dipakai Setiap Hari?
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
Terkini
-
Gucci Resmi Masuk Formula 1! Brand Fashion Mewah Kini Ramaikan Dunia Balap
-
Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Stop 'Check Out' Spontan! Ini Alasan Kenapa Payday Kamu Justru Bikin Rumah Berantakan
-
Ketika Sastra Menjadi Kritik Sosial: Membaca Cak Nun Lewat Dosa Mencabut Kutukan Tarian Rembulan