Malaysia Open 2023 masih akan bergulir dan tujuh wakil Indonesia yang tersisa siap berburu tiket ke babak 16 besar pada laga hari kedua, Rabu (11/1/2023). Ketujuh wakil dari tiga sektor berbeda diharapkan memberi suguhan laga seru yang cukup banyak dinantikan badminton lovers (BL).
Di sektor tunggal putra, ada Shesar Hiren Rhustavito yang akan menghadapi unggulan kedelapan, Kunlavut Vitidsarn asal Thailand. Laga di Malaysia Open 2023 menjadi pertemuan keempat dengan head to head 2-1 untuk keunggulan Kunlavut. Pertemuan terakhir di Indonesia Masters 2021 dimenangkan Kunlavut, straight game 21-14 dan 21-9.
Tunggal putra Indonesia selanjutnya yang berlaga di hari kedua adalah Chico Aura Dwi Wardoyo. Chico bakal ditantang wakil Denmark, Hans-Kristian Vittinghus. Chico dan Vittinghus belum pernah bertemu, praktis babak 32 besar Malaysia Open 2023 menjadi laga pertama bagi keduanya.
Sektor ganda putra juga masih menyisakan wakil yang siap bertanding di babak 32 besar. Kevin Sanjaya/Marcus Gideon akan kembali ditantang wakil tuan rumah, Man Wei Chong/Kai Eun Tee. Sebelumnya, kedua pasangan ini pernah bertemu di Japan Open 2022 dengan hasil kemenangan dramatis untuk Indoneaia.
BACA JUGA: Sempat Jadi Ateis, Felix Siauw Ungkap Penyebabnya karena Suka Main Games: Seram
Ganda putra selanjutnya yang berlaga adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kontra Akira Koga/Taichi Saito. Unggul head to head 1-0, ganda Jepang menangi laga Thailand Masters 2020 dalam dua gim. Terakhir ada Bagas Maulana/M. Shohibul Fikri melawan Supak Jomkoh/Kittinupong Kedren, dimana sebelumya Bagas/Fikri berhasil raih kemenangan di Thailand Open 2022.
Dari nomor ganda campuran, dua wakil tersisa ada Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati dan Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela. Rehan/Lisa bakal menghadapi wakil tuan rumah, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.
Sedangkan Zach/Bela ditantang Yuki Kaneko/Misaki Matsumoto asal Jepang. Baik Rehan/Lisa maupun Zach/Bela sama-sama belum punya riwayat pertemuan dan babak 32 besar Malaysia Open 2023 bakal menjadi pertemuan pertama.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Hustle Culture Adalah Jebakan, Ini Alasan Kenapa Kamu Perlu Berhenti Sejenak
-
Lingkaran Pertemanan Mengecil? Jangan Panik, Kamu Justru Sedang Bertumbuh
-
Perempuan dan Tren Capsule Wardrobe: Bikin Hemat atau Cuma Hype Sesaat?
-
Sandwich Generation: Tanggung Jawab yang Tak Terlihat, Beban yang Nyata
-
Krisis Identitas Gen Z: Saat Algoritma dan Media Sosial Membentuk Jati Diri
Artikel Terkait
-
Perluas Regenerasi Atlet Atletik, MAC Seri 1 2026 Sukses Jaring 2.270 Peserta
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
APBN Bukan Dompet Pejabat: Bijak Sebelum Menghamburkan Anggaran
-
BRI Wellness Experience Angkat Potensi Sports and Wellness Tourism Indonesia
-
GAC Indonesia Kuasai Segmen Hatchback Listrik Lewat Dominasi AION UT
Hobi
-
Piala Dunia 2026: 4 Alasan Pertarungan Spanyol vs Argentina Patut Disebut Final Ideal
-
Prancis vs Inggris: Demi Sepatu Emas Mbappe, Les Bleus Bakal Tampil Ganas?
-
Tertarik Jadi Volunteer Piala Dunia Edisi Berikutnya? Perhatikan 6 Hal Ini!
-
Sejarah Baru! Wonderwall Bergema dan Bukayo Saka Antar Inggris Juara Ketiga
-
Tak Perlu Jadi Juara Dunia, Raih Peringkat Ketiga Sudah Cukup Bikin Inggris Catat Sejarah Besar!
Terkini
-
Beri Kail Bukan Ikan: Inspirasi Cinta Laura Biayai Kuliah Asisten Pribadinya
-
Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z
-
Darurat Judi Online pada Anak: Saat Gawai Berubah Menjadi Mesin Slot Berjalan
-
Indonesia di Persimpangan: Menghindari Jebakan Stagnasi Ekonomi
-
Mulai Rp2 Jutaan! Ini 5 HP Snapdragon dengan Kamera OIS Terbaik