Tanaman sukulen sudah tidak asing lagi dijumpai dan banyak ditanam serta dibudidayakan, misalnya kaktus, lidah buaya, cocorbebek, dan sejenisnya. Lithops juga merupakan salah satu kelompok tumbuhan sukulen karena banyak menyimpan air di bagian tubuhnya yang tebal. Kalau kamu belum mengenal Lithops, berikut beberapa informasi tentang tanaman hias ini.
Ciri-ciri Lithops
Lithops merupakan tumbuhan dengan bentuk, ukuran, dan warna yang menyerupai batu-batu kecil sehingga disebut juga "batu hidup". Penamaan Lithops juga berasal dari penampakannya. Kata Lithops berasal dari bahasa Yunani Kuno líthos yang berarti batu dan óps yang berarti wajah, mengacu dari tampilan tumbuhan ini yang mirip batu. Lithops adalah tumbuhan asli dari Afrika Selatan dan di alam hidup di sekitar bebatuan pada daerah yang kering.
Ada puluhan spesies Lithops dengan warna dan corak yang berbeda-beda, seperti krem, abu-abu, coklat, hijau, berikut dengan bagian yang lebih gelap, berbintik-bintik, atau bergaris-garis. Hal itulah yang menjadi daya tarik Lithops sebagai tanaman hias dan kini sudah ditanam di berbagai belahan dunia.
Lithops hanya mempunyai 2 daun tebal untuk menyimpan air dan di antara kedua daun itu tampak tanaman seperti terbelah. Lithops juga memiliki bunga yang muncul dari bagian yang terbelah tersebut. Bunga Lithops berwarna putih, kuning, oranye, atau warna lainnya tergantung jenis. Menurut greeners, untuk menunggu munculnya bunga perlu sekitar 3-5 tahun, namun Lithops berumur panjang dan dapat hidup hingga 50 tahun.
Cara menanam dan merawat Lithops
Beberapa hal harus diperhatikan jika ingin menanam Lithops, yaitu media tanam, asupan sinar matahari, dan air. Lithops butuh pot yang lebih besar dari ukuran tumbuhannya dengan kedalaman 3-5 inci. Media tanam berupa tanah yang sudah kering dengan tambahan sharp sand, perlit, atau granit terurai untuk membantu drainase dan kelembapan tanaman.
Lithops membutuhkan sinar matahari langsung selama 3-4 jam pada pagi hari untuk tumbuh dengan baik. Ketika sore Lithops sebaiknya diletakkan pada lokasi yang teduh namun tidak tertutup. Asupan sinar matahari yang kurang bisa mengubah bentuk Lithops menjadi lebih ramping dan kehilangan warna aslinya.
Walaupun hanya membutuhkan sangat sedikit air, namun air juga menjadi faktor penting untuk pertumbuhan "batu hidup" ini. Penyiraman Lithops dapat dilakukan 2 hari sekali, atau ketika media tanam tampak kering dan daun terlihat mengkerut. Namun perlu diingat, jangan sampai berlebihan saat menyirami Lithops.
Bagaimana, tertarik memelihara si "batu hidup"?
Baca Juga
-
Sering Dikira Sama, Ini Beda Hydrating dan Moisturizing pada Skincare
-
4 Tips Olahraga Tetap Aman dan Nyaman saat Ibadah Puasa
-
Life is Beautiful: Film Musikal dan Road Movie Tentang Permintaan Terakhir
-
Mengenali Berbagai Jenis Edelweis, Apakah Bunga Rawa Termasuk?
-
3 Macam Cara Stek untuk Memperbanyak Tanaman, Ayo Dicoba!
Artikel Terkait
-
Apa Itu Kalsium Oksalat? Kristal Tajam yang Bikin Balita Meninggal Karena Gagal Ginjal Akut Misterius
-
Bentangkan Spanduk 'STOP BIOMASS CO-FIRING', Warga Jatayu Tolak Keras Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indramayu
-
Kriminalisasi Tak Surutkan Masyarakat Jatayu Tolak PLTU 1 Indramayu
-
Tim Arkeolog di Irak Temukan Ukiran Batu dari Masa Kekaisaran Asiria
-
Total Ekspor Batu Bara Dari Indonesia ke Eropa Naik Jelang Musim Dingin
Hobi
-
Jelang FIFA Series, 5 Pemain Timnas Indonesia Ini Diprediksi Tampil Gacor
-
Review Skuat Final FIFA Series 2026: Dipenuhi Pekerja Keras, tapi Minim Pemilik Kreativitas
-
Tetapkan Skuat Final, Ini 3 Titik Kelemahan Pasukan Garuda di FIFA Series 2026 Era John Herdman
-
MotoGP Brasil 2026: Marco Bezzecchi Menang 4 Kali, Aprilia Makin Dipuji
-
Ernando Ari Dicoret, 4 Penjaga Gawang Masuk Skuad Final Timnas Indonesia
Terkini
-
Review Abang Adik: Siap-siap Banjir Air Mata dari Kisah Pilu Dua Saudara
-
Bangkit dari Post Holiday Blues Usai Mudik Lebaran: 7 Cara Cerdas Balik ke Realita Tanpa Drama
-
Novel When My Name Was Keoko, Perjuangan Identitas di Bawah Penjajahan Jepang
-
HP Panas Padahal Gak Main Game? Waspada, Mungkin Ada "Tamu Tak Diundang" Lagi Ngintip
-
Bukan soal Nominal, Ini Alasan Pentingnya Menghargai Nilai dari Uang Kecil