Menjelang perayaan hari raya Idul Adha kali ini, tentunya banyak umat muslim yang merayakannya dengan berkurban hewan kurban. Dalam ajaran umat Islam, hewan yang dikategorikan sebagai hewan kurban adalah Kambing/dombang, sapi dan unta.
Namun, untuk di negara Indonesia, hewan yang lazim dijadikan hewan kurban adalah kambing, domba dan sapi. Hal ini dikarenakan unta bukanlah hewan ternak yang umum diternakkan di Indonesia.
Kendati sangat jarang ditemukan dijual ataupun dikurbankan sebagai hewan kurban di Indonesia. Daging unta ternyata memiliki beragam manfaat jika dikonsumsi oleh tubuh.
Hewan yang dikenal tangguh dan mampu hidup di iklim panas gurun pasir tersebut memang menjadi salah satu sumber protein bagi masyarakat timur tengah dan sekitarnya. Berikut ini tiga manfaat mengonsumsi daging unta bagi kesehatan.
1. Aman Dikonsumsi Karena Rendah Kolesterol
Daging unta dikenal sebagai salah satu jenis sumber protein dari keluarga daging merah yang memiliki kadar kolestrol yang cukup rendah.
Melansir dari artikel yang terbit dalam jurnal “Animal Frontiers”, daging unta memiliki kadar kolestrol yang lebih rendah dibandingkan daging kambing ataupun domba.
Hal inilah yang membuat hewan berpunuk ini baik dikonsumsi apabila kamu ingin menurunkan kadar kolestrol berlebih dalam tubuhmu.
Selain itu, kandungan protein yang terdapat dalam daging unta terbilang cukup tinggi. Dalam sekitar 100 gram daging unta segar, protein yang terkadung di dalamnya mampu mencapai kadar 20-22%. Hal inilah yang membuat daging unta cocok dikonsumsi guna memenuhi asupan protein harian.
2. Diyakini Mampu Mengurangi Risiko Timbulnya Beberapa Penyakit
Selain dikenal cukup rendah kolestrol, daging unta juga diyakini cukup sehat dikonsumsi guna menurunkan risiko beberapa penyakit.
Melansir dari artikel berjudul “Nutritional values and health benefits of dromedary camel meat”, daging unta diyakini mampu mengurangi risiko terserang hipertensi, pneumonia dan beberapa penyakit sistem pernapasan.
Hal ini tentunya dikarenakan kandungan mineral dan protein yang terdapat di daging unta bisa menekan risiko timbulnya bibit penyakit dalam tubuh.
3. Cocok Untuk Pembentukan Massa Otot
Daging unta juga dikenal merupakan salah satu sumber protein yang cocok untuk pembentukan massa otot. Kadar protein dalam 100 gram daging unta yang bisa mencapai 22% tentunya cukup baik untuk pembentukan massa otot.
Selain itu, daging unta juga mengandung zinc, zat besi, kalsium dan magnesium yang bisa meningkatkan sistem imun dan metabolisme dalam tubuh.
Nah, itulah beberapa manfaat dari mengonsumsi daging unta. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
-
Perang Kian Memanas di Timur Tengah, Piala Asia 2027 Terancam Ditunda?
Artikel Terkait
-
Dukung Kampung Waiya Depapre Jadi Desa Wisata, DPRP Harapkan Warga Beroleh Manfaat Ekonomi
-
3 Manfaat Mengonsumsi Daging Kambing untuk Kesehatan pada Ibu Hamil
-
Meski Tinggi Kolestrol, Ini 3 Manfaat Mengonsumsi Daging Domba untuk Kesehatan
-
Rahasia di Balik Steak Lezat: Mengolah dan Menyimpan Daging Gak Bisa Sembarangan
-
Viral Manfaat Puasa Daud: Simak Pengertian, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya
Health
-
Begadang Demi 'Me Time'? Awas Jeda Palsu yang Bikin Makin Lelah
-
Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda
-
Titik Koma di Ibu Kota: Tempat Semesta Menyelamatkan Kita dari Ketergesaan
-
Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?
-
Sering Mengasihani Diri Sendiri? Jangan-Jangan Kamu Lupa Mengambil Jeda
Terkini
-
Viral Audio 'Bare Minimum' dan Manga Veil: Benarkah Ekspektasi Hubungan Gen Z Ketinggian?
-
Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu
-
Perjamuan Arwah: Ketika Keinginan Manusia Menuntut Harga yang Mengerikan
-
Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang
-
Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen