Buah pinang merupakan salah satu jenis buah yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Asia-pasifik. Melansir dari laman halodoc.com, buah pinang umumnya dikunyah bagi sebagian orang karena dianggap sarinya cukup baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan membantu meningkatkan gairah seksual pada pria. Hal inilah yang membuat terkadang buah pinang diolah menjadi jus oleh sebagian masyarakat untuk mendapatkan kedua manfaat tersebut.
Namun, mengonsumsi buah pinang secara berlebihan juga tidak disarankan. Buah yang ketika dikunyah akan mengeluarkan getah yang membuat mulut berwarna kemerahan tersebut ternyata dapat menimbulkan risiko kesehatan lainnya apabila dikonsumsi secara berlebihan. Berikut 3 risiko mengonsumsi buah pinang secara berlebihan dikutip dari laman halodoc.com.
1. Dapat Menyebabkan Iritasi Pada Gusi dan Mulut
Beberapa orang berpendapat menguyah buah pinang dapat menyehatkan gigi dan mulut. Akan tetapi, ternyata hal ini dianggap keliru dan dapat menimbulkan dampak sebaliknya. Melansir dari artikel yang terbit dalam “Journal of American Dental Association”, menguyah buah pinang secara berlebihan berisiko tinggi menyebabkan fibrosis dan submucosa pada oral atau mulut.
Hal ini dapat berisiko membuat mulut menjadi kaku dan mengalami sedikit mati rasa dan membuat rahang kehilangan kekuatan menguyah makanan. Mengunyah buah pinang secara berlebihan juga berisiko meningkatkan iritasi pada bagian gusi serta membuat gigi menjadi kehitaman secara permanen.
2. Berisiko Menciptakan Sindrom Metabolisme
Mengonsumsi buah pinang secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolisme yang dapat mengganggu proses metabolisme pada tubuh.
Melansir dari artikel yang terbit dalam “American Society for Clinical Nutrition”, zat yang terdapat dalam sari buah pinang dapat bereaksi dalam tubuh apabila tercampur dengan kandungan dari obat-obatan lainnya. Selain itu, mengonsumsi buah pinang juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular apabila diiringi dengan konsumsi obat-obatan herbal tertentu.
3. Menimbulkan Kecanduan
Mengunyah atau mengonsumsi buah pinang ternyata juga berisiko menimbulkan gejala kecanduan seperti mengonsumsi minuman beralkohol. Melansir dari laman halodoc.com, mengonsumsi buah pinang secara berlebihan dan intens dapat memicu kondisi ketergantungan pada saraf otak dan apabila dilakukan terus menerus dikhawatirkan dapat memicu kondisi medis lainnya.
Nah, itulah beberapa risiko mengonsumsi buah pinang secara berlebihan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Karier Tak Jelas, Elkan Baggott Berpeluang Kembali Dipinjamkan Musim Depan?
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
Artikel Terkait
-
Bayar BPJS Kesehatan Lewat ATM BRI Jadi Lebih Mudah dan Cepat
-
Bayar BPJS Kesehatan Lewat BRImo Jadi Lebih Mudah dan Cepat
-
Meski Tinggi Nutrisi, Berikut 2 Risiko Mengonsumsi Ikan Mujair Berlebihan
-
Mengenal Lebih Dalam Gangguan Skizofrenia dan Stigma yang Menghantui
-
Menkes Budi Gunadi Ungkap Bukti Manfaat Nyamuk Wolbachia: Turunkan Kematian Akibat DBD di Yogyakarta
Health
-
Ancaman Tersembunyi Social Smoking: Dari Ikut-Ikutan Bisa Menuju Ketergantungan Loh!
-
Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan
-
Saat 'Diterima Teman' Lebih Penting dari Kesehatan: Membedah Psikologi Remaja Pengguna Vape
-
Radiasi di Balik TWS: Seberapa Aman Dipakai Setiap Hari?
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
Terkini
-
Rumitnya Hubungan Tanpa Status di Novel Denial
-
Dreamy dan Powerful, Intip Highlight Medley Album Baru izna 'Set The Tempo'
-
Bimbel Bukan Jaminan Sukses, Lalu Untuk Apa Semua Lelahmu Selama Ini?
-
4 OOTD Grungy Streetwear ala Yeonjun TXT yang Cool dan Chic Banget!
-
Saat Impian ke Tanah Suci Berujung Nestapa: Di Mana Letak Tanggung Jawab Influencer?