Teknologi medis terus berkembang. Salah satu inovasi terbaru adalah terapi CAR-T Cell, metode pengobatan kanker darah berbasis imunoterapi.
Terapi ini memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker. Tingkat keberhasilannya tinggi, terutama pada pasien Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL)—jenis leukemia yang umum pada anak-anak—dan B-Cell Lymphoma.
“Terapi CAR-T Cell telah disetujui sejak 2017 dan terus berkembang dengan berbagai program turunan,” kata Senior Consultant dan Haematologist di Parkway Cancer Centre, Dr. Dawn Mya Hae Tha, Selasa (06/03/2025).
Bagaimana cara kerjanya? Sel T, jenis sel darah putih yang meningkatkan kekebalan tubuh, diambil dari pasien. Sel ini kemudian dimodifikasi di laboratorium agar mampu mengenali dan melawan sel kanker tertentu. Setelah rekayasa selesai, sel dikembalikan ke tubuh pasien untuk menghancurkan kanker.
“Sel imun yang telah dimodifikasi akan bereaksi aktif terhadap sel kanker. Mereka bisa menyembuhkan pasien atau menghancurkan sel kanker tersebut,” tambah Dr. Dawn.
Seperti terapi lain, CAR-T Cell juga memiliki efek samping. Salah satunya adalah Cytokine Release Syndrome (CRS)—kondisi saat tubuh melepaskan sitokin ke dalam darah, menyebabkan peradangan seperti flu, demam, atau mual.
Selain CAR-T Cell, ada juga terapi antibodi bispesifik (bispecific antibody therapy). Mekanismenya mirip, tetapi tersedia dalam bentuk obat siap pakai tanpa perlu rekayasa sel. Ini menjadi alternatif menjanjikan bagi pasien limfoma.
“Pengujian mutasi genetik kini menjadi bagian penting dalam pengobatan kanker darah. Jika mutasi spesifik terdeteksi, terapi target dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas sekaligus meminimalkan efek samping,” jelas Dr. Dawn.
Penulis: Kayla Riasya Salsabila
Baca Juga
-
19 Tahun Kerja Sama, Yuri Girls' Generation Tinggalkan SM Entertainment
-
Standar Tinggi untuk Dosen: Sudah Siapkah Sistem Kita di Lapangan?
-
Menguak Makna Kehilangan dalam Novel Looking for Alaska Karya John Green
-
Makin Menegangkan! Film Fall 2: Deadpoint Siap Rilis pada September 2026
-
Ilmuwan Temukan Spons Laut yang Bisa Bersihkan Pelabuhan Tercemar
Artikel Terkait
Health
-
Aksi Jemput Bola Mahasiswa KKN: Turun Langsung Cek Kesehatan Warga Reuhat Tuha
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
Lupakan Lari Ngos-ngosan, Ini Alasan Slow Jogging Lebih Efektif Bakar Lemak
-
Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains
-
Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih
Terkini
-
19 Tahun Kerja Sama, Yuri Girls' Generation Tinggalkan SM Entertainment
-
Standar Tinggi untuk Dosen: Sudah Siapkah Sistem Kita di Lapangan?
-
Menguak Makna Kehilangan dalam Novel Looking for Alaska Karya John Green
-
Makin Menegangkan! Film Fall 2: Deadpoint Siap Rilis pada September 2026
-
Ilmuwan Temukan Spons Laut yang Bisa Bersihkan Pelabuhan Tercemar