Hobi adalah kegiatan yang digemari oleh seseorang untuk dilakukan. Meskipun kegemaran tersebut muncul dari dalam diri oramg tersebut, hobi dipengaruhi oleh lingkungan dan zaman. Apa yang sering dilihat dan ditemukan sehari-hari dapat mempengaruhi hobi seseorang. Banyak orang yang memiliki hobi yang sama karena hidup di lingkungan dan zaman yang sama.
Oleh sebab itu, perkembangan zaman turut merubah hobi masyarakat. Suatu hal yang dulu sangat menarik dan banyak digemari, saat ini menjadi biasa saja bahkan jarang dilakukan oleh orang-orang. Berikut ini adalah 3 hobi yang dulu digemari oleh banyak orang, tetapi kini dilupakan.
1. Filateli atau Mengoleksi Perangko
Dulu, mengoleksi perangko merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Banyak orang yang melakukan hal tersebut sebagai hobi, bahkan hingga membentuk komunitas. Perangko keluaran kantor Pos yang bermacam-macam, hingga ada yang jarang ditemukan, lebih baik disimpan dan dikoleksi dibanding harus dibuang.
Hal tersebut tentu didukung dengan kebiasaan masyarakat saat itu, yaitu berkirim surat. Ketika berkirim surat masih menjadi kebiasaan, maka peredaran perangko juga banyak. Informasi mengenai perangko keluaran baru hingga keluaran terbatas memancing orang-orang untuk memilikinya.
Perkembangan teknologi membuat orang jarang berkirim surat fisik. Buat apa menggunakan pengiriman yang membutuhkan waktu lama untuk sampai serta harus membayar, sedangkan saat ini sudah tersedia internet dan aplikasi pesan yang dapat langsung sampai.
Jarangnya pengiriman surat juga membuat perangko menjadi barang asing. Hobi mengoleksi perangko juga sudah jarang ditemukan. Orang akan menganggap kegiatan tersebut sebagai pekerjaan membuang-buang waktu saja.
2. Surat Menyurat dengan Sahabat Pena
Ada masa ketika seseorang merasa gaul jika memiliki sahabat pena. Seseorang yang berada jauh yang belum pernah bertemu secara langsung, bahkan mungkin wajahnya saja tidak tahu, namun rutin berbalas pesan.
Menemukan sahabat pena saat itu didukung oleh surat kabar dan majalah yang memuat surat atau pesan pembaca. Kemudian, kita dapat mengirim surat ke alamat yang tertera di surat pembaca tersebut. Jika penerima membalas suratnya, besar kemungkinan akan terus berlanjut hingga menjadi sahabat pena.
Kegiatan sekaligus hobi ini digemari oleh banyak orang saat itu karena proses menunggu balasan surat yang membuat penasaran. Membaca cerita seseorang dari penjuru negeri yang lain juga menarik untuk dinanti.
Kebiasaan ini sudah hilang setelah media sosial menjamur. Berbalas pesan dengan orang asing menjadi barang biasa dan dapat langsung membalas, bahkan bisa video call. Kegiatan tersebut, meskipun esensinya sama-sama berbalas pesan dengan orang jauh, namun rasanya tidak semenarik menunggu surat balasan selama berhari-hari.
3. Menulis Buku Diary
Menulis buku diary pernah menjadi kebiasaan wajib bagi para remaja, bahkan masuk dalam hobi bagi sebagian besar orang pada masanya. Waktu sebelum tidur menjadi saat yang tepat untuk menceritakan kembali apa yang terjadi selama satu hari. Hal ini digemari karena seseorang dapat meluapkan isi hati, baik senang maupun sedih selama sehari pada buku diary yang paling terpercaya dalam menjaga rahasia.
Kegiatan ini sepertinya sudah asing, waktu sebelum tidur lebih banyak digunakan untuk berselancar di media sosial. Orang juga lebih senang curhat di media sosial dibanding menulis di buku diary.
Itulah tiga hobi yang dulu banyak digemari, tetapi kini jarang dilakukan bahkan sudah terlupakan. Apa kamu masih melakukan salah satunya?
Baca Juga
-
Fenomena Mager di Pertengahan Ramadan, Ini 4 Penyebabnya!
-
5 Langkah Jitu agar Keuangan UMKM Tetap Sehat di Bulan Ramadan
-
5 Tips Ramadan Produktif ala Gen Z : Tetap Aktif Ibadah Maksimal!
-
Mau Tajir Mendadak? Ini 5 Bisnis Ramadan yang Selalu Laris Manis!
-
5 Strategi Keuangan di Bulan Ramadan yang Harus Kamu Kuasai
Artikel Terkait
-
Sejarah Puasa Ramadan yang Tak Banyak Diketahui: Dulu Pilih Makan atau...
-
Diskriminatif Terhadap Bekas Napi Hingga Jadi Alat Represi: SKCK Perlu Dihapus atau Direformasi?
-
Kubu Hasto Tuding Surat Dakwaan Beda dengan Putusan yang Sudah Inkrah, Jaksa Beri Perlawanan Balik
-
Peduli Pendidikan Anak Jalanan, Luna Maya Menginspirasi Lewat Aksi Sosial di Bulan Ramadan
-
Erick Thohir Posting Surat An-Najm Usai Timnas Dibantai, Publik Kasih Ayat Balasan Orang Dzalim
Hobi
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
Persija Jakarta Incar Posisi Empat Besar, Madura United akan Jadi Korban?
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop