Gingseng Jawa, atau dikenal dengan nama latin Talinum paniculatum adalah salah satu tanaman herbal yang dimanfaatkan untuk beragam keperluan.
Melansir dari situs halodoc.com, tanaman yang familiar disapa Som Java atau kolesom Jawa tersebut selain digunakan sebagai tanaman hias, juga digunakan sebagai bahan baku obat-obatan.
Som Java atau Kolesom Jawa ini memang dikenal dapat dibudidayakan dengan mudah, bahkan bisa pula ditanam di pekarangan rumah atau pot-pot biasa.
Tak hanya sebagai bahan minuman biasa, tanaman satu ini diyakini memiliki segudang khasiat. Berikut 3 manfaat mengonsumsi gingseng Jawa atau kolesom jawa bagi kesehatan.
1. Dapat Meningkatkan Produksi ASI
Salah satu manfaat mengonsumsi kolesom Jawa adalah diyakini mampu membantu memperlancar atau menyuburkan produksi ASI (Air Susu Ibu).
Melansir dari laman halodoc.com, tanaman yang memiliki senyawa ginsenosides yang dapat menekan rasa stress dan meningkatkan mood tersebut juga mampu meningkatkan produksi laktasi atau meningkatkan induksi laktasi bagi ibu hamil dan menyusui.
Selain itu, tanaman ini juga dapat mengembalikan kondisi rahim bagi ibu yang telah melakukan proses melahirkan.
2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dan Mengurangi Stres
Kolesom Jawa juga dapat digunakan untuk mengurangi kadar stress dan meningkatkan kesehatan sistem imun tubuh.
Melansir dari artikel berjudul “Talinum paniculatum. A vital medicinal plant,” kandungan Polisakarida, senyawa ginsenosides, flavonoid dan asam amino yang terdapat pada gingseng Jawa ini mampu meningkatkan sistem imun dan menangkal radikal bebas. Dengan kata lain, tanaman ini memiliki sifat antioksidan di dalamnya.
BACA JUGA: Dikenal Mahal, Berikut 3 Manfaat Mengonsumsi Kerang Abalon
Kandungan ginsenosides dan polisakarida yang ada dalam tanaman ini juga mampu membantu pelepasan hormon endorphin yang berperan meningkatkan mood dalam diri dan mengurangi tingkat stress pada seseorang. Selain itu, kandungan vitamin C yang ada dalam tanaman ini juga baik untuk kesehatan pencernaan.
3. Meningkatkan Vitalitas
Kolesom juga dimanfaatkan sebagai salah satu obat tradisional di kawasan Asia untuk meningkatkan kadar vitalitas.
Artikel berjudul “Talinum Paniculatum Herb Uses, Benefits, Cures, Side Effects, Nutrients” menerangkan bahwa kandungan fenoid, flavonoid dan saponin yang terdapat dalam kolesom juga mampu meningkatkan stamina yang berhubungan dengan vitalitas orang dewasa.
Nah, itulah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi kolesom Jawa atau gingseng Jawa. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mengejutkan! Maarten Paes Kritik Taktik dari Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
-
Piala Asia U-17: Media Vietnam Kritik Postur Tubuh Skuad Timnas Indonesia
-
Tampil Gacor di Timnas Indonesia, Ole Romeny Sebut Ada Andil dari Patrick Kluivert
Artikel Terkait
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
BPOM Indonesia: Peran, Tugas, dan Kontribusinya dalam Menjaga Kesehatan Masyarakat
-
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
-
5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
-
Hindari Makanan Ini Saat Lebaran Jika Punya Kolesterol Tinggi
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?