Selain dapat menghasilkan karya, menulis juga merupakan kegiatan yang punya banyak manfaat untuk diri sendiri. Lebih mengenal diri sendiri, mengontrol emosi, terapi, dan lain sebagainya. Namun, menulis juga merupakan keterampilan yang perlu dilatih. Membiasakan diri untuk terus menulis juga tak semudah membalikkan telapak tangan. Nah, buat kamu yang ingin membiasakan diri untuk menulis secara aktif dan menjadi pribadi yang lebih produktif, simak empat tips berikut ini!
1. One Day One Sentence (ONOS)
Kunci dari membiasakan diri untuk menulis adalah terus menulis. Biasakan diri untuk menulis apapun yang terpikirkan di otakmu, meski hanya berupa satu kalimat. Kamu tidak perlu terburu-buru menulis sampai satu halaman penuh atau bahkan hingga berlembar-lembar.
Biasakan untuk tetap istiqomah menulis setiap harinya meski hanya berupa satu quotes singkat. Dengan begitu, ketika kamu mulai terbiasa, melewatkan satu hari tanpa menulis akan terasa mengganjal. Jadi yang terpenting dari poin ini adalah istiqomah menulis!
2. Membawa Buku Kemanapun
Pasti sudah nggak asing kan sama J.K Rowling? Itu lho, penulis novel Harry Potter. Perjuangannya ketika menulis novel Harry Potter hingga bisa sefenomenal itu ternyata gak mudah. Naskah Harry Potter banyak mengalami penolakan dari penerbit, namun si penulis tetap semangat merevisi naskahnya.
Ia membawa buku kemanapun ia pergi. Karena ide bisa sewaktu-waktu melintas dimanapun kita berada dan kapanpun di saat yang tak terduga. Di zaman yang super canggih ini, kalau kamu terlalu enggan membawa buku, kamu bisa memanfaatkan aplikasi notes di hp kamu untuk menulis!
3. Rajin Membaca
Kalau kata Bang Tere Liye, salah satu penulis paling produktif dan terkenal di Indonesia.
"Untuk menulis satu paragraf kamu butuh untuk membaca satu buku."
Jadi, ketika kamu bermimpi untuk menjadi penulis, kamu juga harus rajin membaca. Dalam sebuah tulisan, selalu ada hal-hal baru yang bisa kita dapatkan. Entah kosa kata baru, pesan moral yang berkesan, sudut pandang yang berbeda, pembangunan suasana atau ciri khas tulisan itu sendiri. Selain menambah wawasan, isi tulisanmu juga akan semakin bagus dan berbobot jika kamu rajin membaca.
4. Mengamati Sekitar
Menjadi penulis ataupun membiasakan diri untuk menulis, bukan berarti kamu harus diam aja. Berdiam diri dan mengurung diri di kamar. Itu bukanlah hal yang bagus. Melihat dunia lebih luas, mengintip tempat-tempat yang kamu baca dari buku, melakukan perjalanan dan merenungi setiap maknanya. Tentunya pergi ke luar akan membawakan inspirasi yang lebih banyak dan lebih menarik.
Penulis juga akan dituntut lebih peka terhadap sekitar. Karena kehidupan kita yang berjalan selama 24 jam sehari adalah rangkaian cerita oleh semesta. Betapa banyak hal menarik yang kita dengar dan saksikan, tentunya kalau dituangkan dalam bentuk tulisan kamu bisa menghasilkan banyak tulisan asal kamu lebih peka pada apa yang terjadi di sekitarmu.
Sekian empat tips membiasakan menulis untuk pemula, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Salam literasi!
Baca Juga
-
Bersenandung dengan Puisi di Buku Syair-Syair Cinta Karya Kahlil Gibran
-
Memutus Rantai Toxic di Novel Hi Berlin 1998 Karya Wahyuni Albiy
-
Menemukan Kembali Arah Hidup di Novel Antara Berjuang dan Menyerah 2
-
Meneladani Adab Berutang yang Kian Terlupa di Novel Kembara Rindu
-
Belajar dengan Kesadaran: Membaca Buku Pendidikan Tanpa Ranking
Artikel Terkait
Hobi
-
Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan
-
Rilis Daftar Panggil, John Herdman Indikasikan Siap Jadikan Indonesia Timnas Kanada Jilid II
-
Provisional Skuat, John Herdman dan Kemewahan Lini Bertahan Garuda yang Urung Menjadi Nyata
-
Disebut Diminati Klub Juventus, ke Mana Karier Emil Audero akan Berlanjut?
-
Ikonik dan Langka: Ducati Panigale V4 Lamborghini Pertama di Indonesia
Terkini
-
Bersenandung dengan Puisi di Buku Syair-Syair Cinta Karya Kahlil Gibran
-
Tak Seperti Kamu
-
Pelajaran Berharga tentang Waktu dari Buku Seni Mengelola Waktu
-
Lebaran Sebentar Lagi! dr. Tirta Bagikan Tips agar THR Tak Boncos
-
Makin Bijak di Bulan Ramadan: Bedah Kitab Luqman al Hakim yang Namanya Diabadikan di Al Quran