Donor darah merupakan salah satu kegiatan yang memiliki banyak sisi positif, baik dari segi sosial maupun kesehatan. Melansir dari laman halodoc.com, dengan rutin mendonorkan darah setiap 2-3 bulan sekali, kita dapat menjaga kesehatan peredaran darah, khususnya kesehatan jantung. Selain itu, menurut artikel berjudul “Health benefits of donating blood”, donor darah dapat berfungsi sebagai deteksi awal penyakit, menjaga kesehatan paru-paru dan sel darah merah, serta bisa sebagai sarana pembakar kalori secara sekunder.
Akan tetapi, di bulan puasa seperti sekarang ini, umumnya tingkat donor darah dalam suatu wilayah akan sedikit menurun. Hal ini dikarenakan beberapa orang cukup khawatir dengan melakukan donor darah dapat mempengaruhi kegiatan ibadah puasanya.
Padahal, saat bulan puasa seperti sekarang ini, seseorang diperbolehkan untik melakukan donor darah dengan beberapa cara tertentu. Beriku 3 tips untuk tetap bisa melakukan donor darah saat berpuasa.
1. Mengonsumsi Makanan Bernutrisi Saat Berbuka dan Sahur
Sebelum melakukan donor darah, tentunya kamu perlu untuk mempersiapkan kondisi tubuh dengan cukup baik dan sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan bergizi dan minum air dengan cukup. Melansir dari artikel berjudul “The Benefits of Donating Blood”, saat ingin mendonorkan darah saat puasa, usahakan kamu mengonsumsi makanan kaya nutrisi paling tidak 1 hari sebelum waktu donor.
Cara ini dapat membantumu agar tetap merasa kuat saat melakukan donor darah ketika berpuasa. Usahakan kamu mengonsumsi makanan yang mampu menambah kadar hemoglobin dan gula dalam darah seperti buah-buahan, sayuran hijau dan juga beberapa sumber protein hewani seperti daging, ikan dan telur.
2. Pilih Waktu Donor Menjelang Berbuka atau Setelah Berbuka
Waktu donor yang tepat juga menjadi salah satu tips untuk tetap bisa mendonorkan darah saat berpuasa. Melansir dari artikel dalam laman alodokter.com, waktu yang cukup disarankan untuk melakukan donor darah saat Ramadhan adalah menjelang waktu berbuka, antara pukul 15.00-18.00 WIB atau waktu setelah berbuka puasa.
Hal tersebut dikarenakan tubuh dapat segera melakukan regenerasi sel setelah melakukan donor darah dengan mengonsumsi makanan yang dapat mengembalikan energi dalam tubuh.
3. Segera Konsumsi Makanan Dengan Tinggi Gula Untuk Mengembalikan Energi
Setelah kamu melakukan donor darah saat berpuasa, usahakan dirimu mengonsumsi makanan kaya gula atau nutrisi saat waktu berbuka. Hal ini guna mengembalikan energi dan mempercepat proses metabolisme dalam darah agar tidak membuat tubuh merasa lemas.
Usahakan kamu memakan makanan dengan kaya gula alami seperti buah-buahan. Bisa pula mengonsumsi camilan kaya gula seperti manisan atau minuman manis.
Nah, itulah beberapa cara agar tetap bisa melakukan donor darah saat menjalankan ibadah puasa. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Timur Kapadze Diisukan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Sesuai Kriteria PSSI?
-
Satu Pemain Diaspora Gagal Bergabung: Tim Geypens Tak Diizinkan Main di Sea Games 2025
-
Kapok dengan Patrick Kluivert, PSSI Janji Lebih Selektif Rekrut Pelatih
-
3 Hal yang Bisa Dievaluasi oleh Timnas Indonesia U-22 Jelang Sea Games, Apa Saja?
-
Belajar dari Spanyol, Legenda Timnas Spanyol Ungkap Cara Indonesia Lolos ke Piala Dunia
Artikel Terkait
Health
-
Mau Ikut Party Jamu? Kenalan Dulu Sama 5 Jenis Jamu dan Manfaatnya
-
Jaga Kesehatan Otak dan Memori dengan 7 Aktivitas Sederhana Ini
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 7 Sinyal dari Tubuh Kalau Kamu Kurang Nutrisi
-
6 Jenis Makanan Terbaik untuk Mencegah Tulang Rapuh di Masa Depan
-
Napas Anak Terasa Cepat? Jangan Tunda! Ini Langkah Darurat Mengatasi Gejala RSV Menurut Dokter
Terkini
-
Mundurnya Kamboja dari SEA Games 2025 Tidak Hanya Untungkan Timnas Indonesia
-
Ulasan Novel Missing Ex Karya Merinda, Misi Mencekam Mencari Mantan Kekasih
-
Peluang Emas! Dua Wakil Muda Indonesia Berebut Tiket Final Syed Modi International 2025
-
Inara Rusli Buat Laporan ke Bareskrim, Diduga karena Rekaman CCTV Rumahnya?
-
Timur Kapadze Diisukan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Sesuai Kriteria PSSI?