"Tak mengapa kamu melakukan kesukaanmu di era new normal ini. Yang penting, kamu tidak merugikan orang lain dan kamu menyukainya." Keadaan normal seperti sebelum covid-19 belum juga kita dapatkan, tetapi mau tidak mau kita harus belajar dan beraktivitas kembali. Memulai aktivitas di saat pandemi masih ada memang membutuhkan keteguhan hati. Begitu pun dalam hal melakukan hobi atau kesukaan kita saat new normal seperti ini.
Bila dahulu, kita suka jalan-jalan menikmati berbagai jenis tempat pariwisata. Saat new normal, kegiatan itu bisa saja kita lakukan, tetapi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Nyatanya, tidak semua orang mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Lihatlah di jalanan, masih banyak orang yang berseliweran tanpa masker. Untuk itu, hobi yang seperti itu hendaknya digantikan dengan hobi baru yang bisa menjaga diri dan keluarga. Saya menyukai kegiatan traveling, berjalan-jalan ke suatu tempat wisata. Tujuan itu hanya bisa dilakukan bila memiliki keuangan yang cukup dan ada kesempatan waktu. Namun, hobi itu harus terkikis di hati. Saya lebih memilih menjaga keluarga daripada mementingkan keinginan itu.
Saya yakin semua orang pasti memiliki hobi. Namun, hobi baru semasa new normal ini harus memikirkan beberapa efek samping. Menilai kembali hobi yang bisa dilakukan saat new normal adalah sangat penting terkait dengan keamanan dan kenyamanan dalam beraktivitas.
Oleh karena itu, ada aspek penting yang bisa menjadi patokan untuk memulai hobi baru itu. Coba analisis, seberapa penting hobi itu bagi dirimu? Meskipun hobi itu sebagai bentuk katarsis emosimu, apakah hobi itu memberi manfaat bagimu?
Lalu, bila hobimu itu diterapkan saat new normal ini, apakah ada yang dirugikan karenanya? Coba analisis dampaknya untuk orang di sekitarmu. Bila bernilai baik, lanjutkan saja.
Tetapkan dan fokus pada hobimu itu. Bila ada hobi lain, maka akan ada hobi yang utama. Kerjakan hobi itu karena hobi yang ditekuni akan menghasilkan karya yang luar biasa.
Jangan segan mencari alternatif untuk hobi yang lain karena suatu saat kebosanan itu akan hadir. Hobi lain akan menjadi penyegar suasana. Namun, setelah rasa bosan itu hilang, hobi yang paling kamu sukai pasti akan dilakukan kembali.
Rasa bosan yang kadang membuat diri kurang produktif akhirnya saya luapkan dalam bentuk tulisan. Kegiatan menulis menjadi bentuk katarsis emosi saya. Dengan kegiatan itu, saya mencoba meluapkan keinginan dan kegundahan saya lewat tulisan.
Sejauh hobi menulis yang saya lakukan, menulis adalah kegiatan yang sangat penting untuk saya lakukan. Banyak sekali yang ingin diungkapkan di dalam pikiran saya. Melalui tulisan, saya bisa menyalurkan pemikiran saya.
Dari tulisan itu, saya mencoba berbagi pemikiran saya kepada masyarakat. Sejauh pengetahuan saya, hobi saya ini bisa memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang keadaan desa yang telah saya tempati selama ini.
Selain menulis, saya memiliki hobi lain karena kadang kalah ada rasa jenuh melakukannya. Ada hobi alternatif yang bisa saya lakukan selama new normal ini. Semua hobi alternatif itu saya lakukan bersalang-seling dengan kegiatan menulis.
Untuk kamu yang mempunyai hobi baru di new normal ini, selalu semangat melakukannya. Jangan sampai kamu dikalahkan oleh pandemi. Selagi itu baik untukmu dan tidak merugikan orang lain, maka lakukanlah.
Baca Juga
-
Dear Suara.com: Anakmu, Yoursay.id, Telah Membantuku Berlatih Menulis
-
Kisahku: Bahasa Indonesia Pemersatu Keragaman Suku di Masa Perantauanku
-
3 Tips Belanja Baju Lebaran, Cek Lemarimu Segera
-
Heboh Pemerintah Akan Terapkan NIK Berbayar, Warganet: Lama-lama Semua Bayar
-
Viral Kebakaran di Tunjungan Plaza, Surabaya
Artikel Terkait
-
Jadi Penulis Itu Pilihan, Bukan Pelarian
-
Belajar dari Tabiat Tom Lembong di Sidang, Intip Manfaat Menulis Menurut Ahli
-
Thom Haye Ungkap Punya Hobi Tak Biasa, Netizen Bingung: Bagaimana Konsepnya?
-
Fenomena Tsundoku: Mengapa Sering Membeli Buku Tapi Tidak Membacanya?
-
Tips Memilih Mukena Travel yang Nyaman, Anti Ribet Cocok untuk di Perjalanan
Hobi
-
Ubisoft Tutup Studio di Leamington, Strategi Bertahan atau Tanda Krisis?
-
Jelang Timnas U-17 Lawan Yaman, Nova Arianto Justru Singgung Kinerja PSSI!
-
Jadi Penulis Itu Pilihan, Bukan Pelarian
-
Gol Tunggal Bersejarah! Timnas Indonesia U-17 Bungkam Korea Selatan di Piala Asia U-17
-
Kalahkan Korea Selatan, Hal Ini Masih Perlu Dievaluasi dari Timnas Indonesia U-17
Terkini
-
5 Rekomendasi Anime tentang Karakter Biasa yang Mendadak Jadi Sekuat Dewa
-
3 Rekomendasi Novel Penulis Indonesia tentang Pendakian Gunung, Sudah Baca?
-
Film Tron: Ares - Saat Dunia Digital Bersanding dengan Dunia Nyata
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
Review Film Holland: Misteri yang Gagal Mengembang dan Meledak