Buah durian merupakan salah satu buah yang populer di benua Asia, khususnya di Indonesia. Buah yang memiliki ciri khas berduri dan kulit keras ini memang menjadi salah satu buah yang cukup nikmat meskipun memiliki bau yang cenderung tajam. Dikarenakan memiliki bau yang cenderung tajam inilah beberapa orang tidak menyukai buah durian.
Ketika menikmati buah durian umumnya orang hanya akan memanfaatkan bagian daging buahnya yang lembut dan memiliki aroma khas. Sedangkan bagian lain seperti biji dan kulitnya umumnya akan dibuang. Namun, tahukah kamu ternyata bagian kulit durian yang sering dianggap sampah ternyata memiliki beragam manfaat. Berikut 3 manfaat dari kulit durian yang perlu kamu ketahui.
1. Bahan Pupuk Kompos
Salah satu manfaat dari kulit durian adalah dapat menjadi bahan baku pupuk kompos organik. Melansir dari artikel jurnal “Agrotrop” yang ditebitkan oleh Universitas Udayana, Bali, kulit durian mengandung senyawa alami seperti kalium, magnesium, vitamin dan beberapa mineral lainnya yang dapat berfungsi sebagai penyubur tanaman.
Penggunaan pupuk kompos dari kulit durian ini disarankan juga dilakukan bersamaan dengan penggunaan pupuk anorganik agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
2. Bahan Baku Pestisida Organik
Kulit durian juga dapat berguna sebagai bahan anti hama atau pestisida organik. Melansir dari sebuah artikel dalam jurnal “Biology Science & Education”, kulit durian yang terkenal cukup keras ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pestisida organik. Kulit durian mengandung kandungan flavonoid, lignin dan saponin yang dapat menghalau hama seperti lalat dan ulat ke tanaman.
Pembuatan pestisida tersebut relatif cukup mudah. Kulit durian yang telah dibersihkan dan direbus kemudian dikeringkan. Lalu, kulit durian tersebut dihancurkan dan direndam ke dalam air yang telah diberi sedikit garam, potongan daun sirsak yang kemudian ditutup dengan rapat untuk membantu proses fermentasi. Tunggu selama 5-7 hari maka pestisida tersebut siap digunakan.
3. Campuran Pakan Ternak
Kulit durian yang seringkali dianggap sampah ternyata dapat digunakan sebagai bahan campuran pakan ternak. Melansir dari artikel dalam jurnal “Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan”, kulit durian memiliki kandungan protein nabati, serat, selulosa, beberapa vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan kesehatan hewan ternak.
Kulit durian tersebut bisa dijadikan pakan ternak seperti sapi, kambing dan domba dengan cara digiling halus menggunakan dedak ternak dan beberapa bahan campuran lainnya. Pemberian pakan dari kulit durian ini bisa dikombinasikan dengan pemberian pakan seperti dedauan atau rumput guna meningkatkan hasil ternak.
Nah, itulah beberapa manfaat dari kulit durian yang jarang diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
-
Luke Vickery Resmi Diproses Naturalisasi, Siapa Bakal Tergeser di Timnas Indonesia?
-
Minim Menit Bermain di Persija, Shayne Pattyanama Berpeluang Hengkang?
-
Gacor di Liga Belanda, Dean Zandbergen Bisa Jadi Opsi Timnas Indonesia di Lini Depan?
Artikel Terkait
Health
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
-
Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem
-
Anxiety Tidak Berbahaya, Itu Tandanya Sistem Tubuhmu Sedang Update
Terkini
-
Bill Gates dan Obama Mewajibkan Baca Buku Ini! Membedah Rahasia Dominasi Sapiens ala Harari
-
Cara Menghubungi Dosen yang Benar Tanpa Perlu Menjadi Penjahat Waktu
-
Gaya Casual ke Formal Look, 4 Ide Outfit ala Shin Hae Sun yang Super Chic!
-
Luka yang Tidak Selesai: Membaca Trauma Han Seol-ah dalam Sirens Kiss
-
Dalang Penggedor Pintu Dapur di Malam Takbir Saat Nenek Membuat Wajik